Ini Penyebab Insentif Konversi Motor Listrik Terkatung-Katung
17 Februari 2025, 20:00 WIB
Opsi bagi pemilik motor yang ingin ramah lingkungan, Honda CA160 dikonversi dan mempertahankan estetikanya
Oleh Serafina Ophelia
Agar tidak menghilangkan esensi motor klasik, Danny membayangkan jika Honda membuat motor listrik di tahun 1960-an. Beberapa komponen ia buat menyesuaikan desain orisinil motor tersebut, sehingga terlihat seperti buatan pabrik.
Tangki bensinnya sudah tidak terpakai, dijadikan tempat untuk meletakkan controller serta komponen listrik lainnya. Baterai di area mesin.
Sentuhan terakhirnya, Danny tetap memakaikan headlight bucket OEM dari Honda serta luggage rack di bagian belakang jok single-seat.
Haslinya, motor ini memiliki keccepatan maksimal sekitar 88 km/jam. Tidak berbeda jauh dari CA160 yang asli di 109 km/jam.
Sedangkan jarak tempuhnya mencapai 32 kilometer dengan waktu pengisian dayanya kira-kira 5 jam. Ia menyebut total biaya yang ia habiskan adalah sekitar US$3.586 atau sekitar Rp54 juta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 Februari 2025, 20:00 WIB
12 Februari 2025, 09:00 WIB
25 Januari 2025, 09:00 WIB
10 Agustus 2024, 13:00 WIB
09 Agustus 2024, 14:00 WIB
Terkini
19 Januari 2026, 19:00 WIB
Demi menjawab kebutuhan konsumen, TAM baru saja memberikan penyegaran pada Toyota Raize pada beberapa bagian
19 Januari 2026, 18:00 WIB
Tanpa insentif pajak dari pemerintah, harga mobil listrik Wuling mengalami kenaikan mulai dari Rp 30 jutaan
19 Januari 2026, 17:00 WIB
Untuk Anda yang sedang mencari mobil baru, Ada diskon Suzuki Jimny 3 pintu selama periode Januari 2026
19 Januari 2026, 16:00 WIB
Ada beberapa ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah Cina dalam proses daur ulang baterai mobil listrik
19 Januari 2026, 15:00 WIB
Changan ingin menjadi brand global yang terus menghadirkan produk andal, inovatif dan tepercaya di Indonesia
19 Januari 2026, 14:00 WIB
Kebakaran mobil listrik perlu ditangani hati-hati, wajib jadi perhatian damkar dan pengelola properti
19 Januari 2026, 13:00 WIB
Dengan Investasi mencapai Rp 4 Triliun, Sailun Group siap meramaikan pasar ban kendaraan bermotor di Indonesia
19 Januari 2026, 12:33 WIB
Otomatisasi produksi mobil di super factory BYD di Zhengzhou, China hampir 100 persen dikerjakan oleh robot-robot produksi