10 Produsen Mobil Terbesar 2025 di Indonesia, Toyota Mendominasi
19 Januari 2026, 11:00 WIB
Otomatisasi produksi mobil di super factory BYD di Zhengzhou, China hampir 100 persen dikerjakan oleh robot-robot produksi
Oleh Arie Prasetya
KatadataOTO – Super factory BYD di Zhengzhou, China letaknya berdekatan atau masih berada dalam satu kesatuan area dengan all-train circuit yang KatadataOTO datangi dan ulas baru-baru ini. Hal tersebut tentu mempermudah serta meningkatkan efisiensi dalam pengembangan produk, teknologi, hingga pengujian model-model terbaru.
Pabrik yang dibangun di zona ekonomi Bandara Zhengzhou seluas 10,67 kilometer persegi ini juga terintegrasi dengan divisi riset dan pengembangan (R&D) serta validasi teknologi.
Mulai dibangun pada 2021, pabrik ini mampu melakukan empat proses utama, mulai dari stamping atau pencetakan bentuk dari lembaran logam, pengelasan, pengecatan, hingga perakitan.
Dalam kesempatan kunjungan (15/1/2025), KatadataOTO bersama rombongan media dari Indonesia memulai perjalanan dengan menyaksikan proses stamping. Terdapat lima mesin pres bertenaga 7.900 ton yang dapat bekerja dalam kecepatan tinggi, mampu membentuk panel baja dan aluminium hingga 15 panel per menit.
KatadataOTO juga mendapat informasi langsung bahwa pabrik ini memiliki tingkat otomatisasi mencapai 98 persen. Saat memasuki area pengelasan, berdasarkan pengamatan langsung KatadataOTO (karena di area tertutup tidak diperkenankan mengambil gambar), nyaris hanya terlihat sedikit pekerja. Pasalnya, 98 persen proses pengelasan dilakukan oleh robot industri.
Sedikitnya terdapat 1.800 robot industri, termasuk 14 tim robot bekerja secara simultan. Proses penyambungan komponen menjadi rangkaian bodi hanya membutuhkan waktu 35 detik, termasuk inspeksi kualitas yang dilakukan secara otomatis.
“Komposisi penggunaan robot dan tenaga manusia berbeda pada tiap tahap proses. Semakin mendekati tahap akhir atau membutuhkan quality control, tenaga manusia makin banyak dibutuhkan,” jelas penanggung jawab pabrik yang mengawal jalannya kunjungan.
Selain itu, di super factory BYD juga terdapat fasilitas pembuatan komponen utama kendaraan seperti blade battery, power battery park serta new material park. Terdapat pula instalasi pembuatan motor listrik untuk EV hingga PHEV, komponen elektronik, sistem penggerak, pendingin udara, kemudi, lampu, rangka, kursi dan lain sebagainya.
“Dari baterai, komponen, perakitan, hingga pengujian, semua terkonsolidasi dalam satu tempat. Ini tentu memiliki keuntungan dari sisi kontrol kualitas yang ketat, namun tetap dapat dilakukan secara efisien,” jelas Eagle Zhao, President Director BYD Indonesia.
Super Factory BYD Zhengzhou merupakan bagian dari delapan pabrik BYD yang mendukung kapasitas global. Salah satu hasil produksinya adalah BYD Shark 6 dan Denza B5 untuk pasar ekspor ke Australia. Sepanjang 2025, BYD mengklaim telah menjual 4,6 juta unit kendaraan di seluruh dunia, dengan ekspor New Energy Vehicle melampaui satu juta unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Januari 2026, 11:00 WIB
18 Januari 2026, 22:25 WIB
18 Januari 2026, 09:00 WIB
17 Januari 2026, 08:00 WIB
16 Januari 2026, 17:00 WIB
Terkini
19 Januari 2026, 12:00 WIB
Julian Johan, pereli asal Indonesia berhasil mencatatkan sejarah baru setelah finish di Rally Dakar 2026
19 Januari 2026, 11:00 WIB
Toyota berhasil jadi produsen mobil terbesar 2025 di Indonesia setelah membuat lebih dari 500 ribu kendaraan
19 Januari 2026, 10:11 WIB
SUV baru Mitsubishi diyakini kuat merupakan Pajero generasi terbaru, SUV offroad berkapasitas tujuh penumpang
19 Januari 2026, 09:00 WIB
Yamaha meminta kepada para pemerintah provinsi agar membuat opsen PKB dan BBNKB tidak membebani masyarakat
19 Januari 2026, 08:00 WIB
Ada banyak hal yang mempengaruhi harga BBM di Indonesia, seperti contoh potensi perang antara Iran dan AS
19 Januari 2026, 07:00 WIB
Mobil hybrid menunjukkan pertumbuhan stabil di Indonesia, PHEV populer berkat kehadiran merek Tiongkok
19 Januari 2026, 06:00 WIB
Menyambut awal pekan, kepolisian di Kota Kembang kembali menghadirkan SIM keliling Bandung di dua tempat
19 Januari 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali diterapkan setelah libur panjang yang terjadi akhir pekan lalu