First Drive BAIC T1 Tangerang-Bandung, Crossover EV yang Lincah
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
Ditjen EBTKE menuturkan ada sejumlah faktor membuat insentif konversi motor listrik tak kunjung dikucurkan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kelanjutan insentif konversi motor listrik masih belum menemui titik terang. Padahal bantuan tersebut cukup ditunggu sebagian pihak.
Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) pun buka suara. Menurut mereka ada beberapa faktor yang membuat kebijakan di atas tak kunjung terealisasi.
Satu di antaranya karena Presiden Prabowo Subianto melakukan penyesuaian anggaran rekonstruksi seperti tertuang pada Inpres (Instruksi Presiden) Nomor 1 Tahun 2025.
Aturan ini menjelaskan mengenai efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN maupun APBD selama 2025.
“Pak menteri bilang ada (insentif), tetapi anggarannya masih kita diskusikan, hal itu karena efisiensi,” ungkap Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal EBTKE (Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi) Kementerian ESDM di acara Carbon Neutrality Mobility Event di Gambir Expo, Kemayoran Jakarta beberapa waktu lalu.
Eniya mengungkapkan bahwa dampak dari efisiensi itu, anggaran pagu 2025 Kementerian ESDM terpangkas hingga Rp 1,65 triliun.
Sedangkan khusus Ditjen EBTKE mengalami penurunan sebesar Rp 318,6 miliar. Sehingga dana didapat hanya Rp 238,36 miliar saja.
Lebih jauh dia menjelaskan bahwa dana yang digunakan untuk insentif konversi motor listrik di 2024 sebagian dari pemerintah, sebesar Rp 10 juta buat masing-masing kendaraan.
Kemudian dana CSR (Corporate Social Responsibility) diberikan oleh sejumlah perusahaan. Sehingga mendapat tambahan Rp 5 juta untuk satu orang.
Jadi bila ditotal masyarakat mendapatkan insentif konversi motor listrik sebanyak Rp 15 juta. Bantuan tersebut pun diklaim menerima sambutan positif.
“Konversi kendaraan roda dua listrik di tahun lalu sudah bergerak naik dari 2023 hanya 145 unit. Di 2024 kita mencatatkan 1.300-an,” lanjut dia.
Sebelumnya memang Kementerian ESDM mendukung program konversi kendaraan roda dua setrum, hal tersebut demi mendorong masyarakat menggunakan EV.
Oleh sebab itu Aismoli (Asosiasi Sepeda Motor Listrik Indonesia) turut menyambut baik wacana berlanjutnya insentif konversi motor listrik. Diharapkan mampu mengajak masyarakat melakukan konversi.
“Kalau pemerintah memberikan subsidi, mereka (bengkel konversi) sudah siap mengawal,” kata Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli saat dihubungi KatadataOTO di tempat berbeda.
Bicara soal bengkel konversi motor listrik, sudah ada beberapa titik tersebar dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya di Jakarta dan area Jawa Barat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Terkini
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
Mobil hybrid menjadi salah satu opsi transisi elektrifikasi yang menuai respons positif dari masyarakat
31 Agustus 2026, 07:00 WIB
Setidaknya ada 100 model mobil baru dihadirkan Hyundai sampai 2030, termasuk kendaraan energi terbarukan
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Kepolisian terus memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir Agustus, layanan SIM keliling Jakarta kembali beroperasi di lima lokasi strategis hari ini
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurai kemacetan parah terutama di sejumlah jalan protokol, Ganjil Genap Jakarta masih andalan
30 Agustus 2026, 20:14 WIB
Marc Marquez berhasil keluar sebagai jawara di MotoGP Aragon 2026 dan menambah catatan apik di Motorland
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
BAIC T1 menawarkan rasa berkendara yang nyaman serta lincah ketik diajak untuk perjalanan ke luar kota
29 Agustus 2026, 21:08 WIB
Marc Marquez kembali unjuk performa di Sprint Race MotoGP Aragon 2026, naik podium bersama Alex Marquez