Terpukul Impor Truk Cina, Jumlah Produksi Hino Turun di 2025

Hino mengakui truk Cina yang diimpor dengan beragam kemudahan membuat persaingan menjadi semakin sulit

Terpukul Impor Truk Cina, Jumlah Produksi Hino Turun di 2025
Adi Hidayat

KatadataOTO – Tidak bisa dipungkiri bahwa 2025 menjadi tahun yang berat untuk sektor otomotif. Terlebih untuk sektor kendaraan komersial seperti Hino karena harus berkompetisi dengan truk asal Cina.

Akibatnya permintaan pun mengalami penurunan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dampaknya pun cukup panjang sebab jumlah produksi pun harus disesuaikan hingga menjadi sangat kecil.

“Saat ini jumlah kapasitas pabrik Hino di Purwakarta adalah 75.000 unit per tahun. Namun di 2025 hanya terpakai sekitar 25 persen dari total kendaraan yang bisa di produksi,” ungkap Harianto Sariyan, Director PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (21/01).

Kehadiran truk Cina memang telah berdampak terhadap industri kendaraan komersial Tanah Air. Pasalnya unit yang ditawarkan dijual dengan harga lebih mudah dibandingkan buatan dalam negeri.

Hino
Photo: Istimewa

“Mereka mendapat banyak kemudahan termasuk penghapusan persyaratan masuk seperti pajak dan sebagainya. Sementara kami mengimpor baja saja harus dikenai beragam biaya sehingga dari harga menjadi tidak kompetitif,” ungkapnya.

Situasi tersebut tentunya berdampak negatif ke berbagai sektor. Terlebih PT Hino Motors Manufacturing Indonesia mempekerjakan banyak tenaga kerja langsung maupun tidak langsung.

“Tidak sampai ada pemecatan tetapi kami melakukan penyesuaian jumlah produksi. Demikian juga industri pendukung karena terdampak penurunan pemesanan,” tambahnya kemudian.

Ia pun mengungkap bahwa Hino telah menyampaikan situasi ini pada pemerintah melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo. Sayangnya sampai sekarang belum ada kebijakan nyata untuk bisa melindungi produsen di Tanah Air.

Perlu diketahui bahwa Hino telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat produksi global. Mereka membangun pabrik dengan luas area mencapai 296.000 meter persegi,  luas bangunan lebih dari 169.000 meter persegi dan mempekerjakan 1.548 orang.

Hino
Photo: Istimewa

Sepanjang 2025, Hino sudah memproduksi 18.450 unit. Angka ini turun 22,6 persen bila dibandingkan 2024 yang membuat sedikitnya 23.823 unit.

Pabrikan yang sudah berdiri sejak 43 tahun ini pun berada di posisi ke 11 pabrikan kendaraan terbesar di Indonesia.


Terkini

motor
QJMotor

QJMotor Hadirkan Program Khusus Penggoda Pengunjung PRJ 2026

Pada pameran Pekan Raya Jakarta 2026, QJMotor merilis perluasan program yang telah sukses sebelumnya

motor
Yamaha

Yamaha MX King 150 Edisi Livery Prima Pramac Hanya Ada 2.000 Unit

Yamaha MX King 150 Prima Pramac livery hadir untuk memenuhi kebutuhan para penggemar Toprak di MotoGP

mobil
Penjualan Mobil

Tren Penurunan Penjualan Mobil Baru di 2026 Masih Akan Berlanjut

Penjualan mobil kembali mengalami penurunan di Mei 2026, lonjakan harga BBM bakal ikut memberikan tekanan

news
SIM Keliling Bandung

Lokasi SIM Keliling Bandung 12 Juni 2026, Beroperasi Sejak Pagi

Kepolisian tidak mengendurkan layanan seperti SIM keliling Bandung, hal ini dilakukan demi melayani pengendara

news
Ganjil Genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini Diawasi ETLE Statis Maupun Mobile

Denda Ganjil Genap Jakarta cukup besar, sehingga para pengguna jalan protokol khususnya harus lebih waspada

news
SIM Keliling Jakarta

Lokasi SIM Keliling Jakarta Jelang Akhir Pekan, Hari Ini 12 Juni

SIM keliling Jakarta masih beroperasi di lima lokasi berbeda hari ini 12 Juni 2026, jangan sampai terlewat

motor
Kawasaki

Dua Motor Baru Kawasaki Meluncur di PRJ 2026, Ada Penantang Vario

Kawasaki memboyong dua motor baru di PRJ 2026, yakni Brusky 125 sampai KLX 150 XLP guna menggoda para konsumen

otosport
Veda Ega Pratama

Cara Veda Ega Isi Waktu Luang Saat Tidak Balapan

Veda Ega Pratama kerap menghabiskan waktu luang, meskipun dirinya menjalani profesi pembalap profesional