Masa Depan Truk Listrik di RI, Masih Jauh dari Realisasi
16 April 2026, 09:00 WIB
Hino mengakui truk Cina yang diimpor dengan beragam kemudahan membuat persaingan menjadi semakin sulit
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Tidak bisa dipungkiri bahwa 2025 menjadi tahun yang berat untuk sektor otomotif. Terlebih untuk sektor kendaraan komersial seperti Hino karena harus berkompetisi dengan truk asal Cina.
Akibatnya permintaan pun mengalami penurunan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dampaknya pun cukup panjang sebab jumlah produksi pun harus disesuaikan hingga menjadi sangat kecil.
“Saat ini jumlah kapasitas pabrik Hino di Purwakarta adalah 75.000 unit per tahun. Namun di 2025 hanya terpakai sekitar 25 persen dari total kendaraan yang bisa di produksi,” ungkap Harianto Sariyan, Director PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (21/01).
Kehadiran truk Cina memang telah berdampak terhadap industri kendaraan komersial Tanah Air. Pasalnya unit yang ditawarkan dijual dengan harga lebih mudah dibandingkan buatan dalam negeri.
“Mereka mendapat banyak kemudahan termasuk penghapusan persyaratan masuk seperti pajak dan sebagainya. Sementara kami mengimpor baja saja harus dikenai beragam biaya sehingga dari harga menjadi tidak kompetitif,” ungkapnya.
Situasi tersebut tentunya berdampak negatif ke berbagai sektor. Terlebih PT Hino Motors Manufacturing Indonesia mempekerjakan banyak tenaga kerja langsung maupun tidak langsung.
“Tidak sampai ada pemecatan tetapi kami melakukan penyesuaian jumlah produksi. Demikian juga industri pendukung karena terdampak penurunan pemesanan,” tambahnya kemudian.
Ia pun mengungkap bahwa Hino telah menyampaikan situasi ini pada pemerintah melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo. Sayangnya sampai sekarang belum ada kebijakan nyata untuk bisa melindungi produsen di Tanah Air.
Perlu diketahui bahwa Hino telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat produksi global. Mereka membangun pabrik dengan luas area mencapai 296.000 meter persegi, luas bangunan lebih dari 169.000 meter persegi dan mempekerjakan 1.548 orang.
Sepanjang 2025, Hino sudah memproduksi 18.450 unit. Angka ini turun 22,6 persen bila dibandingkan 2024 yang membuat sedikitnya 23.823 unit.
Pabrikan yang sudah berdiri sejak 43 tahun ini pun berada di posisi ke 11 pabrikan kendaraan terbesar di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 17:59 WIB
12 April 2026, 09:00 WIB
11 April 2026, 13:33 WIB
10 April 2026, 08:40 WIB
Terkini
12 Juni 2026, 11:00 WIB
Pada pameran Pekan Raya Jakarta 2026, QJMotor merilis perluasan program yang telah sukses sebelumnya
12 Juni 2026, 09:00 WIB
Yamaha MX King 150 Prima Pramac livery hadir untuk memenuhi kebutuhan para penggemar Toprak di MotoGP
12 Juni 2026, 07:00 WIB
Penjualan mobil kembali mengalami penurunan di Mei 2026, lonjakan harga BBM bakal ikut memberikan tekanan
12 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tidak mengendurkan layanan seperti SIM keliling Bandung, hal ini dilakukan demi melayani pengendara
12 Juni 2026, 06:00 WIB
Denda Ganjil Genap Jakarta cukup besar, sehingga para pengguna jalan protokol khususnya harus lebih waspada
12 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih beroperasi di lima lokasi berbeda hari ini 12 Juni 2026, jangan sampai terlewat
11 Juni 2026, 21:52 WIB
Kawasaki memboyong dua motor baru di PRJ 2026, yakni Brusky 125 sampai KLX 150 XLP guna menggoda para konsumen
11 Juni 2026, 11:50 WIB
Veda Ega Pratama kerap menghabiskan waktu luang, meskipun dirinya menjalani profesi pembalap profesional