Toyota dan Isuzu Bikin Truk Hidrogen, Mulai Produksi 2027
21 April 2026, 07:00 WIB
Ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan konsumen kendaraan niaga sebelum beralih ke truk listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Adopsi kendaraan listrik sudah mulai bertumbuh, namun di sektor niaga elektrifikasi masih harus menghadapi sederet tantangan.
Infrastruktur disebut menjadi salah satunya. Mengingat waktu pengisian daya kendaraan besar seperti truk tentu membutuhkan waktu yang cenderung lebih lama.
Kemudian, truk beroperasi di rute yang berbeda dari kendaraan penumpang. Banyak di antaranya menempuh rute luar kota.
Keterbatasan infrastruktur dapat menghambat perjalanan truk apabila harus menempuh rute jauh.
Manufaktur di Indonesia termasuk Isuzu mengungkapkan sudah siap mengakomodir pilihan truk listrik, apabila konsumen membutuhkan.
“Pada dasarnya kalau ditanya apakah Isuzu sudah ada produknya, sudah. Kami juga sudah pernah datangkan (untuk perkenalan),” kata Puti Annisa Moeloek, Communication Management Dept Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) di sela GIICOMVEC beberapa waktu lalu.
Kemudian selain infrastruktur masih ada faktor-faktor lain yang dipikirkan oleh konsumen, seperti biaya unit.
Jika dibandingkan secara kasar, harga truk bermesin konvensional tentu terpaut lebih rendah ketimbang versi listrik. Apalagi belum ada insentif yang menunjang truk listrik.
“Bukan karena harga saja. Kita sebutnya Owning and Operating (biaya total) mulai dari beli sampai mengoperasionalkannya, itu pasti dihitung,” ucap dia.
Hitungan tersebut diklaim belum sesuai dengan hitungan konsumen saat ini. Sehingga kebanyakan lebih pilih untuk menggunakan truk konvensional.
Namun jika konsumen membutuhkan unit maupun pilot project, pihak Isuzu mengaku siap untuk menghadirkan produk truk listrik.
Sebelumnya, pihak Isuzu mengungkapkan banyak truk di Indonesia menggunakan mesin diesel karena infrastruktur dan biaya yang lebih mendukung.
Meskipun begitu, Isuzu Elf EV sempat dihadirkan sebagai perkenalan kepada calon konsumen yang berminat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Perlu dukungan dari seluruh pihak terkait buat mewujudkan adopsi elektrifikasi khusus kendaraan niaga.
“Ketika ekosistem sudah mulai terbentuk lalu ada regulasi pemerintah yang lebih menajamkan itu, kita (Isuzu) akan siap,” kata Rian Erlangga, Business Strategy Division Head PT IAMI dalam kesempatan terpisah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 April 2026, 07:00 WIB
13 April 2026, 17:59 WIB
12 April 2026, 09:00 WIB
11 April 2026, 13:33 WIB
10 April 2026, 08:40 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung