Isuzu Hadirkan Pilihan Spare Parts Berbanderol Lebih Terjangkau
13 April 2026, 17:59 WIB
Ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan konsumen kendaraan niaga sebelum beralih ke truk listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Adopsi kendaraan listrik sudah mulai bertumbuh, namun di sektor niaga elektrifikasi masih harus menghadapi sederet tantangan.
Infrastruktur disebut menjadi salah satunya. Mengingat waktu pengisian daya kendaraan besar seperti truk tentu membutuhkan waktu yang cenderung lebih lama.
Kemudian, truk beroperasi di rute yang berbeda dari kendaraan penumpang. Banyak di antaranya menempuh rute luar kota.
Keterbatasan infrastruktur dapat menghambat perjalanan truk apabila harus menempuh rute jauh.
Manufaktur di Indonesia termasuk Isuzu mengungkapkan sudah siap mengakomodir pilihan truk listrik, apabila konsumen membutuhkan.
“Pada dasarnya kalau ditanya apakah Isuzu sudah ada produknya, sudah. Kami juga sudah pernah datangkan (untuk perkenalan),” kata Puti Annisa Moeloek, Communication Management Dept Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) di sela GIICOMVEC beberapa waktu lalu.
Kemudian selain infrastruktur masih ada faktor-faktor lain yang dipikirkan oleh konsumen, seperti biaya unit.
Jika dibandingkan secara kasar, harga truk bermesin konvensional tentu terpaut lebih rendah ketimbang versi listrik. Apalagi belum ada insentif yang menunjang truk listrik.
“Bukan karena harga saja. Kita sebutnya Owning and Operating (biaya total) mulai dari beli sampai mengoperasionalkannya, itu pasti dihitung,” ucap dia.
Hitungan tersebut diklaim belum sesuai dengan hitungan konsumen saat ini. Sehingga kebanyakan lebih pilih untuk menggunakan truk konvensional.
Namun jika konsumen membutuhkan unit maupun pilot project, pihak Isuzu mengaku siap untuk menghadirkan produk truk listrik.
Sebelumnya, pihak Isuzu mengungkapkan banyak truk di Indonesia menggunakan mesin diesel karena infrastruktur dan biaya yang lebih mendukung.
Meskipun begitu, Isuzu Elf EV sempat dihadirkan sebagai perkenalan kepada calon konsumen yang berminat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Perlu dukungan dari seluruh pihak terkait buat mewujudkan adopsi elektrifikasi khusus kendaraan niaga.
“Ketika ekosistem sudah mulai terbentuk lalu ada regulasi pemerintah yang lebih menajamkan itu, kita (Isuzu) akan siap,” kata Rian Erlangga, Business Strategy Division Head PT IAMI dalam kesempatan terpisah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 April 2026, 17:59 WIB
12 April 2026, 09:00 WIB
11 April 2026, 13:33 WIB
10 April 2026, 08:40 WIB
23 Maret 2026, 09:00 WIB
Terkini
16 April 2026, 07:56 WIB
Produksi nikel asal Indonesia untuk kendaraan listrik khususnya sudah mencapai 70 persen kebutuhan pasar global
16 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah untuk atasi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi
16 April 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara dengan mudah, Anda dapat memanfaatkan SIM keliling Jakarta hari ini
16 April 2026, 06:00 WIB
Hari ini pengendara di Kota Kembang bisa mendatangai salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi
15 April 2026, 18:00 WIB
Y-ON bakal diintegrasikan aplikasi Y-Connect, tawarkan tiga fungsi fitur baru buat memudahkan pengguna Yamaha
15 April 2026, 17:01 WIB
RoRI berencana menggelar touring lintas chapter pada bulan ini guna merayakan satu dekade mereka berdiri
15 April 2026, 09:00 WIB
Pengadaan ribuan motor listrik oleh BGN mendapat perhatian lebih dari KPK karena rawan tindak pidana korupsi
15 April 2026, 07:55 WIB
Mobil sebelum mengalami kerusakan biasanya menunjukkan tanda-tanda terlebih dahulu sehingga bisa diantisipasi