Masa Depan Truk Listrik di RI, Masih Jauh dari Realisasi
16 April 2026, 09:00 WIB
Kemenperin bakal menggandeng lembaga terkait untuk mengatasi lebih ketat gempuran impor truk dari Cina
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Gempuran impor truk dari Cina sempat mengganggu penjualan kendaraan komersial di dalam negeri.
Unit truk impor yang ditawarkan dari Cina terbilang cukup banyak. Dari segi harga juga terbilang lebih murah, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen.
Padahal banyak truk yang diimpor dari Cina tidak memenuhi regulasi emisi. Banyak di antaranya masuk dengan standar Euro 2, bukan Euro 4.
Guna mengatasi hal tersebut, Kementerian Perindustrian telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi maraknya truk impor dari Tiongkok. Salah satunya melalui dokumen TPT atau tanda pendaftaran tipe dan varian kendaraan bermotor impor.
Ini sebelumnya sudah tercatat dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 34 Tahun 2019. Namun perlu dievaluasi lebih lanjut agar regulasinya bisa lebih ketat
“Kita akan mengusulkan ke Kementerian Perdagangan, (merumuskan) Permendag terkait tata perdagangan impor,” kata Andi Komara, Staf Direktorat IMATAP, Ditjen ILMATE Kemenperin di JIExpo Kemayoran, Kamis (09/04).
Andi menegaskan sebelum regulasi tersebut diberlakukan, tetap perlu ada kajian yang dilakukan.
Sebab regulasi yang mengatur impor truk ataupun kendaraan niaga secara keseluruhan, disebut dapat mempengaruhi industri pendukung di sektor lainnya.
“Untuk membatasi truk impor ini, kita bisa dekati jadi dua. Kita terapkan satu lartas (larangan dan pembatasan) atau dengan pengenaan tarif,” kata Andi.
Lebih lanjut dijelaskan, Kementerian Perindustrian mengusulkan bahwa truk-truk impor dikenakan pajak.
“Karena PPnBM sekarang ini tidak serta-merta terkait kemahalan satu kendaraan, tetapi juga faktor emisi dan fuel consumption,” tegas dia.
Sebagai informasi, sebelumnya masalah impor truk dari Cina turut jadi sorotan manufaktur seperti Mitsubishi Fuso.
Banyak truk impor ilegal asal Cina yang digunakan buat aktivitas tambang tidak memenuhi regulasi dan standar emisi dari pemerintah.
“Sektor mining kendalanya tidak hanya soal permintaan, tetapi juga saingannya saya bilang mungkin tidak sehat. Tadi itu ada brand-brand yang datang tak sesuai prosedur,” kata Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors di Jakarta beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 17:59 WIB
12 April 2026, 09:00 WIB
11 April 2026, 13:33 WIB
10 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
25 Mei 2026, 09:00 WIB
Teknologi REEV yang bakal masuk di Indonesia dalam waktu dekat dan memiliki beberapa keunggulan yang menarik
25 Mei 2026, 07:00 WIB
Banyak yang menganggap masalah pada mobil bisa diperbaiki sendiri, namun jika dipaksakan akan menjadi masalah
25 Mei 2026, 06:01 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilakukan di layanan SIM keliling Jakarta, ada di lima lokasi berbeda
25 Mei 2026, 06:00 WIB
Kepolisian kembali menghadirkan SIM keliling Bandung untuk melayani para pengendara motor maupun mobil
25 Mei 2026, 06:00 WIB
Jelang libur Idul Adha 2026, skema Ganjil Genap Jakarta masih tetap berlaku untuk meminimalisir kepadatan
24 Mei 2026, 20:00 WIB
iCar V23 resmi dipasarkan di Tanah Air dengan banderol Rp 389,9 Juta dan menjadi SUV bertenaga listrik paling terjangkau
24 Mei 2026, 19:00 WIB
16 ribu unit mobil listrik Jaecoo J5 EV terkirim ke konsumen sejak awal peluncurannya jelang akhir 2025
24 Mei 2026, 18:03 WIB
Trimegah Group yang sebelumnya diler Honda kini beralih memasarkan Chery dan Lepas di kawasan BSD City