Isuzu Berikan Nilai Tambah Bagi Para Pelanggan Setianya
09 Agustus 2026, 11:26 WIB
Kemenperin bakal menggandeng lembaga terkait untuk mengatasi lebih ketat gempuran impor truk dari Cina
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Gempuran impor truk dari Cina sempat mengganggu penjualan kendaraan komersial di dalam negeri.
Unit truk impor yang ditawarkan dari Cina terbilang cukup banyak. Dari segi harga juga terbilang lebih murah, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen.
Padahal banyak truk yang diimpor dari Cina tidak memenuhi regulasi emisi. Banyak di antaranya masuk dengan standar Euro 2, bukan Euro 4.
Guna mengatasi hal tersebut, Kementerian Perindustrian telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi maraknya truk impor dari Tiongkok. Salah satunya melalui dokumen TPT atau tanda pendaftaran tipe dan varian kendaraan bermotor impor.
Ini sebelumnya sudah tercatat dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 34 Tahun 2019. Namun perlu dievaluasi lebih lanjut agar regulasinya bisa lebih ketat
“Kita akan mengusulkan ke Kementerian Perdagangan, (merumuskan) Permendag terkait tata perdagangan impor,” kata Andi Komara, Staf Direktorat IMATAP, Ditjen ILMATE Kemenperin di JIExpo Kemayoran, Kamis (09/04).
Andi menegaskan sebelum regulasi tersebut diberlakukan, tetap perlu ada kajian yang dilakukan.
Sebab regulasi yang mengatur impor truk ataupun kendaraan niaga secara keseluruhan, disebut dapat mempengaruhi industri pendukung di sektor lainnya.
“Untuk membatasi truk impor ini, kita bisa dekati jadi dua. Kita terapkan satu lartas (larangan dan pembatasan) atau dengan pengenaan tarif,” kata Andi.
Lebih lanjut dijelaskan, Kementerian Perindustrian mengusulkan bahwa truk-truk impor dikenakan pajak.
“Karena PPnBM sekarang ini tidak serta-merta terkait kemahalan satu kendaraan, tetapi juga faktor emisi dan fuel consumption,” tegas dia.
Sebagai informasi, sebelumnya masalah impor truk dari Cina turut jadi sorotan manufaktur seperti Mitsubishi Fuso.
Banyak truk impor ilegal asal Cina yang digunakan buat aktivitas tambang tidak memenuhi regulasi dan standar emisi dari pemerintah.
“Sektor mining kendalanya tidak hanya soal permintaan, tetapi juga saingannya saya bilang mungkin tidak sehat. Tadi itu ada brand-brand yang datang tak sesuai prosedur,” kata Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors di Jakarta beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Agustus 2026, 11:26 WIB
08 Agustus 2026, 11:00 WIB
06 Agustus 2026, 18:12 WIB
05 Agustus 2026, 20:00 WIB
04 Agustus 2026, 15:23 WIB
Terkini
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
Wholesales mobil hybrid yang mencakup PHEV dan HEV turun di periode Juli 2026, Toyota masih terlaris
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
Saat ini insentif motor listrik belum dicairkan kepada masyarakat karena masih menunggu penerbitan PMK
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
Menurut rencana mobil listrik BAIC T1 akan diproduksi di Purwakarta dengan memanfaatkan fasilitas Handal
19 Agustus 2026, 06:00 WIB
Seperti biasa, fasilitas SIM keliling Jakarta tersedia di lima lokasi berbeda hari ini 19 Agustus 2026
19 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengurai kemacetan jalan Ibu Kota
19 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu opsi terbaik buat Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara
18 Agustus 2026, 22:30 WIB
Federal Oil sebagai produsen pelumas kendaraan bermotor kembali dipercaya untuk kategori 2-Wheel Engine Lubricants
18 Agustus 2026, 21:30 WIB
BMW Astra Art of Joy berkolaborasi dengan Teh Villa Gallery pamerkan karya lukis di diler Cilandak dan Serpong