Daihatsu Catat Pertumbuhan Penjualan, Kendaraan Niaga Laris
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
Impor kendaraan niaga terkhusus truk, disebut Gaikindo sebagai biang kerok lesunya penjualan di Indonesia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Impor kendaraan niaga di Indonesia disebut menjadi salah satu penyebab lesunya industri otomotif dalam negeri.
Pihak Gaikindo mengungkapkan bahwa banyak kendaraan niaga masuk Indonesia secara impor utuh atau Completely Built Up (CBU).
Hal itu diklaim membuat persaingan kendaraan niaga di Indonesia menjadi tidak imbang antara unit impor dengan produk rakitan lokal.
“Karena apa? Kendaraan tersebut mungkin diimpor dalam keadaan utuh dan harganya menjadi tidak kompetitif,” kata Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo di Jakarta, Kamis (09/04).
Harga kendaraan niaga impor dapat dijual dengan harga cenderung lebih rendah, sebab volume produksi di negara asalnya cukup besar.
Sehingga harga kendaraan niaga impor apalagi dalam jumlah besar, dapat menyaingi deretan produk yang sudah dirakit lokal.
Kukuh juga menyorot banyaknya kendaraan niaga impor tidak memenuhi standar serta regulasi dari pemerintah.
“Jadi itu menjadi perhatian kita semua. Apa yang terjadi adalah pasar ini menyusut, bukan hanya kendaraan komersial tetapi Indonesia saat ini menghadapi tantangan,” tegas Kukuh.
Sebagai informasi, berbagai kendaraan niaga seperti truk impor dari Cina masuk Indonesia secara ilegal. Banyak di antaranya dipakai buat aktivitas tambang.
Syarat sertifikasi emisi seperti Euro 4 yang wajib dipenuhi oleh produsen dalam negeri, umumnya tidak dipatuhi truk impor.
Ini kemudian membuat persaingan penjualan kendaraan niaga di Indonesia menjadi tidak sehat.
Konsumen kemudian mendapatkan pilihan truk Cina yang lebih murah, karena dapat menggunakan bahan bakar di bawah CN 51.
Perlu diketahui, truk berstandar emisi Euro 4 harus menggunakan bahan bakar diesel dengan kandungan cetane setidaknya 51.
Sedangkan truk bermesin Euro 2 masih kompatibel pakai bahan bakar solar biasa. Sehingga dipertimbangkan sebagai opsi oleh sejumlah konsumen.
“Jadi sudah jelas di situ penurunannya terjadi karena ada importasi truk-truk dari negara lain. Sulit untuk bersaing dengan harga yang sangat kompetitif tadi,” tegas Kukuh.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Terkini
27 Agustus 2026, 07:00 WIB
Marini dan Aldeguer akhirnya menentukan masa depan mereka dan mengisi susunan sementara pembalap MotoGP 2027
27 Agustus 2026, 06:07 WIB
Di hari ini SIM keliling Bandung beroperasi sejak pagi dan mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi dan pada jam yang terbatas, simak informasi lengkapnya
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
Jadwal, titik-titik lokasi hingga jenis kendaraan yang boleh melintas Ganjil Genap Jakarta dirangkum di bawah
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
SUV EV kompak Changan Nevo Q05 membuktikan keandalannya sebagai mobil listrik urban, simak ulasan lengkapnya
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
Ford akan memproduksi SUV crossover pakai platform GEA yang saat ini juga dipakai Geely EX5 dan Starray
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara