Bukan Insentif, Haka Auto Sebut yang Dibutuhkan Pasar EV
04 Maret 2026, 11:00 WIB
Banyak hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan berkendara ke lokasi baru karena GPS saja tidak cukup
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Meski menyenangkan tetapi berkendara ke lokasi baru tidak bisa disamakan dengan mengemudi di lokasi yang biasa dilalui. Oleh karena itu pengemudi harus meningkatkan kewaspadaannya agar terhindar dari hal-hal tak diinginkan.
Oleh karena itu Sony Susmana, Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia menyarankan agar pengemudi tidak terpaku pada GPS semata. Diperlukan pengetahuan serta kemampuan menilai kondisi sekitar agar perjalanan bisa lebih aman.
“Sebuah lingkungan baru itu harus dipahami dan kuasai bahaya-bahayanya seperti karakter pengguna, rambu-rambu, jenis kendaraan hingga kondisi jalan disana,” ungkap Sony pada TrenOto (29/09).
Menurutnya karakter pengendara di setiap daerah berbeda-beda sehingga pengemudi harus mempelajari terlebih dulu. Caranya adalah dengan menjaga kecepatan dan jarak agar terhindar dari beberapa situasi berbahaya seperti orang menyebrang.
“Perhatikan juga rambu dan marka di lokasi. Ini karena semakin banyak yang terpasang maka daerah tersebut terbilang rawan serta berbahaya sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan,” ungkapnya kemudian.
Jenis kendaraan yang mendominasi jalan juga akan menentukan cara seseorang berkendara. Oleh karena itu kewaspadaan memiliki peran sangat penting.
“Pastikan untuk selalu berkendara defensive mulai dari maka tetap fokus, jaga jarak, atur kecepatan, bersiap melakukan pengereman dan antisipasi semua risiko,” tegasnya kemudian.
Tidak hanya pengemudi, perlengkapan darurat di dalam mobil juga harus disiapkan. Terlebih bila jalur yang diambil cukup ekstrem.
“Bila perjalanannya di perkotaan maka perlengkapan standar masih oke. Tetapi bila hendak ke pelosok khususnya medan ekstrem maka sebaiknya membawa alat lebih seperti winch hingga beberapa tools tambahan,” tambah Sony.
Kemudian dirinya juga menyarankan bila berpergian ke tempat asing dengan rute ekstrem maka perjalanan lebih baik dilakukan secara berkelompok. Tujuannya adalah agar bila terjadi sebuah situasi darurat maka bantuan bisa segera dilakukan.
Agar mengurangi risiko, pengemudi disarankan untuk mencari tahu kondisi di internet sebelum memutuskan untuk berangkat. Mulai dari menyiapkan rute, bahan bakar hingga jalur alternatif bila ternyata terjadi hambatan di tengah perjalanan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 Maret 2026, 11:00 WIB
02 Maret 2026, 14:00 WIB
26 Februari 2026, 12:00 WIB
24 Februari 2026, 12:00 WIB
24 Februari 2026, 11:01 WIB
Terkini
07 Maret 2026, 11:00 WIB
Berkaca pada tren pada tahun-tahun sebelumnya, minat masyarakat terhadap mobil bekas meningkat jelang Lebaran
07 Maret 2026, 09:06 WIB
JAC di bawah naungan Indomobil membuka diler 3S pertama di kawasan Pantai Indah Kapuk guna permudah konsumen
06 Maret 2026, 22:30 WIB
Jaecoo Indonesia terus menambah jumlah diler untuk bisa lebih maksimal dalam menghadirkan layanan terbaik
06 Maret 2026, 22:00 WIB
Inovasi terbaru dari Otospector untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat membeli mobil bekas berkualitas
06 Maret 2026, 20:00 WIB
Guna menjangkau lebih banyak konsumen, Ford memperluas jaringan diler dan membuka perdana outlet FEC
06 Maret 2026, 16:00 WIB
BAIC Indonesia berencana untuk meningkatkan penjualan dengan menambah lini produk ramah lingkungan mereka
06 Maret 2026, 14:00 WIB
Xpeng menyambut musim mudik Lebaran 2026 dengan memberikan beragam kemudahan purna jual untuk pelanggan
06 Maret 2026, 12:00 WIB
Kemenhub menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan saat mudik Lebaran 2026 mendatang