Harus Ada SIM Khusus Mobil Listrik, Demi Kurangi Angka Kecelakaan
02 April 2025, 08:20 WIB
Banyak hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan berkendara ke lokasi baru karena GPS saja tidak cukup
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Meski menyenangkan tetapi berkendara ke lokasi baru tidak bisa disamakan dengan mengemudi di lokasi yang biasa dilalui. Oleh karena itu pengemudi harus meningkatkan kewaspadaannya agar terhindar dari hal-hal tak diinginkan.
Oleh karena itu Sony Susmana, Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia menyarankan agar pengemudi tidak terpaku pada GPS semata. Diperlukan pengetahuan serta kemampuan menilai kondisi sekitar agar perjalanan bisa lebih aman.
“Sebuah lingkungan baru itu harus dipahami dan kuasai bahaya-bahayanya seperti karakter pengguna, rambu-rambu, jenis kendaraan hingga kondisi jalan disana,” ungkap Sony pada TrenOto (29/09).
Menurutnya karakter pengendara di setiap daerah berbeda-beda sehingga pengemudi harus mempelajari terlebih dulu. Caranya adalah dengan menjaga kecepatan dan jarak agar terhindar dari beberapa situasi berbahaya seperti orang menyebrang.
“Perhatikan juga rambu dan marka di lokasi. Ini karena semakin banyak yang terpasang maka daerah tersebut terbilang rawan serta berbahaya sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan,” ungkapnya kemudian.
Jenis kendaraan yang mendominasi jalan juga akan menentukan cara seseorang berkendara. Oleh karena itu kewaspadaan memiliki peran sangat penting.
“Pastikan untuk selalu berkendara defensive mulai dari maka tetap fokus, jaga jarak, atur kecepatan, bersiap melakukan pengereman dan antisipasi semua risiko,” tegasnya kemudian.
Tidak hanya pengemudi, perlengkapan darurat di dalam mobil juga harus disiapkan. Terlebih bila jalur yang diambil cukup ekstrem.
“Bila perjalanannya di perkotaan maka perlengkapan standar masih oke. Tetapi bila hendak ke pelosok khususnya medan ekstrem maka sebaiknya membawa alat lebih seperti winch hingga beberapa tools tambahan,” tambah Sony.
Kemudian dirinya juga menyarankan bila berpergian ke tempat asing dengan rute ekstrem maka perjalanan lebih baik dilakukan secara berkelompok. Tujuannya adalah agar bila terjadi sebuah situasi darurat maka bantuan bisa segera dilakukan.
Agar mengurangi risiko, pengemudi disarankan untuk mencari tahu kondisi di internet sebelum memutuskan untuk berangkat. Mulai dari menyiapkan rute, bahan bakar hingga jalur alternatif bila ternyata terjadi hambatan di tengah perjalanan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 April 2025, 08:20 WIB
01 April 2025, 06:43 WIB
30 Maret 2025, 06:00 WIB
29 Maret 2025, 17:00 WIB
26 Maret 2025, 22:30 WIB
Terkini
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik
02 April 2025, 14:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
02 April 2025, 12:00 WIB
Jetour X50e EV siap dipasarkan di Indonesia tahun ini, disebut telah didesain menyesuaikan kebutuhan konsumen
02 April 2025, 10:00 WIB
MotoGP Amerika 2025 sempat tertunda 10 menit akibat Marc Marquez, bos Trackhouse minta kejelasan aturan
02 April 2025, 08:20 WIB
Agar mengurangi angka kecelakaan, pihak kepolisian diminta membuat SIM khusus pengemudi mobil listrik
01 April 2025, 18:19 WIB
Mengawali April 2025, harga BBM di seluruh SPBU milik swasta mengalami penurunan dengan jumlah bervariasi
01 April 2025, 15:00 WIB
Kepolisian memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 terjadi di akhir pekan, masyarakat diminta waspada