Penjualan Mobil Baru Februari 2026 Membaik, Naik 16,7 Persen
09 Maret 2026, 11:26 WIB
Dengan harga LCGC yang mulai tembus Rp 200 jutaan, konsumen dinilai mulai beralih membeli mobil bekas
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Harga mobil murah yang mulai meroket membuat banyak konsumen tak lagi dapat menjangkaunya.
Padahal jenis mobil seperti Low Cost Green Car (LCGC) diperuntukkan first car buyer alias pembeli mobil pertama. Banderolnya mulai tembus Rp 200 jutaan on the road Jakarta.
Ditambah lagi ketidakpastian kondisi ekonomi, mengakibatkan daya beli masyarakat di sektor otomotif masih belum membaik seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ekonom menilai peralihan konsumen ke mobil bekasi jadi salah satu indikasi penurunan pasar dan daya beli kelas bawah yang tertekan.
“Terjadi downtrading, pembiayaan mobil bekas tumbuh dua digit ketika pembiayaan mobil baru kontraksi,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO belum lama ini.
Menurut dia, hal tersebut merupakan satu indikasi bahwa konsumen turun kelas demi menjaga cicilan.
Di samping itu, Josua juga menyorot bahwa penurunan LCGC tengah mengalami tantangan dan catat penjualan lebih buruk dari total pasar secara keseluruhan.
Oleh karenanya dia menegaskan bahwa perlu ada kebijakan fiskal yang efektif diterapkan oleh pemerintah.
Khususnya buat jenis kendaraan dengan target pembeli mobil pertama atau segmen menengah ke bawah. Sehingga bisa berkontribusi terhadap penjualan kendaraan roda empat domestik.
Dari sisi pabrikan, Josua mengatakan manufaktur bisa menyiapkan diler mobil bekas resmi.
“Rangkai used-car certified resmi untuk menangkap arus downtrading sambil menjaga nilai residu merek,” tegas Josua.
Sebagai informasi, angka wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) kendaraan roda empat mengalami kenaikan di Juli 2025.
Tetapi sejumlah merek justru turun, termasuk Chery yang tengah gencar menghadirkan model baru dengan harga rendah buat konsumen.
Dari 2.150 unit di Juni 2025, capaian itu turun 20,6 persen menjadi 1.705 unit saja sepanjang Juli.
Secara total ada setidaknya 12 merek mobil mengalami penurunan penjualan di pertengahan tahun.
Melihat kondisi pasar belum stabil, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bahkan mempertimbangkan revisi target penjualan mobil tahun ini.
Hanya saja belum diungkap secara jelas target realistis yang dimaksud. Gaikindo enggan bicara lebih banyak terkait hal tersebut.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Maret 2026, 11:26 WIB
08 Maret 2026, 15:00 WIB
07 Maret 2026, 11:00 WIB
06 Maret 2026, 22:00 WIB
04 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
10 Maret 2026, 07:11 WIB
Satu unit mobil diyakini kuat merupakan BYD M6 Hybrid, dibalut kamuflase di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 10 Maret 2026 terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di Ibu Kota
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan pengendara, kepolisian mengoperasikan SIM keliling Bandung dari dua tempat berbeda hari ini
10 Maret 2026, 06:00 WIB
Lima titik lokasi SIM keliling Jakarta bisa jadi alternatif bagi Anda yang ingin melakukan perpanjangan SIM
09 Maret 2026, 17:00 WIB
Menurut data di laman resmi AISI, para produsen berhasil mendistribusikan 587.354 motor baru di Februari
09 Maret 2026, 15:00 WIB
Sampai saat ini, sudah 7.000 Jaecoo J5 EV yang sudah berhasil terkirim ke garasi para konsumen di Indonesia
09 Maret 2026, 11:26 WIB
Secara retail, penjualan mobil baru di Februari 2026 mencatatkan tren positif dibandingkan bulan sebelumnya
09 Maret 2026, 11:00 WIB
Daihatsu kembali mengajak 21 komunitas yang merupakan pelanggan tetap untuk mudik bareng di Lebaran 2026