10 Merek Mobil Terlaris September 2026: BYD Berjaya
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
Dengan harga LCGC yang mulai tembus Rp 200 jutaan, konsumen dinilai mulai beralih membeli mobil bekas
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Harga mobil murah yang mulai meroket membuat banyak konsumen tak lagi dapat menjangkaunya.
Padahal jenis mobil seperti Low Cost Green Car (LCGC) diperuntukkan first car buyer alias pembeli mobil pertama. Banderolnya mulai tembus Rp 200 jutaan on the road Jakarta.
Ditambah lagi ketidakpastian kondisi ekonomi, mengakibatkan daya beli masyarakat di sektor otomotif masih belum membaik seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ekonom menilai peralihan konsumen ke mobil bekasi jadi salah satu indikasi penurunan pasar dan daya beli kelas bawah yang tertekan.
“Terjadi downtrading, pembiayaan mobil bekas tumbuh dua digit ketika pembiayaan mobil baru kontraksi,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO belum lama ini.
Menurut dia, hal tersebut merupakan satu indikasi bahwa konsumen turun kelas demi menjaga cicilan.
Di samping itu, Josua juga menyorot bahwa penurunan LCGC tengah mengalami tantangan dan catat penjualan lebih buruk dari total pasar secara keseluruhan.
Oleh karenanya dia menegaskan bahwa perlu ada kebijakan fiskal yang efektif diterapkan oleh pemerintah.
Khususnya buat jenis kendaraan dengan target pembeli mobil pertama atau segmen menengah ke bawah. Sehingga bisa berkontribusi terhadap penjualan kendaraan roda empat domestik.
Dari sisi pabrikan, Josua mengatakan manufaktur bisa menyiapkan diler mobil bekas resmi.
“Rangkai used-car certified resmi untuk menangkap arus downtrading sambil menjaga nilai residu merek,” tegas Josua.
Sebagai informasi, angka wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) kendaraan roda empat mengalami kenaikan di Juli 2025.
Tetapi sejumlah merek justru turun, termasuk Chery yang tengah gencar menghadirkan model baru dengan harga rendah buat konsumen.
Dari 2.150 unit di Juni 2025, capaian itu turun 20,6 persen menjadi 1.705 unit saja sepanjang Juli.
Secara total ada setidaknya 12 merek mobil mengalami penurunan penjualan di pertengahan tahun.
Melihat kondisi pasar belum stabil, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bahkan mempertimbangkan revisi target penjualan mobil tahun ini.
Hanya saja belum diungkap secara jelas target realistis yang dimaksud. Gaikindo enggan bicara lebih banyak terkait hal tersebut.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
27 September 2026, 09:55 WIB
22 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
26 Oktober 2026, 11:00 WIB
Periklindo berharap pemerintah turut memberikan perhatian untuk kendaraan niaga listrik agar semakin diminati
26 Oktober 2026, 09:00 WIB
BMW dan Mercedes-Benz jadi merek mobil mewah yang mencatatkan kenaikan penjualan pada periode September 2026
26 Oktober 2026, 07:00 WIB
Mulai masuk pasar premium, pengamat otomotif menilai mobil Cina akan menghadapi persaingan sengit di RI
25 Oktober 2026, 13:18 WIB
Honda Bikers Day 2026 sukses diselenggarakan di Lapangan Panglima Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jawa Tengah
24 Oktober 2026, 16:12 WIB
Marc Marquez menjadi yang terdepan di sprint race MotoGP Australia 2026 dan Jorge Martin mengalami kecelakaan
24 Oktober 2026, 15:00 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk menjadi pemenang di MotoGP Australia 2026 dan menumbangkan Jorge Martin
24 Oktober 2026, 13:00 WIB
Honda Bikers Day 2026 akan digelar di Ambara, Jawa Tengah dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah
24 Oktober 2026, 10:15 WIB
Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, diharapkan bisa mendorong kesadaraan berkendara aman di jalan