10 Mobil Hybrid Terlaris Maret 2026, Toyota Veloz HEV Pertama
23 April 2026, 11:00 WIB
Dengan harga LCGC yang mulai tembus Rp 200 jutaan, konsumen dinilai mulai beralih membeli mobil bekas
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Harga mobil murah yang mulai meroket membuat banyak konsumen tak lagi dapat menjangkaunya.
Padahal jenis mobil seperti Low Cost Green Car (LCGC) diperuntukkan first car buyer alias pembeli mobil pertama. Banderolnya mulai tembus Rp 200 jutaan on the road Jakarta.
Ditambah lagi ketidakpastian kondisi ekonomi, mengakibatkan daya beli masyarakat di sektor otomotif masih belum membaik seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ekonom menilai peralihan konsumen ke mobil bekasi jadi salah satu indikasi penurunan pasar dan daya beli kelas bawah yang tertekan.
“Terjadi downtrading, pembiayaan mobil bekas tumbuh dua digit ketika pembiayaan mobil baru kontraksi,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO belum lama ini.
Menurut dia, hal tersebut merupakan satu indikasi bahwa konsumen turun kelas demi menjaga cicilan.
Di samping itu, Josua juga menyorot bahwa penurunan LCGC tengah mengalami tantangan dan catat penjualan lebih buruk dari total pasar secara keseluruhan.
Oleh karenanya dia menegaskan bahwa perlu ada kebijakan fiskal yang efektif diterapkan oleh pemerintah.
Khususnya buat jenis kendaraan dengan target pembeli mobil pertama atau segmen menengah ke bawah. Sehingga bisa berkontribusi terhadap penjualan kendaraan roda empat domestik.
Dari sisi pabrikan, Josua mengatakan manufaktur bisa menyiapkan diler mobil bekas resmi.
“Rangkai used-car certified resmi untuk menangkap arus downtrading sambil menjaga nilai residu merek,” tegas Josua.
Sebagai informasi, angka wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) kendaraan roda empat mengalami kenaikan di Juli 2025.
Tetapi sejumlah merek justru turun, termasuk Chery yang tengah gencar menghadirkan model baru dengan harga rendah buat konsumen.
Dari 2.150 unit di Juni 2025, capaian itu turun 20,6 persen menjadi 1.705 unit saja sepanjang Juli.
Secara total ada setidaknya 12 merek mobil mengalami penurunan penjualan di pertengahan tahun.
Melihat kondisi pasar belum stabil, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bahkan mempertimbangkan revisi target penjualan mobil tahun ini.
Hanya saja belum diungkap secara jelas target realistis yang dimaksud. Gaikindo enggan bicara lebih banyak terkait hal tersebut.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 April 2026, 11:00 WIB
18 April 2026, 10:07 WIB
15 April 2026, 07:55 WIB
14 April 2026, 19:30 WIB
12 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
25 April 2026, 15:00 WIB
Motul berkolaborasi dengan EMP untuk terlibat di ajang balap motor ketahanan FIM EWC World Endurance Championship
25 April 2026, 13:00 WIB
Changan memperkenalkan teknologi BlueCore Hybrid yang memiliki efisiensi dalam penggunaan bahan bakar
25 April 2026, 11:00 WIB
Lepas membawa beberapa produk unggulan dalam ajang Beijing Auto Show 2026, masing-masing adalah L4 dan L6
25 April 2026, 09:01 WIB
Marc Marquez dan Francesco Bagnaia mempunyai catatan apik meraih kemenangan dalam ajang MotoGP Spanyol 2026
25 April 2026, 08:56 WIB
Cargloss Group memasuki usia 40 tahun dan berganti kepemimpinan menuju masa depan lebih terintegrasi
24 April 2026, 20:33 WIB
Jetour Zongheng G700 jadi salah satu kandidat SUV PHEV baru di RI, mengisi kelas yang sama dengan Denza B5
24 April 2026, 17:30 WIB
Jetour G700 dan T2 i-DM dicoba oleh seluruh jurnalis dan influencer yang mengikuti ajang test drive eksklusif
24 April 2026, 15:00 WIB
Peraturan baru mengenai insentif EV tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 900.1.13.1/3764/SJ