Daftar Peserta PEVS 2025, Banyak Brand Asing
22 April 2025, 21:00 WIB
Digelar pada 22 - 31 juli mendatang, target PEVS 2022 dinyatakan sebesar Rp500 miliar dan berharap pada Aerobus
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Pameran kendaraan listrik PEVS 2022 akan menjadi literasi alat transportasi ramah lingkungan untuk masyarakat di Tanah Air. Selama 10 hari, acara tersebut akan menghadirkan berbagai teknologi terkini mengenai kendaraan listrik.
Dyandra Promosindo selaku penyelenggara mengatakan bahwa target PEVS 2022 mencapai Rp500 miliar. Menjadi menarik, karena besarannya angka di atas tidak sejalan dengan peserta.
Artinya peserta pameran tidak terdapat merek-merek besar asal Jepang. Sekalipun ada merek China yang bermodal besar yakni Wuling, namun mereka menyatakan tidak akan memasarkan produknya.
Wuling Air EV baru dibuka keran pemesanannya kemarin (11/07) dipastikan belum dipasarkan pada PEVS 2022. Mobil listrik mungil mereka baru resmi dijual pada kuartal 4 tahun ini.
“Untuk transaksi pada pameran kendaraan listrik pertama yang digelar oleh Periklindo ini, kami canangkan dapat menyentuh Rp500 miliar,” kata Rudi MF, Project Manager PEVS (Periklindo Electric Vehicle Show) 2022 di Jakarta (11/07).
Seperti disebutkan di atas, target transaksi terdengar cukup fantastis. Namun Hendra Noor Saleh selaku Project Director PEVS 2022 menyatakan angka tersebut cukup rasional.
“Sebenarnya angka Rp500 miliar tidak terlalu besar, karena meskipun belum banyak yang bisa melakukan penjualan namun terdapat satu peserta cukup besar. Aerobus itu menawarkan Skytrain yang nilainya cukup besar,” ucap pria yang akrab disapa Kohen.
Baca juga : Pameran Kendaraan Listrik PEVS 2022 Diramaikan 50 Brand
Lebih lanjut skytrain atau kereta gantung yang ditawarkan Aerobus merupakan teknologi dari Amerika Serikat dan telah dibeli oleh China. Mereka menawarkan alat transportasi dan mengandalkan baterai di dalamnya.
Kepada TrenOto, Aswen S Utomo selaku Presiden Direktur PT Aerobus Skytrain mengatakan bahwa pihaknya menawarkan transportasi umum dengan beragam benefit.
“Aerobus tadinya mau produksi di Taiwan tapi saya tarik di sini, artinya akan produksi di Indonesia. Jarak paling idealnya 20 kilometer dan tidak perlu pembebasan tanah, hanya pada stasiunnya saja,” kata Aswen.
Dikatakan lebih lanjut bahwa biaya yang dibutuhkan untuk investasi Aerobus Skytrain lebih murah daripada LRT (Light Rapid Transit). LRT disebutkan membutuhkan investasi sekitar Rp60 miliar untuk 1 kilometer.
Logika sederhananya PEVS 2022 mengandalkan Aerobus untuk bisa mencapai target transaksi mereka. Aerobus sendiri diketahui tengah mengincar Surabaya dan Puncak, Bogor untuk membangun transportasi di sana.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 April 2025, 21:00 WIB
20 Maret 2025, 12:00 WIB
19 November 2024, 21:00 WIB
19 November 2024, 19:13 WIB
05 Mei 2024, 18:02 WIB
Terkini
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026
01 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif
01 April 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
01 April 2026, 06:00 WIB
Di awal April 2026, SIM keliling Jakarta tetap melayani pemohon yang ingin memperpanjang masa berlaku