Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Pengamat otomotif menilai bahwa mobil listrik tidak sepenuhnya bebas emisi karbon yang dianggap mencemari udara
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Selama ini mobil listrik dianggap sebagai satu-satunya cara untuk menciptakan lingkungan bersih dari polusi. Namun Cyrillus Harinowo, bankir dan ahli moneter memiliki pandangan berbeda yang ia tuangkan dalam buku berjudul ‘Multi-pathway for Car Electrification’.
Penyusunan buku ia lakukan setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada 2020 menyatakan negaranya bakal melarang penjualan mobil konvensional pada 2030. Dalam kebijakan tersebut, pihaknya hanya akan membolehkan EV.
“Satu pernyataan Boris Johnson itu membuat saya berpikir bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak akan bisa kembali lagi atau irreversible. Sementara masyarakat Indonesia sendiri belum sepenuhnya paham mengenai itu,” ungkap Cyrillus pada acara Beyond Zero: Mobilitas untuk Netralitas Karbon di IIMS 2025.
Tak hanya itu, dirinya juga menilai bahwa EV sebenarnya tidak sepenuhnya bebas emisi. Terlebih Indonesia kebanyakan menggunakan bahan bakar fosil sebagai pembangkit listrik.
“Bicara mengenai penggunaan BEV saat ini, kendaraanya mungkin Zero Emission. Namun ketika ingin mengisi daya baterai sumber listriknya 80 persen masih berasal dari pembangkit yang digerakan oleh bahan bakar fosil,” ungkapnya.
Kondisi tersebut artinya teknologi itu sebetulnya masih mengeluarkan emisi karbon 87 persen. Angka yang cukup besar dan harus menjadi perhitungan.
Dirinya juga menyoroti berbagai perkembangan teknologi mutakhir sektor otomotif dalam upaya mengikis karbon.
“Pada kenyataannya, upaya dekarbonisasi sektor otomotif memang serempak dilakukan secara global. Hanya saja transisi menuju mobil listrik tidaklah mudah terutama di negara berkembang seperti Indonesia karena infrastruktur pengisian baterai masih terbatas sementara tuntutan mengurangi emisi gas rumah kaca meningkat,” kata Cyrillus.
Oleh sebab itu banyak produsen termasuk Toyota mulai mengembangkan Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebagai langkah awal sebelum beralih sepenuhnya ke mobil listrik. Langkah tersebut dianggap sebagai solusi dari stagnasi dekarbonisasi jika selalu mengandalkan penetrasi EV.
Brazil pun dinilai sebagai contoh tepat karena mereka telah mengadopsi penggunaan bioetanol industri gula sebagai bahan bakar kendaraan. Penggunaan bahan bakar tersebut berpotensi mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi, yang merupakan penyumbang utama emisi karbon.
Dengan populasi besar dan peningkatan kesadaran lingkungan meningkat, Brazil memiliki potensi untuk berkembang dalam industri mobil listrik.
Sementara Indonesia, dengan mempertimbangkan kemunculan tren ragam teknologi dalam dekarbonisasi memiliki peluang menguasai rantai pasok kendaraan berteknologi listrik dan mesin flexy. Negara pun dapat memanfaatkan cadangan nikel guna memproduksi baterai yang diperlukan untuk EV serta hybrid.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 18:48 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia