7 Merek Mobil Listrik Terlaris Juli 2025, BYD Tetap Perkasa

BYD masih perkasa merajai 7 merek mobil listrik terlaris di Indonesia pada Juli 2025 dengan mengalahkan Aion

7 Merek Mobil Listrik Terlaris Juli 2025, BYD Tetap Perkasa
Satrio Adhy

KatadataOTOBYD masih belum terkalahkan dalam 7 merek mobil listrik terlaris di Indonesia. Seperti terjadi pada bulan lalu atau Juli 2025.

Mengolah data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), manufaktur asal Cina tersebut memimpin pasar Electric Vehicle (EV).

Menurut data Gaikindo, BYD berhasil mengirimkan mobil listrik dari diler ke konsumen (retail sales) mencapai 2.827 unit. Naik dari sebelumnya 2.172 unit di Juni 2025.

Melihat data di atas, ada sejumlah faktor kenapa BYD mampu merajai merek mobil listrik terlaris di Indonesia. Salah satunya karena mereka menyediakan beragam produk.

BYD
Photo : KatadataOTO

Mulai dari BYD Dolphin, Atto 3, Seal hingga Sealion. Seluruhnya dipasarkan dengan banderol sangat kompetitif.

Jadi konsumen dapat menyesuaikan dengan kemampuan finansial ketika ingin membeli kendaraan roda empat setrum milik BYD.

Ditambah BYD baru saja meluncurkan Atto 1 dengan banderol terendah Rp 195 juta. Bisa menjadi salah satu opsi bagi pembeli first car buyer.

Dengan begitu penjualan mobil listrik BYD di bulan-bulan berikutnya diprediksi bakal semakin meroket.

Di sisi lain Aion menyusul sang kompatriot setelah berhasil meniagakan 771 mobil listrik sepanjang bulan lalu.

Tak ketinggalan Denza melengkapi tiga besar. Jenama asal Tiongkok tersebut berhasil menjual 423 EV di Juli 2025.

Tepat di bawahnya bertengger Geely usai mencatatkan retail sales sebanyak 213 unit pada Juli 2025. Kemudian diuntit oleh Xpeng dengan 56 unit.

Sementara itu Neta yang tengah bergelut dengan masalah keuangan, masih sanggup menjual 31 mobil listrik di Tanah Air pada Juli 2025.

Secara keseluruhan, retail sales mobil listrik di Indonesia sepanjang Juli 2025 berada di level 4.336 unit. Lebih tinggi sedikit dari Juni yang hanya 4.257 unit.

Berikut katadataOTO rangkumkan 7 merek mobil listrik terlaris di Indonesia pada Juli 2025 berdasarkan data dari Gaikindo.

7 Merek Mobil Listrik Terlaris Juli 2025

Menakar Kelanjutan Insentif Mobil Listrik Impor di RI Tahun Depan
Photo : KatadataOTO

Juli

  1. BYD: 2.827 unit
  2. Aion: 771 unit
  3. Denza: 423 unit
  4. Geely: 213 unit
  5. Xpeng: 56 unit
  6. Neta: 31 unit
  7. Seres: 15 unit
  • Total: 4.336 unit

Juni

  1. BYD: 2.172 unit
  2. Denza: 1.128 unit
  3. Aion: 747 unit
  4. Geely: 132 unit
  5. Neta: 58 unit
  6. Seres: 20 unit
  7. Xpeng: 0 unit
  • Total: 4.257 unit

Terkini

mobil
Pertalite, Pertamina

Pembatasan Pembelian Pertalite Dimulai Hari Ini

Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi

motor
Yamaha AEROX

Yamaha AEROX ALPHA Hadirkan Warna dan Grafis Terbaru

Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing

news
Harga BBM

Harga BBM Pertamina di April 2026, Pertalite dan Pertamax Tetap

Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 1 April 2026, Siapkan Rute Alternatif

Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif

news
Sim keliling bandung

Catat Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung di Awal April 2026

Demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini

news
SIM Keliling Jakarta

Syarat dan Biaya SIM Keliling Jakarta Hari Ini Rabu 1 April 2026

Di awal April 2026, SIM keliling Jakarta tetap melayani pemohon yang ingin memperpanjang masa berlaku

mobil
Chery QQ3 EV

Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan

Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan

mobil
Mobil listrik

Harga Naik, Penjualan Mobil Listrik CKD Terancam Stagnan

Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan