Susul Avanza, Harga Toyota Innova Zenix Naik di Awal Tahun
15 Januari 2026, 15:00 WIB
Tuai respons positif di Indonesia, mobil hybrid murah dinilai bisa bantu mendongkrak penjualan di Indonesia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Minat terhadap lini elektrifikasi kendaraan roda empat di Indonesia menunjukkan tren positif, khususnya mobil hybrid.
Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) mobil hybrid tembus 6.258 unit di Juli 2025.
Sedangkan mobil listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV) berada di angka 5.531 unit, meskipun sebelumnya mencapai 6.302 unit.
Di lain sisi, mobil hybrid jenis plug-in alias PHEV mengalami penurunan di Juli 2025 menjadi 347 unit. Padahal sebelumnya mencapai 1.237 unit.
Tetapi jadi hal wajar mengingat PHEV belum terbilang populer di dalam negeri. Sebab dalam operasionalnya masih memerlukan pengisian daya layaknya mobil listrik.
Namun kehadiran mobil hybrid harga kompetitif bisa menjadi solusi. Menurut ekonom, Hybrid Electric Vehicle (HEV) bisa menawarkan efisiensi biaya dan total cost of ownership terjangkau.
“Penjualan murni ICE melemah, sementara hybrid dan Electric Vehicle (EV) mengambil momentum,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO, Senin (11/08).
Sementara penjualan Low Cost Green Car (LCGC) yang sebelumnya jadi andalan justru anjlok.
Melihat hal tersebut, Josua menilai mobil hybrid murah menjadi salah satu solusi untuk membantu menaikkan penjualan.
“Dorong varian hybrid non-premium yang menghemat BBM, menjawab total cost of ownership,” ucap dia.
Bicara soal mobil hybrid murah, sekarang pendatang baru mulai hadir meramaikan pasar dengan desain yang semakin bervariasi.
Ada Suzuki Fronx dibanderol Rp 270 jutaan. Model itu menggunakan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) seperti telah diterapkan di Ertiga maupun XL7.
Kemudian Daihatsu Rocky Hybrid di angka Rp 290 jutaan. Dari Tiongkok ada Chery Tiggo Cross Hybrid seharga Rp 300 jutaan.
“Dengan bauran ini ditambah kebijakan pemerintah yang tepat sasaran, saya melihat ruang perbaikan permintaan mobil pada kuartal keempat 2025 dan pijakan lebih solid untuk pemulihan 2026,” tegas Josua.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Januari 2026, 15:00 WIB
15 Januari 2026, 09:00 WIB
14 Januari 2026, 09:00 WIB
13 Januari 2026, 17:00 WIB
13 Januari 2026, 14:04 WIB
Terkini
15 Januari 2026, 21:34 WIB
BYD hadirkan Sirkuit All-Terrain untuk membuktikan ketangguhan teknologi kendaraan listrik yang mereka kembangkan
15 Januari 2026, 19:00 WIB
FIM menetapkan aturan baru terkait prosedur menyalakan motor pasca kecelakaan di tengah balapan MotoGP
15 Januari 2026, 17:00 WIB
Valentino Rossi percaya Desmosedici milik Ducati masih akan kompetitif usai peraturan MotoGP 2027 dijalankan
15 Januari 2026, 16:00 WIB
Insiden mobil listrik terbakar tidak semata-mata disebabkan oleh baterai, berikut analisa EVSafe Indonesia
15 Januari 2026, 15:00 WIB
Menurut informasi yang dihimpun, Toyota Innova Zenix paling murah dipasarkan dengan banderol Rp 437,3 jutaan
15 Januari 2026, 14:00 WIB
Harga Hyundai Ioniq 5 langsung terkerek tinggi dibandingkan tahun lalu, sehingga bisa memberatkan konsumen
15 Januari 2026, 13:00 WIB
MG Motor Indonesia menggelar program penawaran menarik untuk konsumen setia di Tanah Air di awal 2026
15 Januari 2026, 12:00 WIB
Airlangga mengaku tengah melakukan evaluasi insentif otomotif untuk di 2026 agar industri bisa tetap berjalan