Praktisi Tanggapi Kecelakaan McLaren: Modal Nyetir Saja Tak Cukup
11 Juli 2026, 07:00 WIB
Kakorlantas menyebut bahwa penyebab utama kecelakaan saat mudik Lebaran adalah kelelahan karena kurang istirahat
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Irjen Pol. Firman Shantyabudi, Kakorlantas menyebut bahwa penyebab utama kecelakaan saat mudik Lebaran adalah kelelahan. Untuk itu dirinya meminta kepada para pemudik menjaga dan memperhatikan kondisi badan.
Ia pun meminta kepada para pengemudi untuk tidak memaksakan diri terus mengemudi bila merasa lelah. Menurutnya istirahat yang cukup sangat penting dilakukan agar dapat selamat sampai tujuan.
"Kalau berasumsi berangkat dari Jakarta, apalagi dari Sumatera, umpamanya, makin mendekat ke arah Timur itu tingkat kelemahan makin tinggi," ungkap Firman.
Ia pun mengingatkan bahwa pengemudi harus dapat bereaksi dalam hitungan detik agar terhindar dari kecelakaan. Sebagai contoh, mobil yang bergerak dengan kecepatan 36 km per jam maka tiap detiknya akan menempuh 10 meter.
“Oleh karena itu jika pengemudi tiba-tiba kehilangan kesadaran, hanya dalam hitungan detik dapat terjadi kesalahan dalam mengemudi karena ada mobil lain masuk lajur dan sebagainya. Jadi, penting bugar pada saat mengemudi," ujarnya.
Jenderal bintang dua tersebut pun menyarankan kepada pemudik untuk membawa sopir cadangan. Jika tidak ada, diimbau agar berhenti dan beristirahat di rest area yang telah disediakan.
Tak hanya itu Ia juga menyarankan pada pengemudi agar beristirahat setiap 2 hingga 3 jam sekali. Tujuannya adalah agar kondisi badan terjaga sehingga terhindar dari kecelakaan lalu lintas.
Para pemudik yang tetap melaksanakan ibadah puasa pun sebaiknya tak sembarangan menyantap makanan saat sahur. Pasalnya mereka harus tetap berkonsentrasi sepanjang perjalanan.
“Konsentrasi dapat terganggu bila seseorang merasa lapar dan haus. Agar bisa menghindari hal tersebut, orang berpuasa sebaiknya saat sahur mengonsumsi makanan yang mampu memberikan asupan energi lebih stabil, rasa kenyang lebih lama namun tetap memperhatikan keseimbangan zat gizi,” Okta Setya Asmaji, Ahli Gizi RSUD Pasar Rebo.
Menurutnya ada banyak jenis makanan untuk pemudik saat sahur seperti nasi merah, roti gandum atau sereal gandum. Panganan tersebut mengandung serat tinggi sehingga lambat dicerna dan membuat rasa kenyang menjadi lebih lama.
Mengonsumsi kurma saat sahur juga bisa menghindari lapar di siang hari. Buah tersebut dinilai memiliki serat tinggi serta sukrosa alami sehingga dapat menjadi cadangan energi dalam tubuh.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 Juli 2026, 07:00 WIB
29 Maret 2026, 11:44 WIB
11 Maret 2026, 09:00 WIB
03 Februari 2026, 13:00 WIB
03 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda
30 September 2026, 22:20 WIB
Shell Lubricants berhasil mempertahankan prestasinya dalam penjualan yan berada di puncak selama dua dekade
30 September 2026, 20:53 WIB
Astra Daihatsu Motor mengklaim berhasil mencatatkan penjualan 4.156 baru di Solo, Semarang dan sekitarnya
30 September 2026, 17:00 WIB
Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade
30 September 2026, 15:34 WIB
Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan
30 September 2026, 07:00 WIB
IMX 2026 kembali akan berlangsung pada 9-11 Oktober dan diramaikan dengan mobil-mobil modifikasi ikonik