Hati-Hati Pencurian Catalytic Converter, Lebih Mahal dari Emas

Catalytic Converter kerap dicuri karena memliki kandungan material yang lebih mahal daripada emas sekalipun

Hati-Hati Pencurian Catalytic Converter, Lebih Mahal dari Emas
Arie Prasetya

KatadataOTO – Kasus pencurian Catalytic Converter memang masih belum terdengar di Indonesia. Baru Amerika Serikat yang memiliki laporan maraknya pencurian suku cadang tersebut.

Catalytic Converter berfungsi untuk mengurangi emisi gas buang yang dihasilkan oleh mesin kendaraan seperti hidrokarbon (HC), nitrogen oksida (Nox), karbon monoksida (CO) dan beberapa kandungan berbahaya lain.

Salah satu puncak kejadian pencurian ini merenggut nyawa aktor Johny Wactor pada Mei 2024 lalu. Ia tewas mengenaskan setelah ditembak segerombolan pencuri Catalytic Converter, saat itu Johny memergoki aksi mereka.  

Sebagai catatan, menurut National Insurance Crime Bureau tahun 2023 di Amerika Serikat terjadi 27.609 kasus pencurian Catalytic Converter di AS dan setengahnya ada di California. Memang cenderung ada penurunan lebih dari 64.700 kasus jika dibandingkan 2022, namun disebut kejadian pencurian Catalytic Converter naik empat kali lipat sejak 2020.

Tanda volume oli mesin berkurang keluar asap putih dari knalpot
Photo : trenoto

Catalytic Converter sang penyaring emisi gas buang bisa membuat udara lebih aman untuk dihirup. Badan Perlindungan Lingkungan AS menyebut suku cadang ini menjadi salah satu penemuan lingkungan terbesar sepanjang masa.

Menarik untuk ditelisik tentu mengapa benda ini begitu diincar pencuri malah sampai ada aksi nekat hingga menewaskan aktor di Amerika. Anda mungkin heran mengapa sebuah suku cadang menjadi incaran pencuri apalagi posisinya hanya pada bagian knalpot mobil yang jauh dari kata mewah.

Untuk diketahui, Catalytic Converter memiliki material berharga yakni tiga logam bernilai ekonomi tinggi yakni Paladium, Rhodium dan Platinum. Dua logam yang disebut pertama memiliki harga jauh lebih mahal dibandingkan emas.

knalpot brong
Photo : 123RF

Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat harga Paladium dan Rhodium mencapai US$ 5,000 atau sekitar Rp 75,7 juta. Jika dibandingkan emas, harga 1 ons ada di kisaran Rp 40 jutaan. Sementara platinum ada di kisaran US$ 1,000 atau sekitar Rp 15 jutaan.

Pihak berwajib di sana juga menyebutkan tidak terlalu sulit untuk menggasak Catalytic Converter, pencuri hanya perlu masuk ke kolong mobil (bisa dengan mendongkrak) lalu menggergajinya.

Mudah-mudahan apa yang terjadi di Amerika Serikat tidak akan berlangsung di Indonesia.


Terkini

news
Mobil pikap

Tak Perlu Impor, Menperin Sebut Indonesia Bisa Buat Pikap Mandiri

Agus Gumiwang Kartasasmita, Menperin mengatakan bahwa produksi pikap lokal mencapai satu juta unit per tahun

mobil
Gaikindo Tanggapi Impor Truk Pikap yang Tembus Ratusan Ribu Unit

Gaikindo Tanggapi Impor Truk Pikap yang Tembus Ratusan Ribu Unit

Impor truk pikap tahun ini tembus 105.000 unit, Gaikindo tegaskan industri dalam negeri masih mampu menyuplai

mobil
Impor Pikap

Indonesia Resmi Impor 105.000 Unit Pikap dari India

Ada 35.000 pikap dari Mahindra dan 70.000 unit lainnya dari Tata Motors diimpor secara utuh ke Indonesia

motor
Motor Baru

Pasar Motor Baru ASEAN Tembus 15 Juta Unit, Indonesia Mendominasi

Indonesia mampu berkontribusi cukup besar dalam pasar motor baru ASEAN, menyumbang sekitar 6,4 juta unit

motor
pemudik motor

Menhub Diminta Batasi Pemudik dengan Motor saat Lebaran 2026

DPR RI meminta Menhub untuk membuat kebijakan pelarangan mudik menggunakan sepeda motor di Lebaran 2026

mobil
Penjualan Mobil Mewah

Penjualan Mobil Mewah Januari 2026 Lesu, Volvo Turun Drastis

Mengawali 2026, penjualan mobil mewah tampak mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu

news
Ganijl Genap Puncak Bogor

Ganjil Genap Puncak Pertama di Bulan Ramadan 2026

Ganjil genap Puncak tetap diterapkan oleh kepolisian secara ketat meski sudah memasuki bulan Ramadan

mobil
GAC E8

GAC Aion Minat Luncurkan E8 Hybrid, Versi Ekonomis E9 PHEV

Alih-alih E9 PHEV, GAC Aion beri sinyal akan menghadirkan E8 Hybrid lebih dulu untuk konsumen Indonesia