Kepolisian Siapkan Strategi Baru Atasi Kemacetan Jakarta di 2026
02 Januari 2026, 08:00 WIB
Disnas Perhubungan akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mengatasi kemacetan di DKI Jakarta
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta tengah menyiapkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna mengatasi kemacetan di ibu kota. Pengembangan dilakukan dengan menggandeng pihak swasta yaitu Google Indonesia.
Emanuel Kristanto, Kepala Unit Pengelola Sistem Pengendalian Lalu Lintas Dishub Provinsi DKI Jakarta mengatakan bahwa teknologi tersebut akan beroprasi pada 2023. Cara kerjanya adalah dengan menganalisis beberapa titik di persimpangan pusat kemacetan.
“Kami tidak berharap kemacetannya akan langsung selesai. Tidak sampai sejauh itu, dari data analisis itu kami ingin mengetahui dan mengurai sumber kemacetan itu dari mana,” ungkapnya.
Dilansir dari Antara, teknologi kecerdasan yang digunakan adalah berupa machine learning serta cloud. Proyek tersebut bernama Green Light dan DKI Jakarta menjadi kota pertama di Asia Tenggara untuk memanfaatkan AI guna membantu menganalisis kondisi kemacetan kota.
Emanuel juga berharap teknologi tersebut bisa membantu masyarakat dalam efisiensi bahan bakar kendaraan serta membantu mengurangi polusi. Proyek ini sebelumnya sudah diterapkan di beberapa kota yang kerap menjadi titik kemacetan di negara-negara lain.
Salah satu kota yang berhasil menerapkan proyek ini adalah Bengalore, India. Efisiensi mobilitas di lokasi tersebut berhasil meningkat 20 persen dari kondisi kemacetan normal.
Keunggulan lain adalah teknologi yang digunakan tidak membutuhkan biaya tambahan saat beroperasi namun tetap mampu memberi rekomendasi terbaik.
"Teknologi AI memungkinkan Google menganalisis data tanpa sensor tambahan atau mengubah infrastruktur, sebelum mengirimkan rekomendasi ke dinas kota yang kemudian menerapkan cara-cara untuk mengoptimalkan pengaturan,” kata Yossi Matias, VP of Engineering and Research Google.
Kemacetan di DKI Jakarta memang telah mengalami peningkatan khususnya setelah pandemi Covid-19 membaik. Beragam rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mengatasi masalah, termasuk aturan ganjil genap dan contra flow.
Kebijakan tersebut terbilang positif karena kemacetan di Jakarta lebih terkendali. Hal ini terlihat dari hasil TomTom Index yang mencatat Jakarta di 2021 masuk ke posisi ke-46 termacet di dunia.
Kondisi itu bisa dibilang secara signifikan lebih baik mengingat pada 2017 Jakarta menempati posisi ke-4 kota termacet di dunia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 Januari 2026, 08:00 WIB
09 Oktober 2025, 07:00 WIB
25 September 2025, 07:57 WIB
18 September 2025, 08:00 WIB
16 September 2025, 07:00 WIB
Terkini
01 Oktober 2026, 07:00 WIB
Martin bertekad tampil maksimal di MotoGP Jepang 2026 dan mempertahankan tempatnya di klasemen sementara
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda
30 September 2026, 22:20 WIB
Shell Lubricants berhasil mempertahankan prestasinya dalam penjualan yan berada di puncak selama dua dekade
30 September 2026, 20:53 WIB
Astra Daihatsu Motor mengklaim berhasil mencatatkan penjualan 4.156 baru di Solo, Semarang dan sekitarnya
30 September 2026, 17:00 WIB
Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade
30 September 2026, 15:34 WIB
Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan