Kepolisian Siapkan Strategi Baru Atasi Kemacetan Jakarta di 2026
02 Januari 2026, 08:00 WIB
Kemacetan lalu lintas di TB Simatupang mulai menurun setelah galian di cepan Cibis Park rampung dikerjakan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) di kawasan TB Simatupang mulai rampung. Hal ini membuat lalu lintas di kawasan mulai mengalami perbaikan dari sebelumnya.
Salah satu galian yang sudah rampung pekerjaannya adalah manhole-4 (MH-4) di depan Cibis Park. Sehingga ruas jalan dapat dilalui kendaraan dengan normal dan mengurangi kemacetan lalu lintas.
“Pekerjaan di manhole-4, depan Cibis Park, telah selesai tepat waktu pada 7 Oktober 2025. Barrier sudah kami bongkar dan lalu lintas kembali lancar seperti semula,” ungkap Untung Suryadi, Direktur Utama Paljaya dilansir Antara (09/10).
Sementara pekerjaan di manhole-7 (MH-7) yang berada di depan SPBU TB Simatupang masih berlanjut. Namun galian tersebut ditargetkan rampung pada 25 Oktober 2025.
“Progres di manhole-7 berjalan baik dan area tersebut tidak semacet manhole-4 sehingga dampak lalu lintas relatif lebih ringan,” kata Untung.
Meski demikian, proyek ini akan berlanjut hingga Juni 2026. Paljaya memastikan seluruh pekerjaan itu dilakukan dengan memperhatikan keselamatan, kelancaran lalu lintas dan keberlanjutan lingkungan.
Sebelumnya diberitakan bahwa jalan TB Simatupang mengalami kemacetan parah akibat adanya galian proyek dari Paljaya. Kondisi itu menyebabkan pemerintah DKI Jakarta harus melakukan beberapa rekayasa lalu lintas.
Salah satunya adalah digunakannya bahu jalan tol JORR untuk menambah lajur dari ruas arteri. Dengan demikian diharapkan lalu lintas bisa lebih lancar.
Rekayasa ini pun tidak berlaku 24 jam karena masyarakat hanya bisa menikmatinya pada pukul 17.00 WIB hingga 20.00 WIB. Waktu tersebut dipilih karena merupakan puncak kepadatan di kawasan TB Simatupang.
Agar lebih efektif, maka kendaraan yang diperbolehkan melintas pun hanya mobil. Motor serta truk harus lewat jalur eksisting sehingga konsentrasi kepadatan dapat terpecah.
Rencananya kebijakan bakal berlangsung hingga akhir Oktober 2025 karena dinilai cukup efektif dalam mengurangi kemacetan. Bahkan rata-rata ada 600 kendaraan per hari yang melewati ruas tambahan.
Angka tersebut berdampak signifikan dalam mengurangi kepadatan lalu lintas, baik di ruas tol maupun di sepanjang jalan TB Simatupang.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 Januari 2026, 08:00 WIB
28 Desember 2025, 13:00 WIB
21 Desember 2025, 07:00 WIB
27 Oktober 2025, 07:00 WIB
25 September 2025, 07:57 WIB
Terkini
26 Juli 2026, 22:05 WIB
IDRS ingin meningkatkan standar keselamatan pengujian pada setiap motor baru yang ada dipasarkan di Tanah Air
26 Juli 2026, 16:28 WIB
Apabila dikembangkan di masa mendatang, Geely membuka peluang menghadirkan Lynk & Co ke pasar Indonesia
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia