Mengenal IDRS, Inisiasi Pemeringkatan Keselamatan Motor di RI
11 Juni 2026, 09:30 WIB
Untuk menentukan tingkat keselamatan sebuah kendaraan, ASEAN NCAP menilai beberapa faktor yang dinilai penting
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Seluruh pabrikan kendaraan tentu berharap untuk bisa memberi perlindungan pada pelanggannya. Oleh sebab itu, sejumlah fitur keselamatan telah disematkan guna mengurangi risiko terjadinya kecelakaan.
Namun untuk memastikan seluruh fitur di dalam kendaraan bisa optimal diperlukan pengujian dengan beragam metode termasuk Crash Test. Di Asia Tenggara, ASEAN NCAP menjadi salah satu lembaga yang biasa melakukannya.
Dalam pengujian, ASEAN NCAP berfokus pada empat penilaian yaitu Adult Occopant Protection (AOP), Children Occopant Protection (COP), Safety Assist (SA) dan Motorcyclist Safety (MS).
“Teknis pelaksanaannya adalah dengan melakukan uji tabrak depan, samping dan fungsional dari perangkat safety keselamatan. Kemudian dilihat dampaknya terhadap dummy yang terpasang di dalamnya,” ungkap Adrianto Sugiarto Wiyono, Technical Commitee ASEAN NCAP pada KatadataOTO (12/09).
Jila terjadi benturan akibat tabrakan maka sensor di dalam dummy akan mencatat kekuatan benturan tersebut. Kekuatannya akan dibandingkan dengan kemampuan manusia untuk menerimanya.
“Kemudian akan diberikan kategori warna hijau bila aman, kuning, jingga hingga merah yang artinya tidak aman atau fatalitas,” ungkapnya.
Dalam masing-masing pengujian pun ada nilai-nilai buat diberikan pada mobil.
Untuk AOP akan ada tiga penilaian yaitu Frontal, Side serta HPT Evaluation dengan total 32 poin. Pengujian ini memiliki bobot 40 persen.
Kemudian COP akan menguji lima hal yaitu Frontal, Side, CRS Installation, Vehicle Based Assessment setta Presence Detection. Total poin yang bisa didapatkan adalah 51 dan memiliki bobot 20 persen dari keseluruhan tes.
Berikutnya adalah penilaian dari Safety Assist yang ditentukan dari tujuh hal yaitu EBA, Safety Belt Reminde (SBR) Front), SBR Rear, SBR Rear Advanced, AEB City,AEB Inter Urban hingga Advanced SAT. Total poin buat didapatkan adalah 21 dan memiliki bobot penilaian 20 persen.
Keempat adalah Motorcyclist Safety, di dalamnya ada BSD/BSV. Rear View Technology, AHB, Pesestrian Protection serta Advance MST. Total nilai yang bisa diraih adalah 16 dan bobot penilaian 20 persen.
Ia pun mengungkap bahwa mendapatkan lima bintang keselamatan atau nilai tertinggi sebenarnya tidak sulit. Pasalnya metode pengujian bisa dilihat langsung di situs resmi sehingga pelaku industru tinggal menyesuaikannya dengan baik.
“Banyak juga fitur keselamatan yang sebenarnya sepele namun tidak tersedia pada kendaraan sehingga harus kehilangan nilai. Misalnya wajib airbag, tidak memasang SBR (Safety Belt Reminder) dan sebagainya,” tambahnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 Juni 2026, 09:30 WIB
22 Januari 2026, 14:10 WIB
07 Januari 2026, 13:00 WIB
18 November 2025, 11:00 WIB
15 November 2025, 09:00 WIB
Terkini
08 September 2026, 19:00 WIB
Robot humanoid AiMOGA yang dikembangkan oleh Chery Group sudah masuk ke pasar internasional hingga 60 negara
08 September 2026, 16:50 WIB
SUV masih jadi salah satu favorit konsumen, Xpeng GX tuai respons positif sejak debut di RI beberapa waktu lalu
08 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi menyuguhkan banyak kegiatan menarik yang mencuri perhatian masyarakat
08 September 2026, 07:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS Bandung 2026 akan menampilkan sekitar 42 kendaraan yang bisa dicoba langsung pengunjung
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima tempat berbeda hari ini, simak lokasi dan biayanya
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pengendara motor dan mobil
07 September 2026, 21:43 WIB
Chery Q menjadi mobil listrik pendatang baru yang menawarkan berbagai fitur kekinian kepada para konsumen
07 September 2026, 12:34 WIB
Gelaran Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi wadah untuk anak bersama keluarga menikmati akhir pekan