Bahaya Door Handle Elektrik Patut Jadi Perhatian Produsen EV
22 Januari 2026, 14:10 WIB
Untuk menentukan tingkat keselamatan sebuah kendaraan, ASEAN NCAP menilai beberapa faktor yang dinilai penting
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Seluruh pabrikan kendaraan tentu berharap untuk bisa memberi perlindungan pada pelanggannya. Oleh sebab itu, sejumlah fitur keselamatan telah disematkan guna mengurangi risiko terjadinya kecelakaan.
Namun untuk memastikan seluruh fitur di dalam kendaraan bisa optimal diperlukan pengujian dengan beragam metode termasuk Crash Test. Di Asia Tenggara, ASEAN NCAP menjadi salah satu lembaga yang biasa melakukannya.
Dalam pengujian, ASEAN NCAP berfokus pada empat penilaian yaitu Adult Occopant Protection (AOP), Children Occopant Protection (COP), Safety Assist (SA) dan Motorcyclist Safety (MS).
“Teknis pelaksanaannya adalah dengan melakukan uji tabrak depan, samping dan fungsional dari perangkat safety keselamatan. Kemudian dilihat dampaknya terhadap dummy yang terpasang di dalamnya,” ungkap Adrianto Sugiarto Wiyono, Technical Commitee ASEAN NCAP pada KatadataOTO (12/09).
Jila terjadi benturan akibat tabrakan maka sensor di dalam dummy akan mencatat kekuatan benturan tersebut. Kekuatannya akan dibandingkan dengan kemampuan manusia untuk menerimanya.
“Kemudian akan diberikan kategori warna hijau bila aman, kuning, jingga hingga merah yang artinya tidak aman atau fatalitas,” ungkapnya.
Dalam masing-masing pengujian pun ada nilai-nilai buat diberikan pada mobil.
Untuk AOP akan ada tiga penilaian yaitu Frontal, Side serta HPT Evaluation dengan total 32 poin. Pengujian ini memiliki bobot 40 persen.
Kemudian COP akan menguji lima hal yaitu Frontal, Side, CRS Installation, Vehicle Based Assessment setta Presence Detection. Total poin yang bisa didapatkan adalah 51 dan memiliki bobot 20 persen dari keseluruhan tes.
Berikutnya adalah penilaian dari Safety Assist yang ditentukan dari tujuh hal yaitu EBA, Safety Belt Reminde (SBR) Front), SBR Rear, SBR Rear Advanced, AEB City,AEB Inter Urban hingga Advanced SAT. Total poin buat didapatkan adalah 21 dan memiliki bobot penilaian 20 persen.
Keempat adalah Motorcyclist Safety, di dalamnya ada BSD/BSV. Rear View Technology, AHB, Pesestrian Protection serta Advance MST. Total nilai yang bisa diraih adalah 16 dan bobot penilaian 20 persen.
Ia pun mengungkap bahwa mendapatkan lima bintang keselamatan atau nilai tertinggi sebenarnya tidak sulit. Pasalnya metode pengujian bisa dilihat langsung di situs resmi sehingga pelaku industru tinggal menyesuaikannya dengan baik.
“Banyak juga fitur keselamatan yang sebenarnya sepele namun tidak tersedia pada kendaraan sehingga harus kehilangan nilai. Misalnya wajib airbag, tidak memasang SBR (Safety Belt Reminder) dan sebagainya,” tambahnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 Januari 2026, 14:10 WIB
07 Januari 2026, 13:00 WIB
18 November 2025, 11:00 WIB
15 November 2025, 09:00 WIB
28 Oktober 2025, 07:00 WIB
Terkini
26 Maret 2026, 20:07 WIB
Meningkatnya harga BBM karena perang Iran, mendorong masyarakat beralih menggunakan mobil listrik saat ini
26 Maret 2026, 17:00 WIB
Mitsubishi Xpander Hybrid facelift resmi meluncur di Thailand dengan beragam ubahan dari sisi teknologi dan fitur
26 Maret 2026, 15:00 WIB
Kepolisian ungkap masih banyak pemudik belum kembali ke Jakarta yang berpotensi sebabkan kemacetan di akhir pekan
26 Maret 2026, 13:00 WIB
Desain mobil identik dengan BYD Atto 3 Facelift terdaftar di laman DJKI, ada sejumlah ubahan eksterior
26 Maret 2026, 11:00 WIB
Kebijakan WFH yang akan dijalankan disebut bisa mengurangi konsumsi BBM hingga 20 persen di tengah perang Iran
26 Maret 2026, 09:00 WIB
Kepolisian akhirnya resmi hentikan operasi Ketupat 2026 yang sudah dilaksanakan selama 13 tanpa henti
26 Maret 2026, 07:00 WIB
Sekitar 60 ribu unit SUV Hyundai Palisade ditarik kembali atau recall karena ada kendala pada power seat
26 Maret 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta tetap diberlakukan meski pemerintah tengah menerapkan Work From Anywhere