Penjualan Mitsubishi L100 EV di 2025, Diminati di Perkotaan
12 Februari 2026, 18:00 WIB
Gagang pintu atau door handle elektrik modern pada EV dapat mempersulit evakuasi penumpang saat kecelakaan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu, satu insiden kecelakaan melibatkan mobil listrik Tesla Cybertruck di Amerika Serikat yang tengah ditumpangi oleh empat orang penumpang remaja.
Namun hanya satu orang yang berhasil selamat. Kecelakaan ini jadi sorotan sebab sebenarnya bisa diantisipasi.
Diketahui Tesla Cybertruck tersebut menabrak pohon dan terlihat ada api muncul dari mobil, diduga dari baterai. Keempat remaja di kabin masih dalam kondisi baik.
Sayangnya ketika api membesar, semua penumpang di kabin tidak bisa keluar lantaran gagang pintu tak dapat berfungsi imbas tabrakan itu.
Mengingat gagang pintu beroperasi secara elektrik, komponen itu tidak dapat digunakan saat arus listrik terputus. Pintu juga tak bisa dibuka dari luar kendaraan.
Ada satu kabel yang berfungsi sebagai alternatif untuk membuka pintu belakang dalam kondisi darurat, namun letaknya cukup tersembunyi.
Di Indonesia, sejumlah Electric Vehicle (EV) keluaran terkini mulai menggunakan gagang pintu elektrik model flush.
Meskipun mempercantik tampilan mobil, gagang pintu tersembunyi berpotensi menyulitkan proses evakuasi dari luar kendaraan saat terlibat kecelakaan.
Perwakilan lembaga pengujian keselamatan kendaraan ASEAN NCAP pun buka suara menanggapi hal tersebut.
“Hal ini mungkin dapat menjadi referensi untuk penelitian di masa depan untuk dijadikan protokol uji,” kata Adrianto Sugiarto Wiyono, Technical Committee ASEAN NCAP kepada KatadataOTO, Rabu (21/01).
Ia mengungkapkan standar uji ASEAN NCAP belum sampai ke penilaian kemudahan akses apabila terjadi kecelakaan.
Terlebih kasus di mana pengemudi dan penumpang terjebak di kendaraan setelah kecelakaan terjadi tidaklah banyak.
Selama kaca mobil bisa dibuka atau dipecahkan, maka proses evakuasi masih bisa dimudahkan.
Di masa mendatang manufaktur perlu memperhatikan faktor-faktor tersebut dalam mendesain kendaraan. Harapannya kecelakaan serupa Tesla Cybertruck di AS itu bisa diantisipasi.
“Ini juga perlu kajian lebih lanjut. Kendaraan akan diukur keselamatannya pada saat crash atau post crash,” tegas dia.
Pabrikan khususnya manufaktur mobil listrik, bisa melakukan penyesuaian desain dengan memperhatikan keselamatan penumpang di kabin.
Khususnya buat produsen mobil listrik. Sebab risiko kebakaran akibat baterai pada EV cukup tinggi, lalu apinya sulit dipadamkan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Februari 2026, 18:00 WIB
12 Februari 2026, 11:00 WIB
11 Februari 2026, 19:00 WIB
11 Februari 2026, 13:00 WIB
11 Februari 2026, 12:00 WIB
Terkini
13 Februari 2026, 15:08 WIB
Trac menyiapkan setidaknya 1.500 unit untuk armada sewa mobil selama musim mudik Lebaran dari LCGC sampai MPV
13 Februari 2026, 14:00 WIB
Ganjil genap Puncak digelar kembali untuk atasi kepadatan sehingga pengunjung disarankan siapkan jalur alternatif
13 Februari 2026, 13:04 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dikatakan mulai diproduksi secara penuh sejak Januari 2026, sehingga pengiriman dimulai
13 Februari 2026, 12:00 WIB
Kemenperin mengaku akan tetap memberikan insentif fiskal demi menggairahkan pasar mobil LCGC pada tahun ini
13 Februari 2026, 11:00 WIB
Geely EX5 didiskon Rp 26 juta selama IIMS 2026 untuk menarik minat pengunjung yang hendak mencari mobil listrik
13 Februari 2026, 09:00 WIB
SMK dan Studds Helmets Indonesia meluncurkan produk terbarunya yang inovatif dan nyaman dipakai harian
13 Februari 2026, 08:00 WIB
Honda berusaha untuk membangun kepercayaan para konsumen di Tanah Air terhadap lini motor listrik mereka
13 Februari 2026, 07:00 WIB
Skema DP rendah LCGC di IIMS 2026 bisa jaring SPK yang punya peluang batal atau tak sampai ke pengiriman unit