Flash Charging BYD Hanya Ekstra Cepat Untuk Model Terbaru
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Gagang pintu atau door handle elektrik modern pada EV dapat mempersulit evakuasi penumpang saat kecelakaan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu, satu insiden kecelakaan melibatkan mobil listrik Tesla Cybertruck di Amerika Serikat yang tengah ditumpangi oleh empat orang penumpang remaja.
Namun hanya satu orang yang berhasil selamat. Kecelakaan ini jadi sorotan sebab sebenarnya bisa diantisipasi.
Diketahui Tesla Cybertruck tersebut menabrak pohon dan terlihat ada api muncul dari mobil, diduga dari baterai. Keempat remaja di kabin masih dalam kondisi baik.
Sayangnya ketika api membesar, semua penumpang di kabin tidak bisa keluar lantaran gagang pintu tak dapat berfungsi imbas tabrakan itu.
Mengingat gagang pintu beroperasi secara elektrik, komponen itu tidak dapat digunakan saat arus listrik terputus. Pintu juga tak bisa dibuka dari luar kendaraan.
Ada satu kabel yang berfungsi sebagai alternatif untuk membuka pintu belakang dalam kondisi darurat, namun letaknya cukup tersembunyi.
Di Indonesia, sejumlah Electric Vehicle (EV) keluaran terkini mulai menggunakan gagang pintu elektrik model flush.
Meskipun mempercantik tampilan mobil, gagang pintu tersembunyi berpotensi menyulitkan proses evakuasi dari luar kendaraan saat terlibat kecelakaan.
Perwakilan lembaga pengujian keselamatan kendaraan ASEAN NCAP pun buka suara menanggapi hal tersebut.
“Hal ini mungkin dapat menjadi referensi untuk penelitian di masa depan untuk dijadikan protokol uji,” kata Adrianto Sugiarto Wiyono, Technical Committee ASEAN NCAP kepada KatadataOTO, Rabu (21/01).
Ia mengungkapkan standar uji ASEAN NCAP belum sampai ke penilaian kemudahan akses apabila terjadi kecelakaan.
Terlebih kasus di mana pengemudi dan penumpang terjebak di kendaraan setelah kecelakaan terjadi tidaklah banyak.
Selama kaca mobil bisa dibuka atau dipecahkan, maka proses evakuasi masih bisa dimudahkan.
Di masa mendatang manufaktur perlu memperhatikan faktor-faktor tersebut dalam mendesain kendaraan. Harapannya kecelakaan serupa Tesla Cybertruck di AS itu bisa diantisipasi.
“Ini juga perlu kajian lebih lanjut. Kendaraan akan diukur keselamatannya pada saat crash atau post crash,” tegas dia.
Pabrikan khususnya manufaktur mobil listrik, bisa melakukan penyesuaian desain dengan memperhatikan keselamatan penumpang di kabin.
Khususnya buat produsen mobil listrik. Sebab risiko kebakaran akibat baterai pada EV cukup tinggi, lalu apinya sulit dipadamkan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9