Jetour Nilai Mobil Listrik Kompak Cocok untuk Pasar RI
26 April 2026, 13:00 WIB
Gagang pintu atau door handle elektrik modern pada EV dapat mempersulit evakuasi penumpang saat kecelakaan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu, satu insiden kecelakaan melibatkan mobil listrik Tesla Cybertruck di Amerika Serikat yang tengah ditumpangi oleh empat orang penumpang remaja.
Namun hanya satu orang yang berhasil selamat. Kecelakaan ini jadi sorotan sebab sebenarnya bisa diantisipasi.
Diketahui Tesla Cybertruck tersebut menabrak pohon dan terlihat ada api muncul dari mobil, diduga dari baterai. Keempat remaja di kabin masih dalam kondisi baik.
Sayangnya ketika api membesar, semua penumpang di kabin tidak bisa keluar lantaran gagang pintu tak dapat berfungsi imbas tabrakan itu.
Mengingat gagang pintu beroperasi secara elektrik, komponen itu tidak dapat digunakan saat arus listrik terputus. Pintu juga tak bisa dibuka dari luar kendaraan.
Ada satu kabel yang berfungsi sebagai alternatif untuk membuka pintu belakang dalam kondisi darurat, namun letaknya cukup tersembunyi.
Di Indonesia, sejumlah Electric Vehicle (EV) keluaran terkini mulai menggunakan gagang pintu elektrik model flush.
Meskipun mempercantik tampilan mobil, gagang pintu tersembunyi berpotensi menyulitkan proses evakuasi dari luar kendaraan saat terlibat kecelakaan.
Perwakilan lembaga pengujian keselamatan kendaraan ASEAN NCAP pun buka suara menanggapi hal tersebut.
“Hal ini mungkin dapat menjadi referensi untuk penelitian di masa depan untuk dijadikan protokol uji,” kata Adrianto Sugiarto Wiyono, Technical Committee ASEAN NCAP kepada KatadataOTO, Rabu (21/01).
Ia mengungkapkan standar uji ASEAN NCAP belum sampai ke penilaian kemudahan akses apabila terjadi kecelakaan.
Terlebih kasus di mana pengemudi dan penumpang terjebak di kendaraan setelah kecelakaan terjadi tidaklah banyak.
Selama kaca mobil bisa dibuka atau dipecahkan, maka proses evakuasi masih bisa dimudahkan.
Di masa mendatang manufaktur perlu memperhatikan faktor-faktor tersebut dalam mendesain kendaraan. Harapannya kecelakaan serupa Tesla Cybertruck di AS itu bisa diantisipasi.
“Ini juga perlu kajian lebih lanjut. Kendaraan akan diukur keselamatannya pada saat crash atau post crash,” tegas dia.
Pabrikan khususnya manufaktur mobil listrik, bisa melakukan penyesuaian desain dengan memperhatikan keselamatan penumpang di kabin.
Khususnya buat produsen mobil listrik. Sebab risiko kebakaran akibat baterai pada EV cukup tinggi, lalu apinya sulit dipadamkan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 April 2026, 13:00 WIB
26 April 2026, 11:00 WIB
25 April 2026, 11:00 WIB
23 April 2026, 19:17 WIB
23 April 2026, 17:39 WIB
Terkini
27 April 2026, 13:00 WIB
Motul dan Kawasaki bekerjasama untuk lebih mengembangkan sayap dalam hal layanan after sales di Indonesia
27 April 2026, 11:00 WIB
SUV kompak yang kerap menjadi andalan anak muda Tanah Air merujuk pada Wuling New Alvez karena fiturnya
27 April 2026, 09:10 WIB
Marco Bezzecchi tidak tergoyahkan di persaingan papan atas klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri Spanyol
27 April 2026, 06:14 WIB
ETLE statis maupun mobile akan mendukung operasional ganjil genap Jakarta haari ini untuk mengurai kemacetan
27 April 2026, 06:01 WIB
Menjelang akhir April, SIM keliling Jakarta masih melayani perpanjangan SIM seperti biasa di lima lokasi
27 April 2026, 06:00 WIB
Kehadiran SIM keliling Bandung menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk mengurus dokumen berkendara
26 April 2026, 20:41 WIB
Alex Marquez berhasil tampil mendominasi balapan di sirkuit Jerez dalam seri lanjutan MotoGP Spanyol 2026
26 April 2026, 13:00 WIB
Konsumen Indonesia dinilai lebih menyukai mobil listrik berukuran kecil, Jetour masih melakukan studi