Wuling Aira ev Edisi Khusus di GIIAS 2026 Terbatas 300 Unit
01 Agustus 2026, 22:00 WIB
Gagang pintu atau door handle elektrik modern pada EV dapat mempersulit evakuasi penumpang saat kecelakaan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu, satu insiden kecelakaan melibatkan mobil listrik Tesla Cybertruck di Amerika Serikat yang tengah ditumpangi oleh empat orang penumpang remaja.
Namun hanya satu orang yang berhasil selamat. Kecelakaan ini jadi sorotan sebab sebenarnya bisa diantisipasi.
Diketahui Tesla Cybertruck tersebut menabrak pohon dan terlihat ada api muncul dari mobil, diduga dari baterai. Keempat remaja di kabin masih dalam kondisi baik.
Sayangnya ketika api membesar, semua penumpang di kabin tidak bisa keluar lantaran gagang pintu tak dapat berfungsi imbas tabrakan itu.
Mengingat gagang pintu beroperasi secara elektrik, komponen itu tidak dapat digunakan saat arus listrik terputus. Pintu juga tak bisa dibuka dari luar kendaraan.
Ada satu kabel yang berfungsi sebagai alternatif untuk membuka pintu belakang dalam kondisi darurat, namun letaknya cukup tersembunyi.
Di Indonesia, sejumlah Electric Vehicle (EV) keluaran terkini mulai menggunakan gagang pintu elektrik model flush.
Meskipun mempercantik tampilan mobil, gagang pintu tersembunyi berpotensi menyulitkan proses evakuasi dari luar kendaraan saat terlibat kecelakaan.
Perwakilan lembaga pengujian keselamatan kendaraan ASEAN NCAP pun buka suara menanggapi hal tersebut.
“Hal ini mungkin dapat menjadi referensi untuk penelitian di masa depan untuk dijadikan protokol uji,” kata Adrianto Sugiarto Wiyono, Technical Committee ASEAN NCAP kepada KatadataOTO, Rabu (21/01).
Ia mengungkapkan standar uji ASEAN NCAP belum sampai ke penilaian kemudahan akses apabila terjadi kecelakaan.
Terlebih kasus di mana pengemudi dan penumpang terjebak di kendaraan setelah kecelakaan terjadi tidaklah banyak.
Selama kaca mobil bisa dibuka atau dipecahkan, maka proses evakuasi masih bisa dimudahkan.
Di masa mendatang manufaktur perlu memperhatikan faktor-faktor tersebut dalam mendesain kendaraan. Harapannya kecelakaan serupa Tesla Cybertruck di AS itu bisa diantisipasi.
“Ini juga perlu kajian lebih lanjut. Kendaraan akan diukur keselamatannya pada saat crash atau post crash,” tegas dia.
Pabrikan khususnya manufaktur mobil listrik, bisa melakukan penyesuaian desain dengan memperhatikan keselamatan penumpang di kabin.
Khususnya buat produsen mobil listrik. Sebab risiko kebakaran akibat baterai pada EV cukup tinggi, lalu apinya sulit dipadamkan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Agustus 2026, 22:00 WIB
31 Juli 2026, 12:48 WIB
30 Juli 2026, 16:00 WIB
30 Juli 2026, 15:00 WIB
29 Juli 2026, 22:23 WIB
Terkini
02 Agustus 2026, 06:00 WIB
Subaru Outback dikembangkan dengan mengedepankan keselamatan, kenyamanan dan kemampuan di berbagai medan
01 Agustus 2026, 22:00 WIB
Edisi terbatas dari Wuling Aira ev debut di GIIAS 2026, hanya bisa dibeli selama masa pameran berlangsung
01 Agustus 2026, 21:00 WIB
Isuzu manfaatkan momentum GIIAS 2026 untuk menghadirkan Mobile Beauty Salon modifikasi di GIIAS 2026
01 Agustus 2026, 20:00 WIB
Bus Hino RM 280 ABS Retarder hadir di ajang GIIAS 2026, dilengkapi sejumlah pembaruan di sistem keselamatan
01 Agustus 2026, 19:24 WIB
BlackVue Elite 10-2CH resmi dipasarkan dan dilengkapi AI untuk membantu pengguna memahami data berkendara
01 Agustus 2026, 19:18 WIB
Toyota terus menghadirkan berbagai model kendaraan, mulai dari bermesin bensin, BEV hingga hybrid di GIIAS
01 Agustus 2026, 19:16 WIB
Chery Group kembali membawa opsi baru kendaraan ramah lingkungan di GIIAS 2026, iCar V27 berteknologi REEV
01 Agustus 2026, 12:00 WIB
All New Kia Seltos resmi dipasarkan dengan harga Rp 359 juta yang membuatnya lebih murah daripada Xforce