Harga Mitsubishi Pajero Terbaru, Mirip Hyundai Santa Fe
05 September 2026, 17:00 WIB
Mitsubishi memilih untuk fokus pada pengembangan produk dan layanan konsumen ketimbang ikut perang harga
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Strategi menurunkan harga mobil atau menghadirkan varian ‘murah’ belakangan mulai diikuti oleh pabrikan Jepang.
Sebelumnya skema ini lumrah dipakai manufaktur mobil Cina di Indonesia. Tetapi di pameran IIMS 2026, sejumlah brand otomotif Negeri Sakura meluncurkan versi terjangkau dari model yang sudah dipasarkan di dalam negeri.
Misalnya Honda dan Toyota. Toyota bahkan menghadirkan tipe terendah Alphard Hybrid dengan selisih harga sekitar hampir Rp 400 jutaan.
Mitsubishi justru menghadirkan edisi spesial dari Destinator dan Xforce sebagai perayaan 55 tahun Mitsubishi Indonesia.
Menanggapi ketatnya persaingan harga, pihak Mitsubishi tidak berniat ikut strategi menurunkan harga seperti banyak dilakukan sekarang.
“Pastinya persaingan harga juga merupakan salah satu strategi. Tetapi untuk Mitsubishi itu bukan strategi utama,” kata Irwan Kuncoro, Director of Sales and Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) di sela IIMS 2026, belum lama ini.
Menurut Irwan, Mitsubishi menerapkan program penjualan berfokus pada kemudahan transaksi ataupun pembelian mobil.
Sehingga Mitsubishi tidak berminat menghadirkan varian murah dari model-model terdahulu yang sudah dipasarkan.
“Pricing strategy, kasih diskon besar-besaran itu bukan strategi utama Mitsubishi. Kami dalam hal ini akan lebih menekankan pada layanan,” tegas Irwan.
Berkaca dari penjualan Mitsubishi sendiri, konsumen disebut lebih berminat membeli varian tertinggi dari model incarannya.
“Kecenderungannya kalau di Mitsubishi itu memang justru top varian lebih banyak demand-nya. Untuk varian bawah itu juga ada demand, terutama buat fleet,” kata Irwan.
Irwan menjelaskan, fleet dalam hal ini bervariasi. Misalnya buat kebutuhan rental dan mobil operasional.
“Buat Xpander mungkin sekitar 20 persen itu untuk segmen yang kita bilang fleet,” ucap Irwan.
Hal serupa juga terjadi pada Mitsubishi Destinator. Menurut Irwan, tipe tertingginya jauh lebih diminati oleh para konsumen.
Pola seperti itu akhirnya membuat Mitsubishi enggan menerapkan skema potongan harga besar-besaran ataupun memboyong varian baru dengan harga murah.
“Karena itu memang komposisi penjualan kita, 20 persen yang untuk fleet,” kata dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 September 2026, 17:00 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
08 Agustus 2026, 11:00 WIB
05 Agustus 2026, 08:00 WIB
30 Juli 2026, 06:48 WIB
Terkini
07 September 2026, 10:16 WIB
Robot AiMOGA Mornine kembali mendapatkan sertifikasi dari benua Uni Eropa di aspek hardware dan software
07 September 2026, 06:00 WIB
Hari ini kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk membantu masyarakat di wilayah Kota Kembang
07 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa melakukan perjalanan di jalan Ibu Kota dengan nyaman, simak puluhan titik ganjil genap Jakarta
06 September 2026, 12:15 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi tempat mengekspresikan bakat, wadah berkumpul masyarakat dan komunitas
06 September 2026, 01:22 WIB
BYD terus memperkuat komitmen mereka untuk memajukan industri otomotif di Indonesia usai mendirikan pabrik
05 September 2026, 19:21 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi wadah silaturahmi dan unjuk kreativitas masyarakat dan anak-anak muda
05 September 2026, 17:00 WIB
Harga Mitsubishi Pajero terbaru terungkap, jadi gambaran banderol untuk pasar Indonesia di masa mendatang
05 September 2026, 15:00 WIB
Lexus NX, salah satu model terlaris Lexus di pasar global kini telah mendapatkan sejumlah permbaruan