Persaingan Ketat, Mitsubishi Tak Minat Ikut Perang Harga Mobil

Mitsubishi memilih untuk fokus pada pengembangan produk dan layanan konsumen ketimbang ikut perang harga

Persaingan Ketat, Mitsubishi Tak Minat Ikut Perang Harga Mobil
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Strategi menurunkan harga mobil atau menghadirkan varian ‘murah’ belakangan mulai diikuti oleh pabrikan Jepang.

Sebelumnya skema ini lumrah dipakai manufaktur mobil Cina di Indonesia. Tetapi di pameran IIMS 2026, sejumlah brand otomotif Negeri Sakura meluncurkan versi terjangkau dari model yang sudah dipasarkan di dalam negeri.

Misalnya Honda dan Toyota. Toyota bahkan menghadirkan tipe terendah Alphard Hybrid dengan selisih harga sekitar hampir Rp 400 jutaan.

Mitsubishi justru menghadirkan edisi spesial dari Destinator dan Xforce sebagai perayaan 55 tahun Mitsubishi Indonesia.

Pajero Sport
Photo: istimewa

Menanggapi ketatnya persaingan harga, pihak Mitsubishi tidak berniat ikut strategi menurunkan harga seperti banyak dilakukan sekarang.

“Pastinya persaingan harga juga merupakan salah satu strategi. Tetapi untuk Mitsubishi itu bukan strategi utama,” kata Irwan Kuncoro, Director of Sales and Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) di sela IIMS 2026, belum lama ini.

Menurut Irwan, Mitsubishi menerapkan program penjualan berfokus pada kemudahan transaksi ataupun pembelian mobil.

Sehingga Mitsubishi tidak berminat menghadirkan varian murah dari model-model terdahulu yang sudah dipasarkan.

“Pricing strategy, kasih diskon besar-besaran itu bukan strategi utama Mitsubishi. Kami dalam hal ini akan lebih menekankan pada layanan,” tegas Irwan.

Berkaca dari penjualan Mitsubishi sendiri, konsumen disebut lebih berminat membeli varian tertinggi dari model incarannya.

“Kecenderungannya kalau di Mitsubishi itu memang justru top varian lebih banyak demand-nya. Untuk varian bawah itu juga ada demand, terutama buat fleet,” kata Irwan.

Irwan menjelaskan, fleet dalam hal ini bervariasi. Misalnya buat kebutuhan rental dan mobil operasional.

“Buat Xpander mungkin sekitar 20 persen itu untuk segmen yang kita bilang fleet,” ucap Irwan.

Mitsubishi Destinator
Photo: KatadataOTO

Hal serupa juga terjadi pada Mitsubishi Destinator. Menurut Irwan, tipe tertingginya jauh lebih diminati oleh para konsumen.

Pola seperti itu akhirnya membuat Mitsubishi enggan menerapkan skema potongan harga besar-besaran ataupun memboyong varian baru dengan harga murah. 

“Karena itu memang komposisi penjualan kita, 20 persen yang untuk fleet,” kata dia.


Terkini

mobil
Auto2000

Rupiah Tertekan, Harga Mobil Baru Bakal Merangsek Naik

Harga mobil baru berpotensi meningkat dalam waktu dekat jika terus menerus tertekan karena rupiah melemah

otosport
Auto2000

GR Garage Auto2000 Kenalkan Skuad Musim 2026, Incar Gelar Juara

GR Garage Auto2000 perkenalkan skuad untuk ambil bagian dalam ajang Kejurnas Mandalika Festival of Speed 2026

news
SIM Keliling Bandung

2 Lokasi SIM Keliling Bandung Beroperasi Sebelum Akhir Pekan

Masyarakat di Kota Kembang bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi pada hari ini

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 05 Juni 2026, Didukung ETLE

Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali menjadi andalan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol

mobil
Wuling Eksion

Harga Wuling Eksion Bakal Naik Rp 10 Juta, Kuota Menipis

Wuling Eksion dikatakan mendapat antuasiasme positif dari masyarakat Indonesia karena sejumlah kelebihannya

news
SIM Keliling Jakarta

Jadwal SIM Keliling Jakarta Jumat 5 Juni 2026 Jelang Akhir Pekan

Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat melayani prosedur perpanjangan SIM yang aktif

mobil
Toyota

Toyota Serahkan 3 Unit Innova Ambulans ke Aceh Tamiang

Toyota Kijang Innova Ambulans diharapkan dapat mempermudah mobilitas layanan kesehatan masyarakat Aceh Tamiang

mobil
Klaim asuransi mobil listrik atau EV

Tantangan Perusahaan Asuransi: Klaim Kerusakan EV Cenderung Mahal

Perusahaan asuransi sebut klaim kerusakan mobil listrik atau EV lebih tinggi dari kendaraan konvensional