5 Fitur Mitsubishi Xforce yang Manjakan Konsumen
29 April 2026, 22:43 WIB
Mitsubishi memilih untuk fokus pada pengembangan produk dan layanan konsumen ketimbang ikut perang harga
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Strategi menurunkan harga mobil atau menghadirkan varian ‘murah’ belakangan mulai diikuti oleh pabrikan Jepang.
Sebelumnya skema ini lumrah dipakai manufaktur mobil Cina di Indonesia. Tetapi di pameran IIMS 2026, sejumlah brand otomotif Negeri Sakura meluncurkan versi terjangkau dari model yang sudah dipasarkan di dalam negeri.
Misalnya Honda dan Toyota. Toyota bahkan menghadirkan tipe terendah Alphard Hybrid dengan selisih harga sekitar hampir Rp 400 jutaan.
Mitsubishi justru menghadirkan edisi spesial dari Destinator dan Xforce sebagai perayaan 55 tahun Mitsubishi Indonesia.
Menanggapi ketatnya persaingan harga, pihak Mitsubishi tidak berniat ikut strategi menurunkan harga seperti banyak dilakukan sekarang.
“Pastinya persaingan harga juga merupakan salah satu strategi. Tetapi untuk Mitsubishi itu bukan strategi utama,” kata Irwan Kuncoro, Director of Sales and Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) di sela IIMS 2026, belum lama ini.
Menurut Irwan, Mitsubishi menerapkan program penjualan berfokus pada kemudahan transaksi ataupun pembelian mobil.
Sehingga Mitsubishi tidak berminat menghadirkan varian murah dari model-model terdahulu yang sudah dipasarkan.
“Pricing strategy, kasih diskon besar-besaran itu bukan strategi utama Mitsubishi. Kami dalam hal ini akan lebih menekankan pada layanan,” tegas Irwan.
Berkaca dari penjualan Mitsubishi sendiri, konsumen disebut lebih berminat membeli varian tertinggi dari model incarannya.
“Kecenderungannya kalau di Mitsubishi itu memang justru top varian lebih banyak demand-nya. Untuk varian bawah itu juga ada demand, terutama buat fleet,” kata Irwan.
Irwan menjelaskan, fleet dalam hal ini bervariasi. Misalnya buat kebutuhan rental dan mobil operasional.
“Buat Xpander mungkin sekitar 20 persen itu untuk segmen yang kita bilang fleet,” ucap Irwan.
Hal serupa juga terjadi pada Mitsubishi Destinator. Menurut Irwan, tipe tertingginya jauh lebih diminati oleh para konsumen.
Pola seperti itu akhirnya membuat Mitsubishi enggan menerapkan skema potongan harga besar-besaran ataupun memboyong varian baru dengan harga murah.
“Karena itu memang komposisi penjualan kita, 20 persen yang untuk fleet,” kata dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 April 2026, 22:43 WIB
29 April 2026, 07:00 WIB
02 April 2026, 11:00 WIB
28 Maret 2026, 11:00 WIB
26 Maret 2026, 17:00 WIB
Terkini
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Hari ini fasilitas SIM keliling Jakarta masih dibuka seperti biasa melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan para pengendara motor dan mobil
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini akan berlaku mulai pagi dan kembali aktif pada sore hari untuk mengurai kemacetan
12 Mei 2026, 22:00 WIB
Changan berniat mengubah SUV 5-seater Nevo Q07 menjadi 7-seater untuk konsumen di Indonesia tahun depan
12 Mei 2026, 21:22 WIB
InJourney dan GSrek berkolaborasi untuk menunjukkan komitmennya dalam hal membangun kawasan pariwisata
12 Mei 2026, 19:28 WIB
Polda Metro Jaya baru saja menggerebek sebuah gudang yang berisikan 1.494 motor ilegal di Jakarta Selatan
12 Mei 2026, 19:21 WIB
Menurut laporan AISI, pada April 2026 pasar motor baru alami pertumbuhan hingga menyentuh angka 520.975 unit
12 Mei 2026, 12:54 WIB
Sejumlah wiraniaga BYD sudah mulai mengumumkan kehadiran BYD Atto 1 versi baru yang sudah dirakit lokal