Toyota dan Isuzu Bikin Truk Hidrogen, Mulai Produksi 2027
21 April 2026, 07:00 WIB
Menurut PLN subsidi BBM menjadi salah satu tantangan transisi energi, terkhusus di sektor transporasi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Angka impor BBM (Bahan Bakar Minyak) di Indonesia masih terbilang tinggi. Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) mengungkapkan bahwa jumlah produksi minyak dalam negeri justru lebih kecil di 221 juta barel per tahun.
Lebih rinci dijelaskan impor minyak tembus 297 juta barel. Sebanyak 129 juta barel di antaranya berupa minyak mentah sementara 168 juta barel merupakan BBM.
Hingga saat ini Indonesia masih bergantung pada energi fosil. Padahal produksi minyak diklaim mengalami penurunan karena umur sumur minyak semakin tua dan belum ditemukan cadangan yang signifikan.
“Sementara konsumsi minyak bumi semakin meningkat. Mengakibatkan kontribusi terhadap defisit neraca perdagangan,” ucap Muhamad Alhaqurahman Isa, Coordinator of Business Services & Supervision Ditjen EBTKE Kementerian ESDM di sela IEE Series 2024, JIExpo Kemayoran, Rabu (28/8).
Selain penggunaan mobil listrik, ia mengatakan bahwa hidrogen bisa menjadi salah satu cara komprehensif dan alternatif bahan bakar ramah lingkungan. Hanya saja masih ada sejumlah tantangan dihadapi.
Misal adanya subsidi BBM diberikan saat ini. Berimbas pada ketergantungan penggunaan bahan bakar fosil karena banderol semakin kompetitif dan mudah dijangkau.
Lalu penggunaan mobil hidrogen di pasar global juga terbilang minim apalagi dibandingkan BEV (Battery Electric Vehicle). Di Indonesia, baru ada dua FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle) diboyong buat studi atau operasional perusahaan seperti Toyota Mirai dan Hyundai Nexo.
“Di sektor transportasi (pemakaian hidrogen) lebih menantang lagi. Karena harga BBM kita disubsidi,” ucap Zainal Arifin, Executive VP of Various New and Renewable Energy PT PLN (Persero) dalam kesempatan sama.
Sehingga jalan menuju penerapan hidrogen buat mobil penumpang masih panjang. Harga Green Hydrogen yang bakal digunakan juga harus lebih terjangkau dibandingkan BBM.
“Agar Green Hydrogen bisa kompetitif, harganya itu harus 0,14 USD per kilogram supaya bisa menggantikan BBM di sektor transportasi,” ungkap Zainal.
Sebagai informasi menurut studi dari BRIN harga Green Hydrogen mulai dari 5 USD per kilogram. Dalam kurs rupiah angka tersebut setara dengan Rp 77.995.
Sementara targetnya jika ingin menjadi alternatif pengganti BBM banderol diharapkan adalah 0,14 USD atau sekitar Rp 2.155 per kilogram.
Saat ini PLN telah mulai mendukung sejumlah ekosistem alternatif kendaraan ramah lingkungan, seperti penyediaan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) dan Stasiun Pengisian Hidrogen pertama di RI.
Beriringan dengan itu pemerintah menekan subsidi BBM lewat pengurangan kuota per 2025. Angka disepakati adalah 19,41 juta kiloliter, turun dari target 2024 di 19,58 juta kiloliter.
Namun tujuan utama pengurangan subsidi tersebut adalah efisiensi. Sehingga pemberian keringanan bisa tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 April 2026, 07:00 WIB
24 Oktober 2025, 17:00 WIB
17 Oktober 2025, 20:00 WIB
08 Oktober 2025, 18:30 WIB
11 September 2025, 14:00 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia