Harga BBM Diesel Pertamina Melambung, Ikuti BP AKR dan ViVo
04 Mei 2026, 11:50 WIB
Upaya kurangi emisi di samping elektrifikasi, ESDM tegaskan komitmen penerapan biodiesel B40 di 1 Januari 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) kembali tegaskan komitmen penerapan bahan bakar alternatif ramah lingkungan biodiesel B40. Rencananya akan diterapkan mulai 1 Januari 2025.
Hal tersebut merupakan bagian dari upaya mengurangi emisi karbon guna mencapai target NZE (Net Zero Emission) per 2060 atau lebih cepat. Sehingga tidak hanya sekadar lewat penggunaan mobil listrik ataupun hybrid.
Saat ini Indonesia sendiri disebut berada dalam masa transisi dari pemakaian bahan bakar fosil ke alternatif energi terbarukan alias Green Energy.
Sebagai gambaran ESDM ungkap bahwa penggunaan energi fosil di Indonesia mendominasi 87 persen. Sementara konsumsi bahan bakar mencapai 1,5 juta barrel per hari dan masih disubsidi.
“Pada 2015, ratifikasi Paris Agreement di dalamnya Indonesia sudah berjanji untuk mengurangi emisi sebesar 358 juta ton. Jadi target kita secara nasional,” ucap Harris, Head of Survey & Testing Center Direktorat Jenderal EBTKE (Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi) Kementerian ESDM, di sela IEE Series 2024, Rabu (28/8).
Bicara soal biodiesel B40, alternatif itu merupakan campuran solar dengan 40 persen BBN (Bahan Bakar Nabati) berbasis minyak sawit.
Selain lebih ramah lingkungan, penerapan biodiesel B40 bakal semakin membantu mengurangi ketergantungan impor BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis solar.
“Hanya Indonesia yang punya program signifikan di sektor transportasi, diesel kita pakai B40,” tegas Harris.
ESDM sendiri melihat mobil listrik dan biodiesel sebagai dua hal utama yang jadi fokus dalam mengurangi penggunaan BBM secara nasional.
Sebagai informasi pemanfaatan biodiesel di kuartal kedua 2024 sudah mencapai realisasi 6,2 juta kiloliter atau sekitar 54,2 persen dari target tahunan 11,3 juta kiloliter.
Harapannya peningkatan konsumsi biodiesel dapat berkontribusi menurunkan gas rumah kaca, berdampak positif pada perekonomian serta mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil.
Pemerintah juga terus tingkatkan adopsi biodiesel berbasis kelapa sawit di berbagai jenis kendaraan. Tidak hanya mobil namun juga alat pertanian, industri kereta api, industri pertambangan dan alat berat sampai alat perkapalan dan pembangkit listrik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 Mei 2026, 11:50 WIB
01 Mei 2026, 16:20 WIB
19 April 2026, 11:05 WIB
14 April 2026, 13:00 WIB
13 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
01 Juni 2026, 13:20 WIB
Pada Juni 2026 Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM pada beberapa produk mereka, seperti di Solar
31 Mei 2026, 19:57 WIB
Chery Q merupakan mobil listrik kompak yang memiliki setidaknya tiga kelebihan dibandingkan kompetitor
31 Mei 2026, 19:55 WIB
Marco Bezzecchi amankan kemenangan buat Aprilia di MotoGP Italia 2026, Francesco Bagnaia tampil memuaskan
31 Mei 2026, 15:49 WIB
Pemutihan pajak kendaraan bermotor diberikan kepada masyarakat guna memeriahkan hari jadi DKI Jakarta ke-499
31 Mei 2026, 07:00 WIB
Mobil listrik kompak Changan Nevo Q05 baru-baru ini debut lebih dulu di Thailand dengan harga kompetitif
30 Mei 2026, 20:44 WIB
Raul Fernandez berhasil menjadi pemenang sesi sprint race MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello hari ini
30 Mei 2026, 13:03 WIB
Honda Racing Indonesia kedatangan satu pembalap baru untuk menyambut musim balap 2026 agar kompetitif
29 Mei 2026, 21:16 WIB
Teaser Mitsubishi Pajero generasi terbaru dibagikan, pakai bahasa desain serupa Xforce dan Destinator