Daftar Harga BBM Oktober 2026, Cek yang Paling Murah
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
Upaya kurangi emisi di samping elektrifikasi, ESDM tegaskan komitmen penerapan biodiesel B40 di 1 Januari 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) kembali tegaskan komitmen penerapan bahan bakar alternatif ramah lingkungan biodiesel B40. Rencananya akan diterapkan mulai 1 Januari 2025.
Hal tersebut merupakan bagian dari upaya mengurangi emisi karbon guna mencapai target NZE (Net Zero Emission) per 2060 atau lebih cepat. Sehingga tidak hanya sekadar lewat penggunaan mobil listrik ataupun hybrid.
Saat ini Indonesia sendiri disebut berada dalam masa transisi dari pemakaian bahan bakar fosil ke alternatif energi terbarukan alias Green Energy.
Sebagai gambaran ESDM ungkap bahwa penggunaan energi fosil di Indonesia mendominasi 87 persen. Sementara konsumsi bahan bakar mencapai 1,5 juta barrel per hari dan masih disubsidi.
“Pada 2015, ratifikasi Paris Agreement di dalamnya Indonesia sudah berjanji untuk mengurangi emisi sebesar 358 juta ton. Jadi target kita secara nasional,” ucap Harris, Head of Survey & Testing Center Direktorat Jenderal EBTKE (Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi) Kementerian ESDM, di sela IEE Series 2024, Rabu (28/8).
Bicara soal biodiesel B40, alternatif itu merupakan campuran solar dengan 40 persen BBN (Bahan Bakar Nabati) berbasis minyak sawit.
Selain lebih ramah lingkungan, penerapan biodiesel B40 bakal semakin membantu mengurangi ketergantungan impor BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis solar.
“Hanya Indonesia yang punya program signifikan di sektor transportasi, diesel kita pakai B40,” tegas Harris.
ESDM sendiri melihat mobil listrik dan biodiesel sebagai dua hal utama yang jadi fokus dalam mengurangi penggunaan BBM secara nasional.
Sebagai informasi pemanfaatan biodiesel di kuartal kedua 2024 sudah mencapai realisasi 6,2 juta kiloliter atau sekitar 54,2 persen dari target tahunan 11,3 juta kiloliter.
Harapannya peningkatan konsumsi biodiesel dapat berkontribusi menurunkan gas rumah kaca, berdampak positif pada perekonomian serta mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil.
Pemerintah juga terus tingkatkan adopsi biodiesel berbasis kelapa sawit di berbagai jenis kendaraan. Tidak hanya mobil namun juga alat pertanian, industri kereta api, industri pertambangan dan alat berat sampai alat perkapalan dan pembangkit listrik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9