Honda Beat Dipercantik Pakai Baju Baru Lebih Meriah
28 Juni 2026, 11:00 WIB
Honda tunda pembangunan pabrik mobil hidrogen baru di Jepang karena akibat banyaknya perubahan pasar
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Honda resmi melakukan revisi rencana untuk membangun pabrik sel bahan bakar di Kota Moka, Tochigi, Jepang. Perusahaan tersebut awalnya ingin memulai operasi fasilitas itu pada akhir tahun fiskal 2028 dengan produksi tahunan sebesar 30.000 unit.
Namun kini mereka mengungkap bakal mengurangi kapasitas produksi awal dan menunda dimulainya operasi skala penuh. Hal ini disebabkan adanya perubahan permintaan di pasar mobil listrik dan hidrogen secara global.
Keputusan tersebut tentunya berdampak terhadap banyak hal. Dilansir dari Auto World Journal, Honda tidak akan memenuhi syarat untuk mendapat subsidi Green Transformation yang ditawarkan pemerintah Jepang .
Pasalnya perusahaan itu diperkirakan tidak dapat memenuhi minimum produksi mobil hidrogen sebanyak 20.000 unit per tahun.
Meski demikian mereka tetap berkomitmen untuk mengembangkan kendaraan hidrogen di masa depan. Terlebih Honda merupakan salah satu perusahaan pertama yang memperkenalkan teknologi tersebut.
Bahkan mereka juga sudah mengembangkan modul sel bahan bakar generasi baru sebagai bagian dari misinya untuk mencapai netralitas karbon di semua model dan operasi pada tahun 2050. Mobil hidrogen pun masih menjadi bagian dari rencana.
Sebelumnya diberitakan bahwa Honda tengah melakukan perombakan rencana. Pada Mei 2025 mereka mengumumkan telah mengurangi investasi pada kendaraan listrik akibat perlambatan permintaan secara global.
Sebaliknya, mereka justru bakal lebih fokus mengembangkan teknologi hybrid yang belakangan semakin disukai masyarakat. Kemudian target penjualan kendaraan listrik juga dikurangi menjadi hanya 30 persen dari total pasar di tahun fiskal 2030.
Tak hanya itu, Honda juga sudah mengumumkan penundaan rencana pembangunan basis produksi EV di Ontario, Kanada sekitar dua tahun. Padahal nilai investasinya sangat tinggi yaitu USD 10,7 miliar atau sekitar Rp 175,8 miliar.
Langkah Honda tersebut sebenarnya tidak terlalu mengejutkan karena mereka bukanlah merek pertama yang melakukannya. Tingginya permintaan terhadap mobil hybrid dan pelonggaran tenggat waktu dalam memenuhi aturan emisi menjadi alasan utamanya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Juni 2026, 11:00 WIB
26 Juni 2026, 09:00 WIB
24 Juni 2026, 13:14 WIB
19 Juni 2026, 15:00 WIB
16 Juni 2026, 19:00 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi