Honda Stylo 160 Dapat Warna Baru, Makin Variatif
24 September 2026, 18:41 WIB
Honda tunda pembangunan pabrik mobil hidrogen baru di Jepang karena akibat banyaknya perubahan pasar
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Honda resmi melakukan revisi rencana untuk membangun pabrik sel bahan bakar di Kota Moka, Tochigi, Jepang. Perusahaan tersebut awalnya ingin memulai operasi fasilitas itu pada akhir tahun fiskal 2028 dengan produksi tahunan sebesar 30.000 unit.
Namun kini mereka mengungkap bakal mengurangi kapasitas produksi awal dan menunda dimulainya operasi skala penuh. Hal ini disebabkan adanya perubahan permintaan di pasar mobil listrik dan hidrogen secara global.
Keputusan tersebut tentunya berdampak terhadap banyak hal. Dilansir dari Auto World Journal, Honda tidak akan memenuhi syarat untuk mendapat subsidi Green Transformation yang ditawarkan pemerintah Jepang .
Pasalnya perusahaan itu diperkirakan tidak dapat memenuhi minimum produksi mobil hidrogen sebanyak 20.000 unit per tahun.
Meski demikian mereka tetap berkomitmen untuk mengembangkan kendaraan hidrogen di masa depan. Terlebih Honda merupakan salah satu perusahaan pertama yang memperkenalkan teknologi tersebut.
Bahkan mereka juga sudah mengembangkan modul sel bahan bakar generasi baru sebagai bagian dari misinya untuk mencapai netralitas karbon di semua model dan operasi pada tahun 2050. Mobil hidrogen pun masih menjadi bagian dari rencana.
Sebelumnya diberitakan bahwa Honda tengah melakukan perombakan rencana. Pada Mei 2025 mereka mengumumkan telah mengurangi investasi pada kendaraan listrik akibat perlambatan permintaan secara global.
Sebaliknya, mereka justru bakal lebih fokus mengembangkan teknologi hybrid yang belakangan semakin disukai masyarakat. Kemudian target penjualan kendaraan listrik juga dikurangi menjadi hanya 30 persen dari total pasar di tahun fiskal 2030.
Tak hanya itu, Honda juga sudah mengumumkan penundaan rencana pembangunan basis produksi EV di Ontario, Kanada sekitar dua tahun. Padahal nilai investasinya sangat tinggi yaitu USD 10,7 miliar atau sekitar Rp 175,8 miliar.
Langkah Honda tersebut sebenarnya tidak terlalu mengejutkan karena mereka bukanlah merek pertama yang melakukannya. Tingginya permintaan terhadap mobil hybrid dan pelonggaran tenggat waktu dalam memenuhi aturan emisi menjadi alasan utamanya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 September 2026, 18:41 WIB
22 September 2026, 20:01 WIB
22 September 2026, 13:00 WIB
18 September 2026, 16:50 WIB
12 September 2026, 08:14 WIB
Terkini
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota