Wholesales Motor Baru April 2026, Tumbuh 16 Persen Dari Bulan Lalu
12 Mei 2026, 19:21 WIB
Honda tunda pembangunan pabrik mobil hidrogen baru di Jepang karena akibat banyaknya perubahan pasar
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Honda resmi melakukan revisi rencana untuk membangun pabrik sel bahan bakar di Kota Moka, Tochigi, Jepang. Perusahaan tersebut awalnya ingin memulai operasi fasilitas itu pada akhir tahun fiskal 2028 dengan produksi tahunan sebesar 30.000 unit.
Namun kini mereka mengungkap bakal mengurangi kapasitas produksi awal dan menunda dimulainya operasi skala penuh. Hal ini disebabkan adanya perubahan permintaan di pasar mobil listrik dan hidrogen secara global.
Keputusan tersebut tentunya berdampak terhadap banyak hal. Dilansir dari Auto World Journal, Honda tidak akan memenuhi syarat untuk mendapat subsidi Green Transformation yang ditawarkan pemerintah Jepang .
Pasalnya perusahaan itu diperkirakan tidak dapat memenuhi minimum produksi mobil hidrogen sebanyak 20.000 unit per tahun.
Meski demikian mereka tetap berkomitmen untuk mengembangkan kendaraan hidrogen di masa depan. Terlebih Honda merupakan salah satu perusahaan pertama yang memperkenalkan teknologi tersebut.
Bahkan mereka juga sudah mengembangkan modul sel bahan bakar generasi baru sebagai bagian dari misinya untuk mencapai netralitas karbon di semua model dan operasi pada tahun 2050. Mobil hidrogen pun masih menjadi bagian dari rencana.
Sebelumnya diberitakan bahwa Honda tengah melakukan perombakan rencana. Pada Mei 2025 mereka mengumumkan telah mengurangi investasi pada kendaraan listrik akibat perlambatan permintaan secara global.
Sebaliknya, mereka justru bakal lebih fokus mengembangkan teknologi hybrid yang belakangan semakin disukai masyarakat. Kemudian target penjualan kendaraan listrik juga dikurangi menjadi hanya 30 persen dari total pasar di tahun fiskal 2030.
Tak hanya itu, Honda juga sudah mengumumkan penundaan rencana pembangunan basis produksi EV di Ontario, Kanada sekitar dua tahun. Padahal nilai investasinya sangat tinggi yaitu USD 10,7 miliar atau sekitar Rp 175,8 miliar.
Langkah Honda tersebut sebenarnya tidak terlalu mengejutkan karena mereka bukanlah merek pertama yang melakukannya. Tingginya permintaan terhadap mobil hybrid dan pelonggaran tenggat waktu dalam memenuhi aturan emisi menjadi alasan utamanya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Mei 2026, 19:21 WIB
28 April 2026, 15:00 WIB
16 April 2026, 16:15 WIB
12 April 2026, 07:00 WIB
09 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia