Penjualan Daihatsu Hingga April 2026 Sudah Tembus 46 Ribuan Unit
20 Mei 2026, 20:09 WIB
Kepolisian menyebut sopir Gran Max alami Microsleep sehingga jadi penyebab Kecelakaan km 58 Tol Cikampek
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Korlantas (Korps Lalu Lintas) Polri akhirnya mengungkap penyebab kecelakaan km 58 Tol Cikampek yang memakan 12 korban jiwa. Menurut kepolisian sopir Daihatsu Gran Max mengalami kelelahan.
Hal itu merupakan kesimpulan sementara setelah dilakukan pengusutan oleh Tim Traffic Accident Analysis (TAA) bentukan Polri.
Menurut Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Karopenmas Divisi Humas Polri, sopir berinisial UK Kelelahan lantaran berkendara selama empat hari dari Jakarta-Ciamis dan sebaliknya tanpa henti.
“Jakarta-Ciamis sampai dengan tanggal 8 April sehingga pengemudi mengalami kelelahan yang mengakibatkan Microsleep,” ujar Trunoyudo di laman humas Polri, Selasa (16/4).
Lebih jauh dia menuturkan kalau temuan sementara tersebut didapatkan dari keterangan para saksi yang mengetahui aktivitas UK sebelum kecelakaan km 58 Tol Cikampek terjadi.
“Namun, ini dapat kami sampaikan pada saat perkembangannya,” ia menambahkan.
Trunoyudo mengatakan kalau Tim TAA bentukan Polri bertugas untuk menganalisis secara saintifik apa yang menjadi penyebab kecelakaan km 58 Tol Cikampek.
“Dalam peristiwanya kita lakukan secara saintifik yaitu melalui TAA (Traffic Accident Analysis) di mana proses perkara ini ditangani Polda Jawa Barat dan dibantu Korlantas,” Trunoyudo menegaskan.
Sekadar mengingatkan, kecelakaan maut tersebut terjadi di Tol Jakarta-Cikampek km 58 di wilayah Karawang, Jawa Barat. Peristiwa ini melibatkan tiga kendaraan, yakni bus Primajasa, Grand Max dan Daihatsu Terios.
Patut diketahui, Microsleep bisa terjadi apabila pengendara mengalami kelelahan otak maupun fisik selama perjalanan mudik Lebaran 2024.
Salah satu penyebabnya adalah merasa bosan sama kondisi jalan yang lurus, sehingga kewaspadaan terhadap situasi sekitar berangsur menurun.
Jusri Pulubuhu Instruktur JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting) menyebut jika Microsleep tak hanya menyerang saat mengantuk, tapi juga terjadi ketika pengendara cukup beristirahat.
"Untuk Microsleep biasanya karena otak kita tidak terstimulus. Lebih mudah dimengerti itu bukan mata yang tertidur, jadi otak berhenti bekerja sejenak seperti orang melamun,” ucap Jusri.
Hal yang perlu diwaspadai saat berkendara ialah Microsleep bisa saja menyerang hanya dalam 30 detik. Setelah otak terstimulus di situ dapat terjadi peristiwa membahayakan seperti kecelakaan km 50 Tol Cikampek.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Mei 2026, 20:09 WIB
24 April 2026, 07:00 WIB
10 April 2026, 13:00 WIB
16 Desember 2025, 11:00 WIB
17 September 2025, 15:05 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda