Peminat Mobil Daihatsu Bertumbuh 9,1 Persen saat Pasar Lesu
21 September 2026, 21:00 WIB
Kepolisian menyebut sopir Gran Max alami Microsleep sehingga jadi penyebab Kecelakaan km 58 Tol Cikampek
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Korlantas (Korps Lalu Lintas) Polri akhirnya mengungkap penyebab kecelakaan km 58 Tol Cikampek yang memakan 12 korban jiwa. Menurut kepolisian sopir Daihatsu Gran Max mengalami kelelahan.
Hal itu merupakan kesimpulan sementara setelah dilakukan pengusutan oleh Tim Traffic Accident Analysis (TAA) bentukan Polri.
Menurut Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Karopenmas Divisi Humas Polri, sopir berinisial UK Kelelahan lantaran berkendara selama empat hari dari Jakarta-Ciamis dan sebaliknya tanpa henti.
“Jakarta-Ciamis sampai dengan tanggal 8 April sehingga pengemudi mengalami kelelahan yang mengakibatkan Microsleep,” ujar Trunoyudo di laman humas Polri, Selasa (16/4).
Lebih jauh dia menuturkan kalau temuan sementara tersebut didapatkan dari keterangan para saksi yang mengetahui aktivitas UK sebelum kecelakaan km 58 Tol Cikampek terjadi.
“Namun, ini dapat kami sampaikan pada saat perkembangannya,” ia menambahkan.
Trunoyudo mengatakan kalau Tim TAA bentukan Polri bertugas untuk menganalisis secara saintifik apa yang menjadi penyebab kecelakaan km 58 Tol Cikampek.
“Dalam peristiwanya kita lakukan secara saintifik yaitu melalui TAA (Traffic Accident Analysis) di mana proses perkara ini ditangani Polda Jawa Barat dan dibantu Korlantas,” Trunoyudo menegaskan.
Sekadar mengingatkan, kecelakaan maut tersebut terjadi di Tol Jakarta-Cikampek km 58 di wilayah Karawang, Jawa Barat. Peristiwa ini melibatkan tiga kendaraan, yakni bus Primajasa, Grand Max dan Daihatsu Terios.
Patut diketahui, Microsleep bisa terjadi apabila pengendara mengalami kelelahan otak maupun fisik selama perjalanan mudik Lebaran 2024.
Salah satu penyebabnya adalah merasa bosan sama kondisi jalan yang lurus, sehingga kewaspadaan terhadap situasi sekitar berangsur menurun.
Jusri Pulubuhu Instruktur JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting) menyebut jika Microsleep tak hanya menyerang saat mengantuk, tapi juga terjadi ketika pengendara cukup beristirahat.
"Untuk Microsleep biasanya karena otak kita tidak terstimulus. Lebih mudah dimengerti itu bukan mata yang tertidur, jadi otak berhenti bekerja sejenak seperti orang melamun,” ucap Jusri.
Hal yang perlu diwaspadai saat berkendara ialah Microsleep bisa saja menyerang hanya dalam 30 detik. Setelah otak terstimulus di situ dapat terjadi peristiwa membahayakan seperti kecelakaan km 50 Tol Cikampek.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 September 2026, 21:00 WIB
09 September 2026, 20:17 WIB
20 Mei 2026, 20:09 WIB
24 April 2026, 07:00 WIB
10 April 2026, 13:00 WIB
Terkini
28 September 2026, 06:00 WIB
Para pengguna mobil pribadi yang hendak melintas jalan protokol Ibu Kota, simak titik Ganjil Genap Jakarta
28 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, berikut biaya dan lokasinya
28 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung lagi untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara
27 September 2026, 23:38 WIB
Dengan pengalaman selama tiga dekade, Suzuki memberikan tampilan baru salah satu diler mereka di Pulo Gadung
27 September 2026, 22:55 WIB
Meskipun terlahir dengan DNA yang sama yakni SUV tangguh, namun kedua kendaraan memiliki karakter berbeda
27 September 2026, 21:23 WIB
SUV legendaris Mitsubishi yakni All-new Pajero kembali hadir, mobil ini mendapat respon baik di Indonesia
27 September 2026, 20:20 WIB
Pada bulan ini harga motor matic 150 cc tidak mengalami kenaikan, jadi kesempatan buat Anda membeli kendaraan
27 September 2026, 19:45 WIB
Kontes modifikasi Customaxi 2026 Yamaha digelar di Bandung, Jawa Barat karena memiliki daya tarik tersendiri