Penjualan Daihatsu Agustus 2026 Tembus 12 Ribu, Gran Max Andalan
09 September 2026, 20:17 WIB
Aksi koboi jalanan yang dilakukan oleh seorang sopir Lalamove sejatinya bisa diantisipasi para pengguna jalan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Baru-baru ini viral sebuah video di sosial media. Di dalamnya menggambarkan aksi koboi jalanan dari seorang sopir Daihatsu Grand Max dengan stiker Lalamove.
Menyitat unggahan akun Instagram @dashcam_owners_indonesia, dapat terlihat dua orang pengemudi kendaraan roda empat sedang adu mulut.
Namun sopir Lalamove mengeluarkan senjata api serta menodongkannya kepada sang lawan atau pengemudi lain.
Peristiwa tersebut ternyata terjadi di Tol Cipularang KM 95 arah Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (07/06) pukul 15.30 WIB.
“Sopir Grand Max (berpelat nomor) B 2850 UFZ tidak terima disalip dan melakukan intimidasi mengejar sambil menodongkan pistol ke arah korban,” tulis akun Instagram tersebut.
Setelah ditodong senjata api, pemilik dashcam langsung lari ke mobilnya. Kemudian menghindar dari aksi koboi jalanan sang sopir Lalamove.
Melihat kejadian di atas, sejumlah pihak pun angkat bicara. Seperti datang dari Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).
Menurut dia aksi koboi jalanan yang dilakukan oleh sopir Lalamove sejatinya bisa diantisipasi oleh kedua belah pihak.
“Karena kita berada di ruang publik yang namanya jalan. Kita juga harus punya adab serta empati,” ungkap Jusri kepada KatadataOTO, Senin (09/06).
Jusri menjelaskan bahwa kalau pengendara tidak memiliki adab maupun etika, maka berpotensi terjadi konflik.
Misal tonjok-tonjokan, aksi saling pepet di jalan raya atau bahkan sampai penodongan pistol seperti yang dilakukan oleh sopir Lalamove.
Selain itu Jusri juga menyarankan agar para pengemudi tidak merasa paling benar. Kemudian sampai menyalahkan orang lain.
“Ketika terganggu, misal kita pikir wah dia salah lalu kesal. Maka kemampuan kognitif pengendara bakal terganggu,” lanjut dia.
Lalu Jusri juga mengungkapkan kalau terlibat konflik dengan pengendara lain, ada baiknya agar tidak diperpanjang.
“Biarin aja biarin, jangan memberikan sanksi atau apapun. Sebab begitu Anda punya pikiran dia salah, maka akan mempengaruhi kemampuan emosi,” tegas Jusri.
Ia juga menuturkan kalau sampai terpancing emosi atau terprovokasi, akan berujung pada hal-hal kurang baik.
“Saat emosi saya sebutin berkali-kali, kemampuan kognitif, logika maupun referensi yang ada di kepala Anda sebagai orang berpengetahuan serta terdidik akan terganggu,” Jusri menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 September 2026, 20:17 WIB
20 Mei 2026, 20:09 WIB
24 April 2026, 07:00 WIB
10 April 2026, 13:00 WIB
16 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan
09 September 2026, 06:00 WIB
Beroperasi di lima lokasi berbeda, SIM keliling Jakarta hanya melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
08 September 2026, 19:00 WIB
Robot humanoid AiMOGA yang dikembangkan oleh Chery Group sudah masuk ke pasar internasional hingga 60 negara
08 September 2026, 16:50 WIB
SUV masih jadi salah satu favorit konsumen, Xpeng GX tuai respons positif sejak debut di RI beberapa waktu lalu