Penjualan Daihatsu Hingga April 2026 Sudah Tembus 46 Ribuan Unit
20 Mei 2026, 20:09 WIB
Aksi koboi jalanan yang dilakukan oleh seorang sopir Lalamove sejatinya bisa diantisipasi para pengguna jalan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Baru-baru ini viral sebuah video di sosial media. Di dalamnya menggambarkan aksi koboi jalanan dari seorang sopir Daihatsu Grand Max dengan stiker Lalamove.
Menyitat unggahan akun Instagram @dashcam_owners_indonesia, dapat terlihat dua orang pengemudi kendaraan roda empat sedang adu mulut.
Namun sopir Lalamove mengeluarkan senjata api serta menodongkannya kepada sang lawan atau pengemudi lain.
Peristiwa tersebut ternyata terjadi di Tol Cipularang KM 95 arah Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (07/06) pukul 15.30 WIB.
“Sopir Grand Max (berpelat nomor) B 2850 UFZ tidak terima disalip dan melakukan intimidasi mengejar sambil menodongkan pistol ke arah korban,” tulis akun Instagram tersebut.
Setelah ditodong senjata api, pemilik dashcam langsung lari ke mobilnya. Kemudian menghindar dari aksi koboi jalanan sang sopir Lalamove.
Melihat kejadian di atas, sejumlah pihak pun angkat bicara. Seperti datang dari Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).
Menurut dia aksi koboi jalanan yang dilakukan oleh sopir Lalamove sejatinya bisa diantisipasi oleh kedua belah pihak.
“Karena kita berada di ruang publik yang namanya jalan. Kita juga harus punya adab serta empati,” ungkap Jusri kepada KatadataOTO, Senin (09/06).
Jusri menjelaskan bahwa kalau pengendara tidak memiliki adab maupun etika, maka berpotensi terjadi konflik.
Misal tonjok-tonjokan, aksi saling pepet di jalan raya atau bahkan sampai penodongan pistol seperti yang dilakukan oleh sopir Lalamove.
Selain itu Jusri juga menyarankan agar para pengemudi tidak merasa paling benar. Kemudian sampai menyalahkan orang lain.
“Ketika terganggu, misal kita pikir wah dia salah lalu kesal. Maka kemampuan kognitif pengendara bakal terganggu,” lanjut dia.
Lalu Jusri juga mengungkapkan kalau terlibat konflik dengan pengendara lain, ada baiknya agar tidak diperpanjang.
“Biarin aja biarin, jangan memberikan sanksi atau apapun. Sebab begitu Anda punya pikiran dia salah, maka akan mempengaruhi kemampuan emosi,” tegas Jusri.
Ia juga menuturkan kalau sampai terpancing emosi atau terprovokasi, akan berujung pada hal-hal kurang baik.
“Saat emosi saya sebutin berkali-kali, kemampuan kognitif, logika maupun referensi yang ada di kepala Anda sebagai orang berpengetahuan serta terdidik akan terganggu,” Jusri menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Mei 2026, 20:09 WIB
24 April 2026, 07:00 WIB
10 April 2026, 13:00 WIB
16 Desember 2025, 11:00 WIB
17 November 2025, 08:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat