VinFast VF MPV 7 Ada Versi Ekonomisnya, Harga Rp 200 Jutaan
03 Juli 2026, 21:55 WIB
Masyarakat yang merekam dan melaporkan pelanggaran lalu lintas bakal dibayar jutaan oleh pemerintah Vietnam
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Selama ini pelanggaran lalu lintas selalu diawasi oleh petugas kepolisian namun tidak semua wilayah bisa terjangkau. Beberapa kejadian malah terekam oleh kamera dari masyarakat dan menjadi viral di media sosial.
Oleh sebab itu pemerintah Vietnam pun melakukan inovasi untuk memanfaatkannya. Mereka akan memberi uang hingga VND 5 juta atau setara Rp 3,1 juta buat mereka yang berhasil merekam kejadian pelanggaran lalu lintas.
Perlu diketahui bahwa jumlah yang diperoleh sebenarnya bervariasi karena sebenarnya hanya 10 persen dari total denda. Sehingga bukan tidak mungkin pelanggaran ringan hanya bakal mendapat pembayaran lebih kecil.
Tak hanya itu, pemerintah Vietnam kini sudah tengah agresif dalam memasang kamera pengawas, peningkatan denda dan pengetatan hukum untuk pelanggaran lalu lintas.
Sebagai contoh denda melanggar lampu lalu lintas meningkat dari sebelumnya VND 4 juta - 6 juta (Rp 2,5 - Rp 3,8 juta) menjadi VND 18 - 20 juta (Rp 11,4 – 12,7 juta).
Sementara untuk beberapa pelanggaran ringan seperti mengabaikan instruksi petugas atau menghalangi pemeriksaan lalu lintas bakal didenda 30 kali lebih banyak dari sebelumnya.
Pengemudi akan diberi tahu melalui aplikasi telepon pintar VNeTraffic untuk memberitahu bahwa dirinya telah melanggar lalu lintas. aplikasi yang sama juga digunakan buat para perekam pelanggaran.
Dilansir Carscoops, keputusan pemerintah untuk memberi uang kepada perekam pelanggaran lalu lintas bakal membuat pengguna jalan disiplin. Dengan demikian keselamatan masyarakat bisa terjaga.
Meski nilainya cukup besar pemerintah setempat optimis hal tersebut tidak akan merugikan. Pasalnya pelanggaran yang terjaring bakal lebih banyak dan meningkatkan pendapatan.
Pemerintah pun menegaskan denda yang mereka kumpulkan ditambah dengan sebagian pendapatan dari pelelangan pelat nomor bakal digunakan buat meningkatkan keselamatan jalan. Beberapa fasilitas rencananya bakal dipasangkan seperti pengembangan sistem informasi, pemeliharaan data lalu lintas hingga gaji petugas di malam hari.
Langkah yang dilakukan oleh pemerintah Vietnam ini jauh berbeda dengan Indonesia. Kepolisian lebih memilih menggunakan sistem pengurangan poin sehingga berpotensi menyebabkan pelaku kehilangan SIM.
Kebijakan tersebut dipercaya akan memberikan efek jera dan membuat masyarakat disiplin dalam berkendara.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Juli 2026, 21:55 WIB
07 April 2026, 06:00 WIB
06 April 2026, 06:01 WIB
03 April 2026, 15:39 WIB
02 April 2026, 17:00 WIB
Terkini
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
PEVS 2026 akan diikuti oleh 38 brand motor dan mobil listrik dan tidak ketinggalan industri pendukung lain
23 Oktober 2026, 13:00 WIB
Chery Indonesia akan melakukan studi terkait kesesuaian SUV Omoda X untuk pasar Tanah Air di masa depan
23 Oktober 2026, 11:00 WIB
AiMOGA Robotics, perusahaan robotik dari Chery Group resmi membuka pemesanan untuk robot pintar Mobo
23 Oktober 2026, 09:00 WIB
Asia CAN 2026 diikuti oleh peserta dari sembilan negara berbeda, mereka saling adu kemampuan meracik audio
22 Oktober 2026, 21:16 WIB
Track My Chery Q memberikan akses kepada konsumen untuk memantau perkembangan unit sejak tahap produksi
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
Debut di Chery Brand Night, Tiggo X7 dan all new Tiggo 7 jadi amunisi baru untuk penjualan di pasar global
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Toyota Innova Zenix Hybrid kini dilengkapi T Intouch terbaru, berbagai fungsi kendaraan dapat diakses dari HP
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik