Biaya Pertamax Full Tank buat MPV, Innova Zenix Rp 800 Ribuan
12 Juni 2026, 15:00 WIB
Harga bahan bakar campuran etanol atau E10 bisa lebih tinggi dari Pertamax, segini prediksi kenaikannya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Harga bahan bakar minyak di Indonesia diyakini akan mengalami penyesuaian pasca penerapan campuran etanol 10 persen.
Material etanol nantinya juga berpeluang diawali dari impor terlebih dulu sambil menunggu kesiapan ekosistem di dalam negeri.
Saat ini, diketahui harga etanol murni 99,5 persen atau E100 adalah di kisaran Rp 16 ribuan per liter.
“Hitung-hitungan engineering, harga etanol untuk kasus Indonesia sekitar Rp 16 ribu per liter,” kata Ronny Purwadi, akademisi Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) di Jakarta belum lama ini.
Hitungan kasarnya, E10 berarti memakai 10 persen etanol saja dengan harga Rp 1.600 alias 10 persen dari besaran harga etanol yakni Rp 16 ribu.
Sebagai gambaran, harga bahan bakar minyak (BBM) RON 92 dari Pertamina, Pertamax adalah Rp 12.200 per liter.
Apabila ditambah campuran etanol, maka ada kenaikan harga Pertamax menjadi 13.800 per liter.
Sementara BBM bersubsidi Pertalite dilego Rp 10 ribu, berpotensi naik ke Rp 11.600 ketika telah bercampur dengan kandungan etanol.
“Itu kalau E10. E20 harganya berarti ya lebih mahal,” jelas Ronny.
Namun Ronny menegaskan pemerintah perlu bersiap agar etanol tidak selamanya mengandalkan impor.
Harapannya etanol tidak hanya membantu mengurangi jumlah impor bahan bakar fosil tetapi juga memberikan efek positif di sektor pertanian sebagai penyedia bahan bakunya.
“Menteri Perdagangan harus bijaksana membuat regulasi. Impor tetapi jangan sampai mematikan industri, memperbaiki supaya semakin lama bisa bersaing,” tegas Ronny.
Bicara soal impor etanol sebagai permulaan penerapan E10 di Indonesia, Ronny mengungkapkan ada beberapa negara yang potensial.
“Kita bisa impor dari Pakistan, kalau tidak salah. Amerika Serikat juga tentu saja,” kata Ronny.
Sebagai informasi wacana penerapan BBM E10 di Indonesia bukanlah sebuah hal baru.
Hanya saja rencana tersebut kembali terdengar ketika beberapa merek Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) swasta batal pakai base fuel Pertamina imbas kandungan etanol tiga persen.
Persentase etanol pada bahan bakar dasar dari Pertamina dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi dan regulasi para SPBU swasta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 07:00 WIB
01 Juni 2026, 13:20 WIB
01 April 2026, 07:00 WIB
23 Februari 2026, 15:00 WIB
Terkini
16 Juni 2026, 10:00 WIB
Langkah berani dilakukan Nissan untuk bisa kembali bersaing dalam industri otomotif global yang cukup ketat
16 Juni 2026, 08:02 WIB
Setelah menjual mobil bermesin bensin dan bertenaga listrik, PHEV perdana DFSK bakal hadir di RI tahun ini
15 Juni 2026, 21:29 WIB
Marquez memiliki peluang besar untuk melanjutkan tren positif serta meraih kemenangan di MotoGP Ceko 2026
15 Juni 2026, 20:04 WIB
Sejumlah merek mobil mewah mencatatkan kenaikan penjualan sepanjang Mei 2026, berikut daftar lengkapnya
15 Juni 2026, 15:49 WIB
Kehadiran BYD M6 Dual Mode di pasar MPV Tanah Air bisa menjadi pilihan baru khususnya di segmen elektrifikasi
15 Juni 2026, 11:02 WIB
AHRT berhassil menggondol tiga podium pada balapan FIM ARRC 2026 yang kali ini bertempat di Motegi, Jepang
15 Juni 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur Tahun Baru Hijriyah, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk melayani para pengendara
15 Juni 2026, 06:00 WIB
Aturan rutin di jam kerja bernama Ganjil genap Jakarta kembali berlaku meskipun pada Selasa kembali libur