Konflik Iran dan AS Berpotensi Membuat Harga BBM Naik
19 Januari 2026, 08:00 WIB
Harga bahan bakar campuran etanol atau E10 bisa lebih tinggi dari Pertamax, segini prediksi kenaikannya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Harga bahan bakar minyak di Indonesia diyakini akan mengalami penyesuaian pasca penerapan campuran etanol 10 persen.
Material etanol nantinya juga berpeluang diawali dari impor terlebih dulu sambil menunggu kesiapan ekosistem di dalam negeri.
Saat ini, diketahui harga etanol murni 99,5 persen atau E100 adalah di kisaran Rp 16 ribuan per liter.
“Hitung-hitungan engineering, harga etanol untuk kasus Indonesia sekitar Rp 16 ribu per liter,” kata Ronny Purwadi, akademisi Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) di Jakarta belum lama ini.
Hitungan kasarnya, E10 berarti memakai 10 persen etanol saja dengan harga Rp 1.600 alias 10 persen dari besaran harga etanol yakni Rp 16 ribu.
Sebagai gambaran, harga bahan bakar minyak (BBM) RON 92 dari Pertamina, Pertamax adalah Rp 12.200 per liter.
Apabila ditambah campuran etanol, maka ada kenaikan harga Pertamax menjadi 13.800 per liter.
Sementara BBM bersubsidi Pertalite dilego Rp 10 ribu, berpotensi naik ke Rp 11.600 ketika telah bercampur dengan kandungan etanol.
“Itu kalau E10. E20 harganya berarti ya lebih mahal,” jelas Ronny.
Namun Ronny menegaskan pemerintah perlu bersiap agar etanol tidak selamanya mengandalkan impor.
Harapannya etanol tidak hanya membantu mengurangi jumlah impor bahan bakar fosil tetapi juga memberikan efek positif di sektor pertanian sebagai penyedia bahan bakunya.
“Menteri Perdagangan harus bijaksana membuat regulasi. Impor tetapi jangan sampai mematikan industri, memperbaiki supaya semakin lama bisa bersaing,” tegas Ronny.
Bicara soal impor etanol sebagai permulaan penerapan E10 di Indonesia, Ronny mengungkapkan ada beberapa negara yang potensial.
“Kita bisa impor dari Pakistan, kalau tidak salah. Amerika Serikat juga tentu saja,” kata Ronny.
Sebagai informasi wacana penerapan BBM E10 di Indonesia bukanlah sebuah hal baru.
Hanya saja rencana tersebut kembali terdengar ketika beberapa merek Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) swasta batal pakai base fuel Pertamina imbas kandungan etanol tiga persen.
Persentase etanol pada bahan bakar dasar dari Pertamina dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi dan regulasi para SPBU swasta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Januari 2026, 08:00 WIB
01 Januari 2026, 07:00 WIB
01 Desember 2025, 07:00 WIB
20 November 2025, 14:00 WIB
11 November 2025, 15:00 WIB
Terkini
29 Januari 2026, 21:00 WIB
Geely EX2 bisa menjadi opsi mobil listrik untuk Anda yang hidup diperkotaan, sebab memiliki banyak keunggulan
29 Januari 2026, 20:00 WIB
Vietnam dipilih BYD sebagai tempat merakit baterai mobil listrik, baik kendaraan penumpang maupun komersial
29 Januari 2026, 19:08 WIB
Masih bekerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor, tahun depan Chery targetkan pabrik mandirinya beroperasi
29 Januari 2026, 16:00 WIB
Pedro Acosta akan mewaspadai aksi Marc Marquez demi meraih hasil terbaik dalam setiap seri MotoGP 2026
29 Januari 2026, 15:00 WIB
Tren modifikasi stiker mobil tampaknya kembali ke arah retro atau lawas, cocok dipakai di banyak model anyar
29 Januari 2026, 14:00 WIB
Charged Maleo S jadi salah satu motor listrik anyar di 2026, ada pengembangan dari versi terdahulunya
29 Januari 2026, 13:00 WIB
Kanada menurunkan tarif masuk mobil listrik Cina, dari semula 100 persen menjadi hanya 6,1 persen saja
29 Januari 2026, 12:00 WIB
Toyota sebut turunnya penjualan di LCGC disebabkan oleh banyak hal termasuk ketatnya kebijakan perusahaan pembiayaan