Harga BBM Pertamina di April 2026, Pertalite dan Pertamax Tetap
01 April 2026, 07:00 WIB
Harga bahan bakar campuran etanol atau E10 bisa lebih tinggi dari Pertamax, segini prediksi kenaikannya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Harga bahan bakar minyak di Indonesia diyakini akan mengalami penyesuaian pasca penerapan campuran etanol 10 persen.
Material etanol nantinya juga berpeluang diawali dari impor terlebih dulu sambil menunggu kesiapan ekosistem di dalam negeri.
Saat ini, diketahui harga etanol murni 99,5 persen atau E100 adalah di kisaran Rp 16 ribuan per liter.
“Hitung-hitungan engineering, harga etanol untuk kasus Indonesia sekitar Rp 16 ribu per liter,” kata Ronny Purwadi, akademisi Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) di Jakarta belum lama ini.
Hitungan kasarnya, E10 berarti memakai 10 persen etanol saja dengan harga Rp 1.600 alias 10 persen dari besaran harga etanol yakni Rp 16 ribu.
Sebagai gambaran, harga bahan bakar minyak (BBM) RON 92 dari Pertamina, Pertamax adalah Rp 12.200 per liter.
Apabila ditambah campuran etanol, maka ada kenaikan harga Pertamax menjadi 13.800 per liter.
Sementara BBM bersubsidi Pertalite dilego Rp 10 ribu, berpotensi naik ke Rp 11.600 ketika telah bercampur dengan kandungan etanol.
“Itu kalau E10. E20 harganya berarti ya lebih mahal,” jelas Ronny.
Namun Ronny menegaskan pemerintah perlu bersiap agar etanol tidak selamanya mengandalkan impor.
Harapannya etanol tidak hanya membantu mengurangi jumlah impor bahan bakar fosil tetapi juga memberikan efek positif di sektor pertanian sebagai penyedia bahan bakunya.
“Menteri Perdagangan harus bijaksana membuat regulasi. Impor tetapi jangan sampai mematikan industri, memperbaiki supaya semakin lama bisa bersaing,” tegas Ronny.
Bicara soal impor etanol sebagai permulaan penerapan E10 di Indonesia, Ronny mengungkapkan ada beberapa negara yang potensial.
“Kita bisa impor dari Pakistan, kalau tidak salah. Amerika Serikat juga tentu saja,” kata Ronny.
Sebagai informasi wacana penerapan BBM E10 di Indonesia bukanlah sebuah hal baru.
Hanya saja rencana tersebut kembali terdengar ketika beberapa merek Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) swasta batal pakai base fuel Pertamina imbas kandungan etanol tiga persen.
Persentase etanol pada bahan bakar dasar dari Pertamina dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi dan regulasi para SPBU swasta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 April 2026, 07:00 WIB
23 Februari 2026, 15:00 WIB
01 Februari 2026, 07:00 WIB
19 Januari 2026, 08:00 WIB
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Terkini
30 April 2026, 15:00 WIB
Demi menguasai pasar otomotif di seluruh dunia, pendiri Chery mengaku telah menyiapkan strategi 'double T'
30 April 2026, 13:35 WIB
Lepas memperkenalkan sejumlah produk andalan di Auto China 2026, salah satunya adalah mobil listrik L4
30 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan jalanan Ibu Kota, simak 62 titiknya
30 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung melayani para pemilik motor dan mobil yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
30 April 2026, 06:00 WIB
Menjelang Hari Buruh, SIM keliling Jakarta masih bisa melayani perpanjangan masa berlaku SIM di lima lokasi
29 April 2026, 22:43 WIB
Fitur-fitur yang disematkan pada Mitsubishi Xforce bisa menambah kenyamanan para penggunanya sehari-hari
29 April 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 PHEV dikonfirmasi masuk Indonesia tahun ini, sementara T1 sudah terdaftar di data Permendagri
29 April 2026, 15:49 WIB
Booth JETOUR di Cina suguhkan berbagai opsi SUV tangguh dan kendaraan ramah lingkungan buat mobilitas keluarga