Koleksi Kendaraan Ananta Rispo, Gemar Modifikasi Motor
25 Januari 2026, 13:00 WIB
Apabila spesifikasinya tidak sesuai, bahan bakar campuran etanol berpotensi menyebabkan kerusakan pada motor
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Bahan bakar campuran etanol mau digalakkan pemerintah sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap penurunan emisi gas buang dari kendaraan.
Meskipun memiliki beragam efek positif, masih banyak persiapan perlu dilakukan termasuk oleh produsen kendaraan seperti motor.
Mesin dan tangki bensin yang tidak kompatibel menenggak bahan bakar campuran etanol 10 persen dapat mengalami kerusakan apabila tetap dipaksa menggunakan E10.
Teknisi menjelaskan secara konkret memang ada dampak negatif dapat terasa dari sisi performa.
“Menggunakan bahan bakar mengandung etanol berdampak pada sistem bahan bakar dan performa mesin, terutama pada kendaraan yang lebih tua,” kata Wahyu Budhi, Technical PT Wahana Makmur Sejati (WMS) di Jakarta, Rabu (22/10).
Sementara pada motor keluaran baru sudah ada langkah lebih dalam diambil guna mengakomodir penggunaan bahan bakar campuran etanol.
Seperti pelapisan anti karat di bagian tangki bensin, membantu mengantisipasi terjadinya karat yang mungkin terjadi saat komponen itu terkena air.
Tanpa spesifikasi sesuai, pengguna harus menanggung berbagai risiko kerusakan motor yang butuh biaya besar.
Beberapa di antaranya adalah kerusakan sistem bahan bakar, korosi sampai degradasi komponen.
Kemudian komponen seal juga berpotensi getas apabila tidak pakai material yang disesuaikan dengan etanol. Lalu penyumbatan injektor serta kerja mesin kasar.
“Penurunan tenaga serta kurangnya efisiensi bahan bakar. Performa menurun disebabkan oleh akumulasi karbon,” tegas Wahyu.
Sehingga sebelum bensin campuran etanol 10 persen atau E10 diterapkan, pemerintah harus memastikan kesiapan semua pemangku kepentingan serta ekosistem pendukung.
Dalam kesempatan terpisah, ahli berpendapat sepeda motor punya teknologi yang maju jika dibandingkan mobil di Indonesia. Jadi terbilang siap menghadapi implementasi BBM E10.
Tetapi dengan catatan, motor dimaksud adalah unit produksi di atas tahun 2000-an.
“Mereka sudah memakai katalis three-way, katalis yang menurunkan emisi gas buang. Mobil belum ada,” kata Iman Reksowardojo, Dosen Teknik Mesin Pertamina University sekaligus Anggota Komtek Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) di Jakarta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 Januari 2026, 13:00 WIB
09 Januari 2026, 19:00 WIB
07 Januari 2026, 10:00 WIB
06 Januari 2026, 09:00 WIB
05 Januari 2026, 19:40 WIB
Terkini
30 Januari 2026, 15:00 WIB
Pihak Chery meyakini kehadiran iCar V23 tidak akan menggantikan keberadaan J6 di RI, isi segmen yang berbeda
30 Januari 2026, 14:06 WIB
Lepas L8 mengalami masalah ketika dilakukan uji coba dengan awak media di Pusdiklantas Serpong, Tangerang
30 Januari 2026, 14:00 WIB
Agar tidak terjadi kemacetan panjang, kepolisian bakal menerapkan ganjil genap puncak Bogor di akhir pekan
30 Januari 2026, 13:00 WIB
Kesenjangan yang ada membuat para produsen baterai asal Cina menggempur pasar Eropa dalam beberapa waktu
30 Januari 2026, 12:00 WIB
Suzuki eVitara dikabarkan bakal meluncur di Indonesia International Motor Show 2026 dengan status impor CBU
30 Januari 2026, 11:00 WIB
Jaecoo Indonesia resmikan komunitas J5 Evo yang akan jadi wadah para pemilik kendaraan listrik terbaru mereka
30 Januari 2026, 10:00 WIB
Xpeng P7 jadi opsi baru sedan bertenaga listrik untuk konsumen Indonesia, berikut rangkuman spesifikasinya
30 Januari 2026, 09:00 WIB
Mitsubishi New Pajero Sport banyak dipilih masyarakat untuk menjadi teman sejati di setiap perjalanan