Aletra Pamerkan L7 di GIIAS 2026, Bidik Segmen MPV EV Keluarga
03 Agustus 2026, 12:00 WIB
Kanada menurunkan tarif masuk mobil listrik Cina, dari semula 100 persen menjadi hanya 6,1 persen saja
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Cina terus menggencarkan ekspansi mobil-mobil mereka ke sejumlah negara. Seperti yang baru saja terjadi, yakni Kanada.
Kedua negara tersebut menjalin perjanjian dagang. Kanada memangkas tarif masuk mobil listrik asal Tiongkok, dari semula 100 persen menjadi 6,1 persen saja.
“Semua proyek ini akan memberikan manfaat bagi pengembangan industri Electric Vehicle (EV) Kanada,” ungkap Wang Di, Duta Besar Tiongkok untuk Kanada di Carscoops pada Kamis (29/01).
Selain itu, Wang Di berpendapat kerja sama yang dijalin oleh mereka bakal mendatangkan banyak dampak positif.
Seperti membantu pertumbuhan lapangan kerja, sebab BYD, Geely dan kawan-kawan berencana berinvestasi di Kanada.
Selain itu membantu para konsumen untuk dapat membeli mobil listrik dengan kualitas tinggi. Kemudian menawarkan harga produk yang lebih terjangkau.
“Ciri kerja sama praktis antara Tiongkok dan Kanada adalah saling melengkapi dan menguntungkan,” lanjut dia.
Oleh sebab itu, Wang Di berharap Kanada dapat memberikan ruang berinvestasi yang adil serta tidak diskriminatif.
Sehingga Cina maupun Kanada benar-benar merasakan keuntungan dari kerja sama kedua belah pihak.
“Jika perusahaan-perusahaan Tiongkok datang ke Kanada untuk bekerja sama dengan mitra Kanada untuk investasi, pembukaan pabrik atau usaha patungan, semua proyek ini akan saling menguntungkan,” tegas Wang.
Di sisi lain, kolaborasi kedua negara itu menuai kecaman keras dari Washington. Terutama Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Bahkan orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu langsung menebar ancaman. Ia bakal mengerek biaya masuk barang-barang dari Kanada menjadi 100 persen.
“Cina akan melahap Kanada hidup-hidup, benar-benar menghancurkannya,” pungkas Trump.
Trump menduga Mark Carney, Perdana Menteri Kanada ingin menjadikan negaranya sebagai tempat transit buat mobil listrik Cina sebelum masuk ke Amerika Serikat.
Sebagai informasi, Cina diizinkan untuk mengimpor 49 ribu mobil listrik ke Kanada setiap tahunnya. Jumlah tersebut bakal meningkat menjadi 70 ribu unit.
Hal ini sebagai imbalan atas pengurangan tarif Cina terhadap ekspor daging babi, makanan laut dan minyak kanola dari Kanada.
The Canadian Vehicle Manufacturers memiliki pandangan yang serupa dengan Donald Trump. Kolaborasi bersama Cina berpotensi merusak industri otomotif di negara mereka.
Menimbulkan risiko bagi masa depan rantai pasok otomotif terintegrasi di Amerika Utara. Mulai dari Ford, General Motors sampai Stellantis.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Agustus 2026, 12:00 WIB
02 Agustus 2026, 07:00 WIB
31 Juli 2026, 12:48 WIB
30 Juli 2026, 16:00 WIB
30 Juli 2026, 15:00 WIB
Terkini
03 Agustus 2026, 20:00 WIB
Mitusbishi Fuso mengundang anggota komunitas Canter Mania Indonesia Community untuk berkunjung ke GIIAS 2026
03 Agustus 2026, 19:00 WIB
Tawarkan teknologi Intelligent Dual Mode, Jetour T2 Berikan Sensasi berkendara EV maupun mesin ICE bersamaan
03 Agustus 2026, 18:00 WIB
Inovasi yang ditawarkan oleh Accelera Omikron Rugged Tyre tidak hanya cocok untuk harian tetapi juga offrod
03 Agustus 2026, 17:35 WIB
Quad Lock Indonesia resmi meluncur diGIIAS dengan menghadirkan ragam produk phone holder untuk berbagai kendaraan
03 Agustus 2026, 16:00 WIB
Lepas akhirnya resmi menyerahkan unit L8 PHEV ke para konsumennya, manfaatkan perhelatan otomotif GIIAS 2026
03 Agustus 2026, 15:00 WIB
Perkuat kehadirannya di RI, Wincos hadirkan tiga produk baru dan lanjutkan kolaborasi dengan Garasi Drift dan HRI
03 Agustus 2026, 14:00 WIB
Ajang pameran otomotif GIIAS 2026 menjadi waktu yang tepat untuk para pemilik mobil-mobil bermerek Suzuki
03 Agustus 2026, 13:00 WIB
Tekiro memamerkan pencapaian terbarunya dengan berhasil memecahkan rekor dunia dalam hal kompetisi mekanik