Indonesia Wajib Impor 1 Juta Ton Etanol dari AS, Ini Aturannya
23 Februari 2026, 15:00 WIB
Gaikindo ungkap mobil pabrikan Jepang lansiran tahun 2000 sekalipun tetap aman menggunakan bbm etanol
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkap mobil buatan pabrikan Jepang sudah sanggup menggunakan bensin yang mengandung etanol. Bahkan, bahan campuran tersebut dinilai aman karena sudah digunakan oleh banyak negara di dunia.
Menariknya lagi, mereka mengungkap bahwa keamanan tersebut tidak hanya berlaku untuk model baru. Pasalnya, Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA) sudah memastikan campuran etanol maksimal 10 persen (E10) masih aman untuk unit pabrikan Jepang keluaran di atas tahun 2000.
“Korosif masih bisa ditoleransi hingga tingkat tertentu. Untuk E10, kebanyakan pabrikan mobil Jepang sudah setuju untuk digunakan,” ungkap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo, beberapa waktu lalu.
Ia pun mengungkap bahwa baik mesin piston, selang, maupun berbagai komponen lain sudah sesuai dengan kebutuhan. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir saat menggunakan BBM etanol.
Sementara itu, Ali Ahmudi, Ketua Puskep UI, mengungkap bahwa etanol tetap memiliki potensi mengikat air, khususnya di udara terbuka. Meski demikian, dirinya menyebut jumlahnya tidak akan banyak.
Oleh sebab itu, beberapa perbaikan harus dilakukan untuk menghindari masalah di masa depan. Mulai dari penyelidikan kasus kandungan air di tangki bensin hingga sosialisasi penerapan etanol yang lebih matang.
Walau mendapat pro dan kontra terkait penggunaan etanol di Indonesia, Toyota mengungkap bahwa produk yang mereka jual sudah kompatibel dengan E10 sejak 2010. Bahkan, mereka sedang melakukan uji coba Kijang Innova Zenix Flexy Fuel agar bisa menggunakan bensin campuran etanol 85 persen atau E85.
Tak hanya itu, pabrikan tersebut bahkan dikabarkan sudah berencana mengambil peluang investasi. Mereka ingin memenuhi kebutuhan bioetanol di Indonesia.
Sebab, kebutuhan bioetanol di Tanah Air mencapai 40 juta kiloliter per tahun. Dengan penerapan E10, kebutuhan tersebut akan menjadi sekitar 4 juta kiloliter pada 2027.
"Agar tidak kehilangan momentum, maka persiapan pembangunan pabrik pendukung harus dimulai dari sekarang," ungkap Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, dikutip dari Antara, Senin (10/11).
Melihat peluang tersebut, Toyota dikabarkan akan berinvestasi dalam pengembangan ekosistem bioetanol di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Februari 2026, 15:00 WIB
20 November 2025, 16:28 WIB
20 November 2025, 14:00 WIB
10 November 2025, 13:00 WIB
28 Oktober 2025, 10:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat