Catatan Ekspor Toyota Semester Satu 2026
28 Juli 2026, 06:38 WIB
Toyota sebut turunnya penjualan di LCGC disebabkan oleh banyak hal termasuk ketatnya kebijakan perusahaan pembiayaan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota melihat bahwa 2025 merupakan tahun yang berat untuk pabrikan mobil di Indonesia. Penurunan penjualan khususnya di segmen Low Cost Green Car atau LCGC bisa menjadi salah satu acuannya.
Padahal segmen tersebut biasanya menjadi tulang punggung untuk sejumlah pabrikan dalam meningkatkan penjualan.
“LCGC memang mengalami penurunan penjualan sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Nah karena konsumennya adalah first buyer, ada beberapa isu-isu financial yang mempengaruhinya,” ungkap Henry Tanoto, Vice President at PT. Toyota-Astra Motor beberapa waktu lalu.
Salah satunya adalah tingginya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL). Situasi itu membuat perusahaan pembiayaan jadi lebih berhati-hati dalam memberi kredit.
Akibatnya, masyarakat pun kesulitan melakukan pembelian kendaraan dan berujung penjualan LCGC turun signifikan.
Bila melihat data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) maka wholesales sepanjang 2025 mencatat 122.686 unit. Angka itu turun diibanding 2024 yang hanya 176.766 unit.
Sementara untuk retail, LCGC membukukan penjualan sebesar 130.799 unit. Angka tersebut terkoreksi dibanding periode serupa tahun sebelumnya yang mencapai 178.726 unit.
“Untuk tahun ini, harapannya bisa lebih baik terutama di segmen LCGC dan tentunya segmen lain. Tentu bila ekonomi membaik, harapannya perusahaan pembiayaan bisa lebih baik ke depannya,” tambahnya kemudian.
Perlu diketahui bahwa berdasarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo retailsales mobil di Indonesia pada 2025 adalah sebesar 833.712 unit. Jumlah ini turun 6,3 persen dibanding 2024.
Ketika itu penjualan dari diler ke konsumen adalah 889.680 unit.
Sementara untuk wholesales di 2025 juga mengalami penuruan cukup dalam. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, pabrikan hanya mampu mengirim 803.687 unit.
Angka tersebut terkoreksi 62.036 unit atau sekitar 7,2 persen dibanding 2024. Pasar otomotif Tanah Air ketika itu mencatat penjualan sebanyak 865.723 unit.
Pasar pun diperkirakan masih akan penuh tantangan di 2026. Terlebih pemerintah bakal menghentikan insentif mobil listrik yang berpotensi meningkatkan harga kendaraan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 Juli 2026, 06:38 WIB
25 Juli 2026, 22:44 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
23 Juli 2026, 23:04 WIB
20 Juli 2026, 20:33 WIB
Terkini
29 Juli 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali diberlakukan untuk meminimalisir kemacetan parah di jam sibuk
29 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta ada di lima lokasi berbeda hari ini, simak daftar persyaratan dan biaya yang dibutuhkan
29 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi hari ini, menjadi solusi ketika Anda ingin mengurus dokumen berkendara
28 Juli 2026, 22:44 WIB
Mobil bekas perusahaan masih diminati calon pembeli baik perorangan hingga jaringan diler karena kondisinya
28 Juli 2026, 14:47 WIB
Geely Coolray memadukan eksterior pre-facelift dan interior desain terbaru, begini impresi pertamanya
28 Juli 2026, 09:29 WIB
Diler Xpeng di Alam Sutera berada di bawah naungan Erajaya dan berkonsep 3S untuk memenuhi kebutuhan konsumen
28 Juli 2026, 06:38 WIB
Toyota sebut pasar ekspor CBU mereka mengalami pertumbuhan sampai 10,7 persen dibanding 2025, berikut catatannya
28 Juli 2026, 06:31 WIB
Tersebar di lima tempat, SIM keliling Jakarta dapat melayani prosedur perpanjangan Surat Izin Mengemudi