Toyota Innova Zenix Dapat Tambahan Fitur Konektivitas
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Toyota sebut turunnya penjualan di LCGC disebabkan oleh banyak hal termasuk ketatnya kebijakan perusahaan pembiayaan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota melihat bahwa 2025 merupakan tahun yang berat untuk pabrikan mobil di Indonesia. Penurunan penjualan khususnya di segmen Low Cost Green Car atau LCGC bisa menjadi salah satu acuannya.
Padahal segmen tersebut biasanya menjadi tulang punggung untuk sejumlah pabrikan dalam meningkatkan penjualan.
“LCGC memang mengalami penurunan penjualan sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Nah karena konsumennya adalah first buyer, ada beberapa isu-isu financial yang mempengaruhinya,” ungkap Henry Tanoto, Vice President at PT. Toyota-Astra Motor beberapa waktu lalu.
Salah satunya adalah tingginya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL). Situasi itu membuat perusahaan pembiayaan jadi lebih berhati-hati dalam memberi kredit.
Akibatnya, masyarakat pun kesulitan melakukan pembelian kendaraan dan berujung penjualan LCGC turun signifikan.
Bila melihat data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) maka wholesales sepanjang 2025 mencatat 122.686 unit. Angka itu turun diibanding 2024 yang hanya 176.766 unit.
Sementara untuk retail, LCGC membukukan penjualan sebesar 130.799 unit. Angka tersebut terkoreksi dibanding periode serupa tahun sebelumnya yang mencapai 178.726 unit.
“Untuk tahun ini, harapannya bisa lebih baik terutama di segmen LCGC dan tentunya segmen lain. Tentu bila ekonomi membaik, harapannya perusahaan pembiayaan bisa lebih baik ke depannya,” tambahnya kemudian.
Perlu diketahui bahwa berdasarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo retailsales mobil di Indonesia pada 2025 adalah sebesar 833.712 unit. Jumlah ini turun 6,3 persen dibanding 2024.
Ketika itu penjualan dari diler ke konsumen adalah 889.680 unit.
Sementara untuk wholesales di 2025 juga mengalami penuruan cukup dalam. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, pabrikan hanya mampu mengirim 803.687 unit.
Angka tersebut terkoreksi 62.036 unit atau sekitar 7,2 persen dibanding 2024. Pasar otomotif Tanah Air ketika itu mencatat penjualan sebanyak 865.723 unit.
Pasar pun diperkirakan masih akan penuh tantangan di 2026. Terlebih pemerintah bakal menghentikan insentif mobil listrik yang berpotensi meningkatkan harga kendaraan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
23 September 2026, 17:49 WIB
Terkini
01 November 2026, 10:13 WIB
Bappenas menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia perlu kolaborasi berbagai pihak
01 November 2026, 07:00 WIB
Peluang kolaborasi dari AISI terbuka lebar untuk merek-merek sepeda motor Cina yang mulai masuk Indonesia
31 Oktober 2026, 22:37 WIB
Absennya Jorge Martin menjadi kesempatan berharga bagi Marquez untuk raih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026
31 Oktober 2026, 18:12 WIB
Deus ex Machina kembali ikut serta dalam acara tahunan yang mengumpulkan berbagai hobi maupun kesenian
31 Oktober 2026, 14:38 WIB
Sprint race MotoGP Malaysia 2026 dimenangkan oleh Pedro Acosta, hadapi persaingan sengit dengan Marc Marquez
31 Oktober 2026, 09:00 WIB
ADM baru saja menggelar Daihatsu Vocational Expo 2026 di SMK Muhammadiyah 2 Jatinom, Klaten, Jawa Tengah
31 Oktober 2026, 08:05 WIB
Pameran sepeda motor IMOS 2026 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang dan dalam durasi lebih lama yakni 10 hari
30 Oktober 2026, 22:25 WIB
VinFast ikut perkenalkan lini mobil listrik di GIIAS Makassar 2026, untuk kebutuhan pribadi maupun komersial