Toyota Beberkan Penyebab Turunnya Penjualan di Segmen LCGC

Toyota sebut turunnya penjualan di LCGC disebabkan oleh banyak hal termasuk ketatnya kebijakan perusahaan pembiayaan

Toyota Beberkan Penyebab Turunnya Penjualan di Segmen LCGC
Adi Hidayat

KatadataOTO – Toyota melihat bahwa 2025 merupakan tahun yang berat untuk pabrikan mobil di Indonesia. Penurunan penjualan khususnya di segmen Low Cost Green Car atau LCGC bisa menjadi salah satu acuannya.

Padahal segmen tersebut biasanya menjadi tulang punggung untuk sejumlah pabrikan dalam meningkatkan penjualan.

“LCGC memang mengalami penurunan penjualan sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Nah karena konsumennya adalah first buyer, ada beberapa isu-isu financial yang mempengaruhinya,” ungkap Henry Tanoto, Vice President at PT. Toyota-Astra Motor beberapa waktu lalu.

Salah satunya adalah tingginya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL). Situasi itu membuat perusahaan pembiayaan jadi lebih berhati-hati dalam memberi kredit.

Toyota Calya segera diluncurkan
Photo: Instagram @indra_fathan

Akibatnya, masyarakat pun kesulitan melakukan pembelian kendaraan dan berujung penjualan LCGC turun signifikan.

Bila melihat data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) maka wholesales sepanjang 2025 mencatat 122.686 unit. Angka itu turun diibanding 2024 yang hanya 176.766 unit.

Sementara untuk retail, LCGC membukukan penjualan sebesar 130.799 unit. Angka tersebut terkoreksi dibanding periode serupa tahun sebelumnya yang mencapai 178.726 unit.

“Untuk tahun ini, harapannya bisa lebih baik terutama di segmen LCGC dan tentunya segmen lain. Tentu bila ekonomi membaik, harapannya perusahaan pembiayaan bisa lebih baik ke depannya,” tambahnya kemudian.

Penjualan Mobil Nasional 2025

Perlu diketahui bahwa berdasarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo retailsales mobil di Indonesia pada 2025 adalah sebesar 833.712 unit. Jumlah ini turun 6,3 persen dibanding 2024.

Ketika itu penjualan dari diler ke konsumen adalah 889.680 unit.

Sementara untuk wholesales di 2025 juga mengalami penuruan cukup dalam. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, pabrikan hanya mampu mengirim 803.687 unit.

Toyota Agya GR Sport
Photo: Istimewa

Angka tersebut terkoreksi 62.036 unit atau sekitar 7,2 persen dibanding 2024. Pasar otomotif Tanah Air ketika itu mencatat penjualan sebanyak 865.723 unit.

Pasar pun diperkirakan masih akan penuh tantangan di 2026. Terlebih pemerintah bakal menghentikan insentif mobil listrik yang berpotensi meningkatkan harga kendaraan.


Terkini

mobil
GWM Wey G9

Harga GWM Wey G9 Dirilis, Lebih Murah dari Toyota Alphard

Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta

news
Asuransi Astra

70 Tahun Asuransi Astra: Jaga Kepercayaan Lewat Inovasi Digital

Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan

otosport
MotoGP San Marino 2026

Hasil Sprint Race MotoGP San Marino 2026: Marquez Menang Mudah

Marquez melanjutkan tren positif, usai meraih kemenangan dengan mudah di sprint race MotoGP San Marino 2026

motor
Yamaha

Pasar Motor Baru Melandai, Yamaha Optimistis Capai Target

Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja

otosport
MotoGP San Marino 2026

Link Live Streaming MotoGP San Marino 2026: Marquez Teror Aprilia

Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti

motor
Motor baru

Wholesales Motor Baru Agustus 2026 Turun Tipis 6,2 Persenan

Menurut data AISI pada Agustus 2026, Honda sampai Yamaha hanya mendistribusikan 596.461 motor baru saja

news
Daimler Commercial Vehicles Indonesia

Daimler Ramaikan IEE Series 2026, Bawa Model Legendaris

Daimler Commercial Vehicles Indonesia ramaikan IEE Series 2026 sekaligus memperkenalkan presiden direktur baru

mobil
LEPAS

Lepas Ekspansi ke Semarang, Tawarkan Kendaraan NEV

Lepas resmi membuka diler baru di Semarang untuk mendekatkan diri dengan calon konsumen di Jawa Tengah