Prediksi Mobil Baru Toyota, bZ4X Versi 7-Seater
28 Januari 2026, 20:00 WIB
Toyota sebut turunnya penjualan di LCGC disebabkan oleh banyak hal termasuk ketatnya kebijakan perusahaan pembiayaan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota melihat bahwa 2025 merupakan tahun yang berat untuk pabrikan mobil di Indonesia. Penurunan penjualan khususnya di segmen Low Cost Green Car atau LCGC bisa menjadi salah satu acuannya.
Padahal segmen tersebut biasanya menjadi tulang punggung untuk sejumlah pabrikan dalam meningkatkan penjualan.
“LCGC memang mengalami penurunan penjualan sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Nah karena konsumennya adalah first buyer, ada beberapa isu-isu financial yang mempengaruhinya,” ungkap Henry Tanoto, Vice President at PT. Toyota-Astra Motor beberapa waktu lalu.
Salah satunya adalah tingginya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL). Situasi itu membuat perusahaan pembiayaan jadi lebih berhati-hati dalam memberi kredit.
Akibatnya, masyarakat pun kesulitan melakukan pembelian kendaraan dan berujung penjualan LCGC turun signifikan.
Bila melihat data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) maka wholesales sepanjang 2025 mencatat 122.686 unit. Angka itu turun diibanding 2024 yang hanya 176.766 unit.
Sementara untuk retail, LCGC membukukan penjualan sebesar 130.799 unit. Angka tersebut terkoreksi dibanding periode serupa tahun sebelumnya yang mencapai 178.726 unit.
“Untuk tahun ini, harapannya bisa lebih baik terutama di segmen LCGC dan tentunya segmen lain. Tentu bila ekonomi membaik, harapannya perusahaan pembiayaan bisa lebih baik ke depannya,” tambahnya kemudian.
Perlu diketahui bahwa berdasarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo retailsales mobil di Indonesia pada 2025 adalah sebesar 833.712 unit. Jumlah ini turun 6,3 persen dibanding 2024.
Ketika itu penjualan dari diler ke konsumen adalah 889.680 unit.
Sementara untuk wholesales di 2025 juga mengalami penuruan cukup dalam. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, pabrikan hanya mampu mengirim 803.687 unit.
Angka tersebut terkoreksi 62.036 unit atau sekitar 7,2 persen dibanding 2024. Pasar otomotif Tanah Air ketika itu mencatat penjualan sebanyak 865.723 unit.
Pasar pun diperkirakan masih akan penuh tantangan di 2026. Terlebih pemerintah bakal menghentikan insentif mobil listrik yang berpotensi meningkatkan harga kendaraan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 Januari 2026, 20:00 WIB
28 Januari 2026, 12:00 WIB
28 Januari 2026, 11:00 WIB
28 Januari 2026, 07:00 WIB
27 Januari 2026, 16:00 WIB
Terkini
29 Januari 2026, 11:00 WIB
Pembuatan SIM Internasional pada Januari 2026 terbilang cukup mudah asalnya persyaratannya telah terpenuhi
29 Januari 2026, 10:00 WIB
Penggunaan oli mobil yang tidak sesuai anjuran pabrikan, dapat memperpendek usia pakai kendaraan Anda
29 Januari 2026, 09:00 WIB
Penjualan BYD secara retail alami kenaikan 217,5 persen dari 2024 ke 2025, belum termasuk sub merek Denza
29 Januari 2026, 08:00 WIB
Penyegaran pada Yamaha MX King di Januari 2026 membuat persaingan pada segmen motor bebek kembali sengit
29 Januari 2026, 07:00 WIB
Harga Chery C5 CSH diyakini ada di rentang angka Rp 350 juta sampai Rp 400 jutaan, meluncur Februari 2026
29 Januari 2026, 06:00 WIB
Kehadiran SIM keliling Bandung hari ini dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
29 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta akan diselenggarakan pada 29 Januari 2026 untuk atasi kemacetan lalu lintas di Ibu Kota
29 Januari 2026, 06:00 WIB
Pemilik SIM A dan C bisa melakukan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi di SIM keliling Jakarta