Harga BBM BP AKR Naik Ikuti Pertamina di April 2026, Vivo Tetap
19 April 2026, 11:05 WIB
Ada banyak hal yang mempengaruhi harga BBM di Indonesia, seperti contoh potensi perang antara Iran dan AS
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terus meningkat. Hubungan kedua negara tersebut kini berada di ujung tanduk.
Situasi ini dipicu oleh aksi protes domestik besar-besaran, yang mengguncang Iran dalam beberapa waktu belakangan.
Bahkan disebut-sebut sebagai kerusuhan terburuk dalam sejarah Republik Islam tersebut. Kondisi ini membuat Donald Trump, Presiden Amerika Serikat angkat suara.
Ia disebut-sebut akan melakukan tindakan tegas demi membela demonstran anti-pemerintah di Iran.
Sontak Iran tidak mau tinggal diam di tengah ancaman tersebut. Mereka akan menargetkan Amerika Serikat bila berani ikut campur.
Jika perang pecah di kawasan Timur Tengah, tentu bakal membawa dampak. Seperti contoh terhadap harga jual minyak mentah.
Dengan begitu banderol bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah negara, termasuk Indonesia berpotensi terkerek dalam waktu dekat.
“Ketegangan Iran dan Amerika Serikat pada Januari 2026 berdampak nyata bagi Indonesia,” ungkap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif serta akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Menurut Yannes, memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran membuat volatilitas harga minyak dunia sempat naik lebih dari tiga persen.
Menyentuh level tertinggi dalam tujuh pekan, karena kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global.
“Indonesia sebagai importir neto minyak dan LNG ikut terdampak. Sehingga eskalasi kecil saja bisa memicu lonjakan biaya impor energi kita,” lanjut Yannes.
Ia menuturkan, kenaikan harga energi bakal membuat biaya impor melambung dan berisiko memperlebar beban subsidi BBM dalam APBN.
Selain itu, kondisi tersebut membawa dampak cepat pada kompensasi BBM, inflasi transportasi serta tekanan terhadap rupiah saat permintaan dolar meningkat.
“Sebagai ilustrasi, setiap kenaikan ICP USD 1 per barel dapat menambah beban kompensasi BBM lebih dari Rp 2,65 triliun,” tegas Yannes.
Maka bila harga minyak mentah merangkak naik hingga 10 dolar Amerika Serikat per barel, tambahan kompensasi BBM bisa mencapai di atas Rp 26,5 triliun.
Oleh sebab itu, pemerintah harus mengantisipasi hal tersebut agar banderol BBM tidak meningkat dalam waktu dekat.
Kenaikan harga BBM akan menyulitkan para pengendara sepeda motor dan mobil. Terutama pengguna bahan bakar non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Green 95 maupun Pertamax Turbo.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 April 2026, 11:05 WIB
17 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 11:00 WIB
08 April 2026, 09:00 WIB
06 April 2026, 18:00 WIB
Terkini
26 April 2026, 13:00 WIB
Konsumen Indonesia dinilai lebih menyukai mobil listrik berukuran kecil, Jetour masih melakukan studi
26 April 2026, 11:00 WIB
Changan Lumin versi 4 pintu diyakini akan menyapa Indonesia untuk konsumen yang membutuhkan ruang lebih lapang
26 April 2026, 09:59 WIB
Lepas L6 PHEV tengah melakukan Global Journey of Elegant Driving usai dikenalkan di Beijing Auto Show 2026
25 April 2026, 15:00 WIB
Motul berkolaborasi dengan EMP untuk terlibat di ajang balap motor ketahanan FIM EWC World Endurance Championship
25 April 2026, 13:00 WIB
Changan memperkenalkan teknologi BlueCore Hybrid yang memiliki efisiensi dalam penggunaan bahan bakar
25 April 2026, 11:00 WIB
Lepas membawa beberapa produk unggulan dalam ajang Beijing Auto Show 2026, masing-masing adalah L4 dan L6
25 April 2026, 09:01 WIB
Marc Marquez dan Francesco Bagnaia mempunyai catatan apik meraih kemenangan dalam ajang MotoGP Spanyol 2026
25 April 2026, 08:56 WIB
Cargloss Group memasuki usia 40 tahun dan berganti kepemimpinan menuju masa depan lebih terintegrasi