Pemesanan Jeep Edisi Anniversary 85 Tahun Mulai di IIMS 2026
09 Februari 2026, 20:00 WIB
Ada banyak hal yang mempengaruhi harga BBM di Indonesia, seperti contoh potensi perang antara Iran dan AS
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terus meningkat. Hubungan kedua negara tersebut kini berada di ujung tanduk.
Situasi ini dipicu oleh aksi protes domestik besar-besaran, yang mengguncang Iran dalam beberapa waktu belakangan.
Bahkan disebut-sebut sebagai kerusuhan terburuk dalam sejarah Republik Islam tersebut. Kondisi ini membuat Donald Trump, Presiden Amerika Serikat angkat suara.
Ia disebut-sebut akan melakukan tindakan tegas demi membela demonstran anti-pemerintah di Iran.
Sontak Iran tidak mau tinggal diam di tengah ancaman tersebut. Mereka akan menargetkan Amerika Serikat bila berani ikut campur.
Jika perang pecah di kawasan Timur Tengah, tentu bakal membawa dampak. Seperti contoh terhadap harga jual minyak mentah.
Dengan begitu banderol bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah negara, termasuk Indonesia berpotensi terkerek dalam waktu dekat.
“Ketegangan Iran dan Amerika Serikat pada Januari 2026 berdampak nyata bagi Indonesia,” ungkap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif serta akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Menurut Yannes, memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran membuat volatilitas harga minyak dunia sempat naik lebih dari tiga persen.
Menyentuh level tertinggi dalam tujuh pekan, karena kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global.
“Indonesia sebagai importir neto minyak dan LNG ikut terdampak. Sehingga eskalasi kecil saja bisa memicu lonjakan biaya impor energi kita,” lanjut Yannes.
Ia menuturkan, kenaikan harga energi bakal membuat biaya impor melambung dan berisiko memperlebar beban subsidi BBM dalam APBN.
Selain itu, kondisi tersebut membawa dampak cepat pada kompensasi BBM, inflasi transportasi serta tekanan terhadap rupiah saat permintaan dolar meningkat.
“Sebagai ilustrasi, setiap kenaikan ICP USD 1 per barel dapat menambah beban kompensasi BBM lebih dari Rp 2,65 triliun,” tegas Yannes.
Maka bila harga minyak mentah merangkak naik hingga 10 dolar Amerika Serikat per barel, tambahan kompensasi BBM bisa mencapai di atas Rp 26,5 triliun.
Oleh sebab itu, pemerintah harus mengantisipasi hal tersebut agar banderol BBM tidak meningkat dalam waktu dekat.
Kenaikan harga BBM akan menyulitkan para pengendara sepeda motor dan mobil. Terutama pengguna bahan bakar non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Green 95 maupun Pertamax Turbo.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Februari 2026, 20:00 WIB
02 Februari 2026, 17:00 WIB
01 Februari 2026, 15:00 WIB
01 Februari 2026, 07:00 WIB
31 Januari 2026, 13:00 WIB
Terkini
14 Februari 2026, 08:00 WIB
Bridgestone tidak hanya sekadar memamerkan produk-produk unggulannya pada pameran otomotif tahunan IIMS 2026
14 Februari 2026, 07:00 WIB
BYD telah hadir di Indonesia dengan membawa sejumlah model yang memiliki keunggulannya masing-masing
13 Februari 2026, 22:48 WIB
Mitsubishi Xforce edisi Anniversary meluncur di IIMS 2026 dengan penambahan fitur eksterior dan eksterior
13 Februari 2026, 21:34 WIB
BYD terus berinovasi untuk menempatkan diri mereka sebagai pemimpin dalam perkembangan teknologi dan otomotif
13 Februari 2026, 19:22 WIB
BYD Indonesia mampu memberi dampak langsung bagi kelangsungan industri dan ekosistem mobil listrik nasional
13 Februari 2026, 17:55 WIB
BYD menorehkan sejarah dalam pasar mobil listrik dunia, hal tersebut terlihat sepanjang periode 2025 lalu
13 Februari 2026, 17:55 WIB
Keahlian BYD di bidang teknologi diterapkan pada lini kendaraan ramah lingkungan yang dijual di pasar global
13 Februari 2026, 17:54 WIB
Berbagai model BYD dihadirkan memenuhi kebutuhan konsumen, mobilitas area kota sampai perjalanan jarak jauh