Penerapan Biodiesel B50 1 Juli Dipercaya Bawa Banyak Efek Positif
18 Juni 2026, 07:00 WIB
Ada banyak hal yang mempengaruhi harga BBM di Indonesia, seperti contoh potensi perang antara Iran dan AS
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terus meningkat. Hubungan kedua negara tersebut kini berada di ujung tanduk.
Situasi ini dipicu oleh aksi protes domestik besar-besaran, yang mengguncang Iran dalam beberapa waktu belakangan.
Bahkan disebut-sebut sebagai kerusuhan terburuk dalam sejarah Republik Islam tersebut. Kondisi ini membuat Donald Trump, Presiden Amerika Serikat angkat suara.
Ia disebut-sebut akan melakukan tindakan tegas demi membela demonstran anti-pemerintah di Iran.
Sontak Iran tidak mau tinggal diam di tengah ancaman tersebut. Mereka akan menargetkan Amerika Serikat bila berani ikut campur.
Jika perang pecah di kawasan Timur Tengah, tentu bakal membawa dampak. Seperti contoh terhadap harga jual minyak mentah.
Dengan begitu banderol bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah negara, termasuk Indonesia berpotensi terkerek dalam waktu dekat.
“Ketegangan Iran dan Amerika Serikat pada Januari 2026 berdampak nyata bagi Indonesia,” ungkap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif serta akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Menurut Yannes, memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran membuat volatilitas harga minyak dunia sempat naik lebih dari tiga persen.
Menyentuh level tertinggi dalam tujuh pekan, karena kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global.
“Indonesia sebagai importir neto minyak dan LNG ikut terdampak. Sehingga eskalasi kecil saja bisa memicu lonjakan biaya impor energi kita,” lanjut Yannes.
Ia menuturkan, kenaikan harga energi bakal membuat biaya impor melambung dan berisiko memperlebar beban subsidi BBM dalam APBN.
Selain itu, kondisi tersebut membawa dampak cepat pada kompensasi BBM, inflasi transportasi serta tekanan terhadap rupiah saat permintaan dolar meningkat.
“Sebagai ilustrasi, setiap kenaikan ICP USD 1 per barel dapat menambah beban kompensasi BBM lebih dari Rp 2,65 triliun,” tegas Yannes.
Maka bila harga minyak mentah merangkak naik hingga 10 dolar Amerika Serikat per barel, tambahan kompensasi BBM bisa mencapai di atas Rp 26,5 triliun.
Oleh sebab itu, pemerintah harus mengantisipasi hal tersebut agar banderol BBM tidak meningkat dalam waktu dekat.
Kenaikan harga BBM akan menyulitkan para pengendara sepeda motor dan mobil. Terutama pengguna bahan bakar non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Green 95 maupun Pertamax Turbo.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Juni 2026, 07:00 WIB
12 Juni 2026, 13:00 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 14:57 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
Terkini
26 Juni 2026, 09:00 WIB
AHM menjelaskan kalau mereka belum memutuskan bagaimana masa depan paten Honda Ryden 160 yang mereka daftarkan
26 Juni 2026, 07:00 WIB
Francesco Bagnaia mendapatkan kontrak selama empat tahun dari Aprilia dan akan berduet dengan Bezzecchi
26 Juni 2026, 06:23 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diberlakukan hari ini untuk bisa mengurai kemacetan terutama pada jam sibuk
26 Juni 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai terlewat, SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa lima lokasi sebelum akhir pekan
26 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi sejak pagi dan melayani para pengendara motor maupun mobil sebelum akhir pekan
25 Juni 2026, 20:58 WIB
Grup Tianneng meresmikan basis produksi yang berlokasi di Surabaya, fokus pada baterai kendaraan listrik
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Setelah E4 EV, Lepas masih punya rencana untuk memperkenalkan produk mobil listrik lain untuk pasar RI
25 Juni 2026, 19:27 WIB
Tiga model mobil baru dari BMW resmi diluncurkan hari ini, ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 1 miliar