Penjualan Omoda E5 Redup Setelah Ada J6, Ini Kata Chery
31 Maret 2025, 09:00 WIB
Tidak sejalan dengan rencana pemerintah terkait insentif mobil hybrid, Ketua Umum Periklindo sebut bukan EV
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif mobil hybrid masih jadi satu hal yang cukup ditunggu oleh sejumlah produsen. Pasalnya kendaraan satu ini jadi jembatan tepat untuk masyarakat dalam transisi ke mobil listrik murni.
Beragam keunggulan ditawarkan mulai dari efisiensi bahan bakar, banderol kompetitif sampai model lebih bervariasi dan tersedia dalam opsi konfigurasi 7-seater yang memuat lebih banyak penumpang.
Di Thailand sudah banyak pabrikan mulai berinvestasi dan melakukan produksi lokal mobil hybrid karena keuntungan ditawarkan pemerintah setempat. Alhasil sejumlah HEV bahkan ditawarkan lebih murah dari mobil konvensional.
Hal itu mungkn terjadi karena pemberian subsidi dari pemerintah Thailand demi menstimulasi daya beli konsumen terhadap mobil ramah lingkungan.
Sementara di Indonesia insentif masih terbatas pada BEV (Battery Electric Vehicle) alias kendaraan listrik berbasis baterai. Juga ada beberapa ketentuan harus dipatuhi oleh produsen seperti TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) minimal 40 persen.
Belum lama ini Joko Widodo, Presiden RI menyatakan bahwa insentif mobil hybrid memang masih digodok bersama para bawahannya.
“Saat ini masih dibicarakan dengan menteri ekonomi dan menteri perindustrian ya,” ungkap Jokowi di sela PEVS 2024, JIExpo Kemayoran, Jumat (3/5).
Menanggapi hal tersebut, Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan RI sekaligus Ketua Umum Periklindo masih tidak sejalan dengan pemerintah terkait pengembangan mobil hybrid.
Namun ia menegaskan bakal mendukung segala upaya pemerintah dalam membantu menurunkan emisi karbon, termasuk melalui penggunaan mobil hybrid.
Moeldoko mengakui mobil hybrid bantu pengurangan konsumsi bensin, apalagi dalam kecepatan tertentu HEV mengandalkan motor elektrik.
“Saya sebagai ketua Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia) tidak saya masukkan. EV (Electric Vehicle) ya EV murni jadi kalau hybrid menurut saya tidak dalam kategori EV,” ucap Moeldoko di JIExpo Kemayoran, Sabtu (4/5).
Namun bicara sebagai Kepala Staf Presiden ia mengimbau seluruh pihak terkait untuk menunggu terlebih dulu keputusan pemerintah terkait insentif mobil hybrid.
“Makanya kemarin Presiden waktu ditanya bilang tunggu dulu. Hybrid juga perlu penelaahan lebih dalam,” ujar Moeldoko.
Sekadar informasi pameran kendaraan listrik PEVS 2024 masih berlangsung sampai Minggu (5/5). Sebanyak 116 peserta hadir termasuk dari kendaraan roda empat maupn roda dua.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Maret 2025, 09:00 WIB
31 Maret 2025, 07:00 WIB
30 Maret 2025, 22:03 WIB
30 Maret 2025, 07:00 WIB
28 Maret 2025, 14:03 WIB
Terkini
01 April 2025, 18:19 WIB
Mengawali April 2025, harga BBM di seluruh SPBU milik swasta mengalami penurunan dengan jumlah bervariasi
01 April 2025, 15:00 WIB
Kepolisian memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 terjadi di akhir pekan, masyarakat diminta waspada
01 April 2025, 13:00 WIB
Dengan berbagai pertimbangan AHM memprediksi penjualan motor baru Honda akan meningkat pada kuartal pertama
01 April 2025, 11:00 WIB
Hyundai Stargazer facelift diduga terdaftar di RI dengan nama varian Carten, berpeluang meluncur tahun ini
01 April 2025, 08:00 WIB
Pihak kepolisian dapat menerapkan one way di Puncak Bogor secara situasional, berikut rincian aturannya
01 April 2025, 06:43 WIB
Ganjil genap Jakarta ditiadakan selama libur Lebaran 2025 sehingga masyarakat bisa bebas beraktivitas
31 Maret 2025, 16:17 WIB
Hybrid BYD Shark semakin dekat ke Indonesia, debut di Thailand dengan harga di kisaran Rp 800 jutaan
31 Maret 2025, 12:03 WIB
200 peserta mengikuti program mudik gratis bareng Diton 2025 dengan berbagai kota tujuan seperti ke Semarang