Daftar Lengkap Harga BBM September 2026 Usai Pertamax Green Naik
02 September 2026, 19:52 WIB
Ada berbagai upaya yang bisa dipilih pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM di Tanah Air
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Memanasnya hubungan antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi membawa dampak negatif. Terutama bagi harga minyak mentah dunia.
Jika hal tersebut sampai terjadi, maka banderol bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah negara, termasuk Indonesia akan terkerek.
Untuk itu pemerintah Indonesia harus mengantisipasi situasi ini. Hal tersebut agar para pengendara di dalam negeri tetap bisa membeli BBM dengan harga terjangkau.
“Nampaknya pemerintah perlu memperkuat koordinasi fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas ekonomi makro kita,” ucap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif serta akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Yannes menjelaskan bahwa penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga harus dilakukan.
Sehingga dapat mengantisipasi pembengkakan subsidi BBM di Tanah Air pada 2026, imbas konflik Amerika Serikat serta Iran.
“Sambil menahan penyesuaian harga BBM subsidi selama harga minyak global masih di bawah 100 dolar Amerika Serikat per barel,” lanjut dia.
Dengan begitu dampak dari gejolak di Timur Tengah, tidak langsung membebani masyarakat atau pengendara di Tanah Air.
Selain itu, kondisi tersebut juga tidak membawa dampak negatif bagi perekonomian negara. Sebab beberapa waktu belakangan situasinya memang sedang tidak stabil.
“Lalu segera percepat diversifikasi sumber pasokan minyak dengan percepatan produksi energi domestik melalui peningkatan lifting sumur eksisting,” Yannes menambahkan.
Pemerintah turut disarankan untuk mengembangkan energi baru terbarukan (EBT), agar dapat menurunkan ketergantungan impor yang masih tinggi semaksimal mungkin.
Dia mengungkapkan, fokus utama pemerintah harus memperkuat ketahanan energi di dalam negeri. Dengan begitu konflik antara Amerika Serikat serta Iran tidak terlalu terasa.
“Menjaga stabilitas fiskal dan mengurangi ketergantungan impor,” tegas Yannes.
Sebagai informasi Donald Trump, Presiden Amerika Serikat sempat melontarkan ancaman tindakan yang sangat kuat terhadap Iran.
Ancaman serangan ini muncul menyusul laporan mengenai pembantaian massal yang dilakukan rezim Teheran terhadap warga mereka sendiri.
Menurut laporan The Economist, jika serangan Negeri Paman Sam benar-benar terjadi maka opsi akan diambil Washington adalah serangan terbatas.
Targetnya berupa pemenggalan politik untuk menggulingkan kekuasaan para petinggi Iran telah berkuasa selama 47 tahun.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan