Harga BBM BP AKR Naik Ikuti Pertamina di April 2026, Vivo Tetap
19 April 2026, 11:05 WIB
Ada berbagai upaya yang bisa dipilih pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM di Tanah Air
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Memanasnya hubungan antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi membawa dampak negatif. Terutama bagi harga minyak mentah dunia.
Jika hal tersebut sampai terjadi, maka banderol bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah negara, termasuk Indonesia akan terkerek.
Untuk itu pemerintah Indonesia harus mengantisipasi situasi ini. Hal tersebut agar para pengendara di dalam negeri tetap bisa membeli BBM dengan harga terjangkau.
“Nampaknya pemerintah perlu memperkuat koordinasi fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas ekonomi makro kita,” ucap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif serta akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Yannes menjelaskan bahwa penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga harus dilakukan.
Sehingga dapat mengantisipasi pembengkakan subsidi BBM di Tanah Air pada 2026, imbas konflik Amerika Serikat serta Iran.
“Sambil menahan penyesuaian harga BBM subsidi selama harga minyak global masih di bawah 100 dolar Amerika Serikat per barel,” lanjut dia.
Dengan begitu dampak dari gejolak di Timur Tengah, tidak langsung membebani masyarakat atau pengendara di Tanah Air.
Selain itu, kondisi tersebut juga tidak membawa dampak negatif bagi perekonomian negara. Sebab beberapa waktu belakangan situasinya memang sedang tidak stabil.
“Lalu segera percepat diversifikasi sumber pasokan minyak dengan percepatan produksi energi domestik melalui peningkatan lifting sumur eksisting,” Yannes menambahkan.
Pemerintah turut disarankan untuk mengembangkan energi baru terbarukan (EBT), agar dapat menurunkan ketergantungan impor yang masih tinggi semaksimal mungkin.
Dia mengungkapkan, fokus utama pemerintah harus memperkuat ketahanan energi di dalam negeri. Dengan begitu konflik antara Amerika Serikat serta Iran tidak terlalu terasa.
“Menjaga stabilitas fiskal dan mengurangi ketergantungan impor,” tegas Yannes.
Sebagai informasi Donald Trump, Presiden Amerika Serikat sempat melontarkan ancaman tindakan yang sangat kuat terhadap Iran.
Ancaman serangan ini muncul menyusul laporan mengenai pembantaian massal yang dilakukan rezim Teheran terhadap warga mereka sendiri.
Menurut laporan The Economist, jika serangan Negeri Paman Sam benar-benar terjadi maka opsi akan diambil Washington adalah serangan terbatas.
Targetnya berupa pemenggalan politik untuk menggulingkan kekuasaan para petinggi Iran telah berkuasa selama 47 tahun.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 April 2026, 11:05 WIB
17 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 11:00 WIB
08 April 2026, 09:00 WIB
06 April 2026, 18:00 WIB
Terkini
27 April 2026, 06:14 WIB
ETLE statis maupun mobile akan mendukung operasional ganjil genap Jakarta haari ini untuk mengurai kemacetan
27 April 2026, 06:01 WIB
Menjelang akhir April, SIM keliling Jakarta masih melayani perpanjangan SIM seperti biasa di lima lokasi
27 April 2026, 06:00 WIB
Kehadiran SIM keliling Bandung menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk mengurus dokumen berkendara
26 April 2026, 20:41 WIB
Alex Marquez berhasil tampil mendominasi balapan di sirkuit Jerez dalam seri lanjutan MotoGP Spanyol 2026
26 April 2026, 13:00 WIB
Konsumen Indonesia dinilai lebih menyukai mobil listrik berukuran kecil, Jetour masih melakukan studi
26 April 2026, 11:00 WIB
Changan Lumin versi 4 pintu diyakini akan menyapa Indonesia untuk konsumen yang membutuhkan ruang lebih lapang
26 April 2026, 09:59 WIB
Lepas L6 PHEV tengah melakukan Global Journey of Elegant Driving usai dikenalkan di Beijing Auto Show 2026
25 April 2026, 15:00 WIB
Motul berkolaborasi dengan EMP untuk terlibat di ajang balap motor ketahanan FIM EWC World Endurance Championship