Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Ada banyak hal yang mempengaruhi harga BBM di Indonesia, seperti contoh potensi perang antara Iran dan AS
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terus meningkat. Hubungan kedua negara tersebut kini berada di ujung tanduk.
Situasi ini dipicu oleh aksi protes domestik besar-besaran, yang mengguncang Iran dalam beberapa waktu belakangan.
Bahkan disebut-sebut sebagai kerusuhan terburuk dalam sejarah Republik Islam tersebut. Kondisi ini membuat Donald Trump, Presiden Amerika Serikat angkat suara.
Ia disebut-sebut akan melakukan tindakan tegas demi membela demonstran anti-pemerintah di Iran.
Sontak Iran tidak mau tinggal diam di tengah ancaman tersebut. Mereka akan menargetkan Amerika Serikat bila berani ikut campur.
Jika perang pecah di kawasan Timur Tengah, tentu bakal membawa dampak. Seperti contoh terhadap harga jual minyak mentah.
Dengan begitu banderol bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah negara, termasuk Indonesia berpotensi terkerek dalam waktu dekat.
“Ketegangan Iran dan Amerika Serikat pada Januari 2026 berdampak nyata bagi Indonesia,” ungkap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif serta akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Menurut Yannes, memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran membuat volatilitas harga minyak dunia sempat naik lebih dari tiga persen.
Menyentuh level tertinggi dalam tujuh pekan, karena kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global.
“Indonesia sebagai importir neto minyak dan LNG ikut terdampak. Sehingga eskalasi kecil saja bisa memicu lonjakan biaya impor energi kita,” lanjut Yannes.
Ia menuturkan, kenaikan harga energi bakal membuat biaya impor melambung dan berisiko memperlebar beban subsidi BBM dalam APBN.
Selain itu, kondisi tersebut membawa dampak cepat pada kompensasi BBM, inflasi transportasi serta tekanan terhadap rupiah saat permintaan dolar meningkat.
“Sebagai ilustrasi, setiap kenaikan ICP USD 1 per barel dapat menambah beban kompensasi BBM lebih dari Rp 2,65 triliun,” tegas Yannes.
Maka bila harga minyak mentah merangkak naik hingga 10 dolar Amerika Serikat per barel, tambahan kompensasi BBM bisa mencapai di atas Rp 26,5 triliun.
Oleh sebab itu, pemerintah harus mengantisipasi hal tersebut agar banderol BBM tidak meningkat dalam waktu dekat.
Kenaikan harga BBM akan menyulitkan para pengendara sepeda motor dan mobil. Terutama pengguna bahan bakar non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Green 95 maupun Pertamax Turbo.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
20 Juli 2026, 07:00 WIB
01 Juli 2026, 16:32 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna