Auto2000 Petik Hasil Manis di 2025 saat Penjualan Mobil Baru Redup

Dari data yang dihimpun, Auto2000 mencatatkan penjualan mobil baru sampai 106 ribuan unit selama 2025

Auto2000 Petik Hasil Manis di 2025 saat Penjualan Mobil Baru Redup

KatadataOTO – Pasar mobil baru mengalami kelesuan pada 2025. Namun Auto2000 mampu memetik hasil manis di tahun lalu.

Permintaan kendaraan roda empat anyar di seluruh diler Auto2000, diklaim cukup tinggi sepanjang 2025.

“Market memang mengalami koreksi, tetapi kami masih bisa bersyukur dengan kondisi yang tidak mudah, kita bisa melakukan penjualan yang cukup baik,” ungkap Anton Jimmy Suwandi, CEO Auto2000 di Jakarta Barat pada Rabu (04/02).

Kemudian Anton menuturkan, Auto2000 membukukan penjualan lebih dari 106 ribu unit pada tahun lalu.

Auto2000 optimis mobil hybrid baru Toyota bisa dorong penjulan
Photo: TAM

Dari angka tersebut, permintaan mobil Toyota di seluruh diler mereka bertumbuh 41 persen dari pencapaian di tahun sebelumnya.

Sebuah hasil yang cukup positif bagi Auto2000, mengingat kondisi pasar mobil baru sangat menantang.

“Servis mobil di kami cukup luar biasa. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, kami bisa meningkatkan,” Anton menuturkan.

Menurut data dihimpun, ada 2,1 juta kendaraan roda empat melakukan perawatan berkala di bengkel resmi Auto2000.

Ia pun mengaku sangat bahagia atas apa yang sudah mereka capai. Sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi Toyota.

Selain itu menunjukkan tingginya kepercayaan konsumen di Tanah Air, terhadap pelayanan diberikan oleh Auto2000.

Mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemilik mobil Toyota, sehingga mereka mau melakukan perawatan rutin.

Sebagai informasi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan capaian penjualan mobil baru di 2025 yang melampaui target 780 ribu unit.

Gaikindo menyebut, penjualan mobil baru dari diler ke konsumen (retail sales) berada di angka 833.702 unit pada tahun lalu.

Jumlah di atas terkoreksi 6,3 persen bila dibandingkan dengan perolehan di 2024. Sebab pada tahun tersebut menorehkan 889.680 unit.

Auto2000
Photo: KatadataOTO

Sementara distribusi dari pabrik ke diler (wholesales), hanya berkisar 803.687 unit sepanjang Januari sampai Desember tahun lalu.

Angka tersebut juga turun sekitar 7,2 persen dibandingkan 2024 yang mencatatkan 889.680 unit.

Sebagai informasi, Toyota menyumbangkan 258.268 kendaraan roda empat pada tahun lalu. Kemudian berkontribusi hingga 31,1 persen pangsa pasar mobil baru.

Jenama asal Jepang ini juga mempertahankan posisi sebagai merek paling laris di 2025. Mengungguli Daihatsu, Honda sampai pabrikan lain.


Terkini

mobil
Zeekr

Geely Bakal Pasarkan Zeekr Lebih Murah Dari Sebelumnya

Geely akan memperkenalkan kembali brand Zeekr yang menawarkan kemewahan kelas atas namun lebih terjangkau

mobil
Geely EX2

Geely EX2 Varian Termahal Lebih Laris 70 Persen di Indonesia

Varian termahal dari Geely EX2 berhasil mendapat respon paling positif dari para pelanggan di Indonesia

mobil
Denza B5

Kehadiran Denza B5 ke RI Makin Dekat, Bukan di IIMS 2026

BYD mengumumkan kehadiran Denza B5, baru sebatas perkenalan saja dan bukan di pameran otomotif IIMS 2026

mobil
Mobil LCGC

Penjualan LCGC Bisa Naik Lagi Asal Para APM Pakai Strategi Ini

Toyota, Daihatsu maupun Honda dapat menempuh beragam siasat demi menggairahkan pasar mobil LCGC di 2026

motor
Chip Semikonduktor

Yamaha Dukung Pemerintah Indonesia Kembangkan Chip Semikonduktor

Menurut Yamaha pemerintah harus memperhatikan kebutuhan maupun spesifikasi dari permintaan chip semikonduktor

mobil
Chery C5 CSH

Kisaran Harga Chery C5 CSH, Lebih Murah dari Honda HR-V Hybrid

Harga Chery C5 CSH ada di kisaran Rp 400 jutaan, jadi opsi menarik dari rival terdekatnya Honda HR-V Hybrid

mobil
MG S5 EV meluncur tahun depan

MG S5 EV Debut di IIMS 2026, Langsung CKD dan Harap Insentif

MG berharap produk anyar mereka S5 EV bisa mendapatkan keringanan dan dijual dengan harga kompetitif

mobil
Suzuki Grand Vitara

Suzuki Grand Vitara Direcall, Ada Potensi Kerusakan Speedometer

148 unit Suzuki Grand Vitara terkena recall akibat adanya potensi kerusakan pada Speedometer Assy Comb