BYD Optimis Bisa Jual 1,3 Juta Mobil di Luar Cina Pada 2026
26 Januari 2026, 15:00 WIB
Di tengah tantangan otomotif, Isuzu yakin sektor kendaraan komersial masih bisa raup keuntungan dari ekspor
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pasar otomotif tengah menghadapi berbagai tantangan khususnya di 2025. Perekonomian nasional juga dinilai belum membaik karena berbagai faktor.
Jika dilihat dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang Januari sampai Juni 2025 penjualan ritel otomotif hanya ada di angka 390.467 unit.
Hasil itu turun 9,7 persen dari periode sama tahun sebelumnya, yakni 432.453 unit. Sehingga patut menjadi perhatian seluruh pihak terkait.
Menurut pihak Gaikindo, hal itu disebabkan oleh lesunya penjualan mobil imbas pelemahan daya beli masyarakat dan perekonomian yang tak kunjung membaik.
Terlepas dari hal itu, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) meyakini masih ada ruang bertumbuh melalui kontribusi ekspor salah satu produknya yakni Traga.
Menurut pihak Isuzu, penjualan merek asal Jepang ini menunjukkan tren positif selama dua bulan belakangan, ditandai dengan market share Isuzu yang tembus 29 persen di segmen kendaraan komersial.
“Kami yakin dengan tren positif ini bisa mencapai 30 persen di akhir tahun, sama seperti tahun lalu,” kata Rian Erlangga, Business Strategy Division Head PT IAMI di sela GIIAS 2025, Tangerang pada Rabu (23/07).
Lebih lanjut dijelaskan, optimisme Isuzu terbentuk karena melihat penerimaan para pelaku bisnis transportasi logistik, pergudangan dan distribusi ritel terhadap kendaraan Isuzu.
Data Supply Chain Indonesia (SCI) mengungkapkan bahwa subsektor transportasi dan pergudangan nasional diprediksi tumbuh 12,53 persen di 2025.
Bicara soal ekspor, Isuzu Traga disebut masih jadi tulang punggung penjualan dan catatkan market share 45,3 persen.
Sedangkan di daerah tertentu seperti Jawa Timur pangsa pasarnya bisa lebih besar dan mencapai angka 70 persen.
Oleh karena itu Isuzu melihat masih banyak peluang pasar ekspor dengan menjajaki negara-negara tujuan baru buat memasarkan Traga.
“Tingkat Komponen Dalam Negeri TKDN) Traga sudah 48,15 persen. Kita mengekspor produk yang punya TKDN tinggi, ini tentu memajukan industri otomotif nasional,” tegas dia.
Sekadar informasi, Isuzu Traga sebelumnya diekspor sebanyak 6.000 unit ke Filipina.
Jika dilihat ke belakang, Isuzu Traga mulai diekspor ke ilipina pada Desember 2019 dengan jumlah 6.000 unit. Lalu pada 2024 angkanya adalah 8.070 unit.
Isuzu Traga diekspor ke 16 negara yang juga mencakup Filipina, Panama, Guatemala, Elsavador, Laos, Myanmar, Nikaragua, Jamaika serta Paraguay.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 Januari 2026, 15:00 WIB
23 Januari 2026, 12:00 WIB
06 Januari 2026, 13:00 WIB
22 Desember 2025, 13:00 WIB
15 Desember 2025, 18:00 WIB
Terkini
05 Februari 2026, 17:40 WIB
Tiga produk elektrifikasi terbaru Toyota di IIMS 2026 diharapkan bisa menjangkau lebih banyak konsumen
05 Februari 2026, 17:29 WIB
Chery Sales Indonesia kembali melakukan gebrakan dalam menentukan harga produk yang dipasarkan di Tanah Air
05 Februari 2026, 15:27 WIB
QJMotor meramaikan IIMS 2026 dengan memboyong dua motor baru, seperti contoh 250 DX dengan untuk adventure
05 Februari 2026, 14:15 WIB
SUV Wuling Eksion akan mengisi seri Darion di pasar Indonesia, bisa dilihat langsung di pameran IIMS 2026
05 Februari 2026, 13:07 WIB
Mobil listrik pertama Suzuki di Indonesia akhirnya resmi diluncurkan, e Vitara dipasarkan seharga Rp 700 jutaan
05 Februari 2026, 12:00 WIB
Penjualan Suzuki Fronx berhasil melampaui target awal perusahaan dan ungguli model lama seperti Ertiga
05 Februari 2026, 11:16 WIB
Menteri Perindustrian resmi membuka rangkaian pameran otomotif IIMS 2026, diramaikan puluhan merek ternama
05 Februari 2026, 11:00 WIB
Produksi kendaraan Toyota berhasil mencatatkan hasil positif dengan tumbuh 5,7 persen dibanding tahun lalu