TikTok dan Seres Mau Jualan Mobil Listrik, Meluncur Tahun Ini
03 Juni 2026, 11:05 WIB
Fuso menilai kalau truk Cina impor ilegal tidak memenuhi peraturan maupun standar emisi yang ditetapkan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Truk Cina impor ilegal saat ini sedang membanjiri pasar Indonesia. Terutama untuk aktivitas tambang di berbagai daerah.
Akan tetapi keberadaan kendaraan besar asal Tiongkok tersebut dinilai meresahkan para pabrikan yang sudah produksi di dalam negeri.
Sebab para produsen sudah menanamkan uangnya. Lalu harus memenuhi regulasi hingga standar emisi yang ditetapkan oleh pemerintah.
Namun truk Cina impor ilegal yang dibawa ke Indonesia dan digunakan buat aktivitas tambang, tidak menanggung beban tersebut.
“Sektor mining kendalanya tidak hanya soal permintaan, tetapi juga saingannya saya bilang mungkin tidak sehat. Tadi itu ada brand-brand yang datang tak sesuai prosedur,” ucap Aji Jaya, Sales and Marketing Director Krama Yudha Tiga Berlian Motor di Jakarta Timur beberapa hari lalu.
Aji menjelaskan serbuan truk Cina impor ilegal membuat persaingan di pasar kendaraan niaga menjadi tidak sehat.
Apalagi produk asal Negeri Tirai Bambu ini tidak dituntut untuk memenuhi syarat sertifikasi Euro 4 seperti Mitsubishi Fuso dan produsen lain.
Sedangkan Mitsubishi Fuso dan pabrikan lain diwajibkan memenuhi aturan tersebut. Sehingga Aji menilai persaingan yang ada tidak sehat.
“Regulasi pemerintah padahal telah menetapkan kendaraan bermesin diesel harus standar Euro 4, kita selalu ikut itu. Persaingan dalam bisnis biasa, hanya saja selama itu dilakukan fair,” Aji menambahkan.
Ia mengungkapkan konsumen pasti berada dalam pilihan supaya dapat menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang lebih murah.
Otomatis banyak konsumen akan memilih truk-truk Cina impor ilegal, ketimbang kendaraan niaga yang sudah ada di pasaran.
“Ya ada (efeknya), kalau Euro 4 kan harus pakai Dex, mahal. Kalau jadi pengusaha pasti pilih yang lebih murah, nah itu truk Euro II kan masih bisa pakai solar biasa,” tegas Aji.
Sebagai informasi, sebelumnya Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan adanya aktivitas impor truk Cina ilegal untuk kebutuhan tambang.
“Ada isu terkait kendaraan-kendaraan komersial yang ada di daerah di luar (Pulau) Jawa, bahkan di Jawa juga ada, itu angkanya mengkhawatirkan,” ungkap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo dalam kesempatan berbeda.
Kukuh menilai keberadaan truk Cina ilegal bisa mengancam industri dalam negeri, apalagi buat pabrikan yang sudah berinvestasi besar.
Ditambah aktivitas distribusi truk yang diimpor utuh itu tidak terdata oleh Gaikindo, karena bukan anggota mereka serta ilegal.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Juni 2026, 11:05 WIB
26 Mei 2026, 20:30 WIB
17 Mei 2026, 21:00 WIB
17 Mei 2026, 17:00 WIB
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Terkini
06 Juni 2026, 20:34 WIB
Marc Marquez finish dengan memukau di Sprint Race MotoGP Hungaria 2026, naik podium bersama Pedro Acosta
06 Juni 2026, 19:00 WIB
Ranggy menjelaskan bahwa Jetour T2 i-DM akan dipasarkan kepada konsumen di Tanah Air pada semester kedua 2026
06 Juni 2026, 18:08 WIB
PT Pertamina Lubricants bagikan 2.500 oli gratis untuk guru di DKI Jakarta, lengkap dengan servis tanpa biaya
06 Juni 2026, 08:54 WIB
Tampilan desain eksterior Hyundai Ioniq yang dirancang untuk pasar Tiongkok terlihat unik dan futuristik
05 Juni 2026, 19:00 WIB
Martin menuturkan bahwa Marc Marquez menjadi salah satu pembalap yang harus dikalahkan di MotoGP Hungaria 2026
05 Juni 2026, 17:00 WIB
Harga Honda Super One di Jepang adalah Rp 300 jutaan, di Indonesia banderolnya diyakini tidak berbeda jauh
05 Juni 2026, 14:06 WIB
Harga mobil baru berpotensi meningkat dalam waktu dekat jika terus menerus tertekan karena rupiah melemah
05 Juni 2026, 09:00 WIB
GR Garage Auto2000 perkenalkan skuad untuk ambil bagian dalam ajang Kejurnas Mandalika Festival of Speed 2026