Insentif Mobil Hybrid Berpeluang Dorong Penjualan ke 1 Juta Unit
30 Oktober 2026, 17:00 WIB
Fuso menilai kalau truk Cina impor ilegal tidak memenuhi peraturan maupun standar emisi yang ditetapkan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Truk Cina impor ilegal saat ini sedang membanjiri pasar Indonesia. Terutama untuk aktivitas tambang di berbagai daerah.
Akan tetapi keberadaan kendaraan besar asal Tiongkok tersebut dinilai meresahkan para pabrikan yang sudah produksi di dalam negeri.
Sebab para produsen sudah menanamkan uangnya. Lalu harus memenuhi regulasi hingga standar emisi yang ditetapkan oleh pemerintah.
Namun truk Cina impor ilegal yang dibawa ke Indonesia dan digunakan buat aktivitas tambang, tidak menanggung beban tersebut.
“Sektor mining kendalanya tidak hanya soal permintaan, tetapi juga saingannya saya bilang mungkin tidak sehat. Tadi itu ada brand-brand yang datang tak sesuai prosedur,” ucap Aji Jaya, Sales and Marketing Director Krama Yudha Tiga Berlian Motor di Jakarta Timur beberapa hari lalu.
Aji menjelaskan serbuan truk Cina impor ilegal membuat persaingan di pasar kendaraan niaga menjadi tidak sehat.
Apalagi produk asal Negeri Tirai Bambu ini tidak dituntut untuk memenuhi syarat sertifikasi Euro 4 seperti Mitsubishi Fuso dan produsen lain.
Sedangkan Mitsubishi Fuso dan pabrikan lain diwajibkan memenuhi aturan tersebut. Sehingga Aji menilai persaingan yang ada tidak sehat.
“Regulasi pemerintah padahal telah menetapkan kendaraan bermesin diesel harus standar Euro 4, kita selalu ikut itu. Persaingan dalam bisnis biasa, hanya saja selama itu dilakukan fair,” Aji menambahkan.
Ia mengungkapkan konsumen pasti berada dalam pilihan supaya dapat menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang lebih murah.
Otomatis banyak konsumen akan memilih truk-truk Cina impor ilegal, ketimbang kendaraan niaga yang sudah ada di pasaran.
“Ya ada (efeknya), kalau Euro 4 kan harus pakai Dex, mahal. Kalau jadi pengusaha pasti pilih yang lebih murah, nah itu truk Euro II kan masih bisa pakai solar biasa,” tegas Aji.
Sebagai informasi, sebelumnya Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan adanya aktivitas impor truk Cina ilegal untuk kebutuhan tambang.
“Ada isu terkait kendaraan-kendaraan komersial yang ada di daerah di luar (Pulau) Jawa, bahkan di Jawa juga ada, itu angkanya mengkhawatirkan,” ungkap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo dalam kesempatan berbeda.
Kukuh menilai keberadaan truk Cina ilegal bisa mengancam industri dalam negeri, apalagi buat pabrikan yang sudah berinvestasi besar.
Ditambah aktivitas distribusi truk yang diimpor utuh itu tidak terdata oleh Gaikindo, karena bukan anggota mereka serta ilegal.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Oktober 2026, 17:00 WIB
28 Oktober 2026, 16:13 WIB
26 Oktober 2026, 09:00 WIB
21 Oktober 2026, 11:00 WIB
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
Terkini
02 November 2026, 15:54 WIB
Adopsi motor listrik di Indonesia masih belum semasif mobil listrik, AISI ungkap persentasenya masih kecil
02 November 2026, 11:00 WIB
Marc Marquez saat ini tengah memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 usai memenangkan seri Malaysia di Sepang
02 November 2026, 09:00 WIB
Merek mobil Cina mulai menjamur dan mencatatkan penjualan positif di berbagai wilayah, terkininya di eropa
02 November 2026, 07:00 WIB
Yamaha Gear Ultima edisi Kicau Mania hadir perdana di gelaran Umi Kasum Cup VI, jadi inspirasi modifikasi
01 November 2026, 20:29 WIB
iCar Indonesia membuka diler di dalam mal pertamanya di Jakarta untuk mendekatkan diri dengan konsumen
01 November 2026, 17:37 WIB
Di bulan ini sejumlah SPBU di Indonesia nampak menahan harga BBM mereka, mulai dari RON 92 sampai jenis diesel
01 November 2026, 15:07 WIB
Marc Marquez berhasil meraih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026 dan mendapat poin untuk menjauh dari Martin
01 November 2026, 10:13 WIB
Bappenas menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia perlu kolaborasi berbagai pihak