TKDN Mobil Listrik Perlu Ditingkatkan, Komponen Lokal Jadi Kunci
29 September 2026, 14:39 WIB
GIAMM mendorong industri komponen lokal untuk menargetkan lebih banyak negara tujuan agar bisa terus bertahan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Industri komponen lokal sedang menemui rintangan cukup berat. Lesunya penjualan mobil baru di dalam negeri membuat mereka menjerit.
Selain itu serbuan mobil listrik impor membuat mereka semakin tidak berdaya. Sehingga ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sudah di depan mata.
Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) pun terus mencari celah agar para anggota bisa terus bertahan. Salah satunya dengan mendorong pasar ekspor.
Apalagi aktivitas ekspor komponen buatan dalam negeri sejatinya mampu mencatatkan kinerja cukup positif.
“Tadi sudah disampaikan juga bahwa progresnya berjalan cukup baik. Tetapi kami tentunya berharap bisa meningkatkan ekspor Indonesia sehingga anggota kami dapat menjadi pemain global,” ungkap Hamdhani Dzulkarnaen Salim, Ketua Umum GIAMM di Jakarta beberapa waktu lalu.
Nantinya para pelaku di industri komponen bakal membidik lebih banyak negara tujuan ekspor untuk menjajakan produk mereka.
Dengan begitu para anggota GIAMM tidak hanya bergantung dengan pasar domestik saja. Jadi mereka bisa terus bertahan saat kondisi sedang tak menentu.
“Sehingga itu bisa menjadi mitigasi terhadap fluktuasi yang terjadi pada pasar domestik. Kalau kami bisa menjadi pemain global tentu akan sangat baik saat menghadapi fluktuasi permintaan dalam negeri,” Hamdhani menjelaskan.
Lebih jauh Hamdhani menjelaskan, menurut data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sepanjang 2024 industri komponen otomotif telah melakukan pengiriman produk sebanyak 153 juta produk.
Berangkat dari data di atas, Ketua Umum GIAMM menilai masih ada celah kosong yang dapat dimanfaatkan oleh mereka.
Di sisi lain, tidak hanya berusaha menggenjot pasar ekspor saja agar mereka bisa terus bertahan ketika kondisi sedang sulit.
Namun pelaku industri komponen turut meminta dukungan dari Presiden Prabowo Subianto bersama para menterinya.
“Tentu banyak sebenarnya ide atau upaya yang sedang atau akan kami sampaikan ke pihak pemerintah,” kata dia.
Adapun untuk skema insentif yang diharapkan berupa subsidi atau keringan pajak bagi para pelaku usaha di industri komponen.
Meski begitu Hamdhani belum mau memberikan secara detail terkait bentuk stimulus yang ingin mereka ajukan ke Presiden Prabowo Subianto.
“Terlalu detail untuk saya sampaikan di sini, tetapi semua tujuannya untuk memberikan stimulus kepada industri supaya bergerak lebih positif,” Hamdhani menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 September 2026, 14:39 WIB
25 September 2026, 19:00 WIB
24 September 2026, 21:22 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
18 September 2026, 22:02 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi