Honda Enggan Banting Harga Motor Listrik Setelah Insentif Dihapus
13 Februari 2026, 08:00 WIB
GIAMM mendorong industri komponen lokal untuk menargetkan lebih banyak negara tujuan agar bisa terus bertahan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Industri komponen lokal sedang menemui rintangan cukup berat. Lesunya penjualan mobil baru di dalam negeri membuat mereka menjerit.
Selain itu serbuan mobil listrik impor membuat mereka semakin tidak berdaya. Sehingga ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sudah di depan mata.
Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) pun terus mencari celah agar para anggota bisa terus bertahan. Salah satunya dengan mendorong pasar ekspor.
Apalagi aktivitas ekspor komponen buatan dalam negeri sejatinya mampu mencatatkan kinerja cukup positif.
“Tadi sudah disampaikan juga bahwa progresnya berjalan cukup baik. Tetapi kami tentunya berharap bisa meningkatkan ekspor Indonesia sehingga anggota kami dapat menjadi pemain global,” ungkap Hamdhani Dzulkarnaen Salim, Ketua Umum GIAMM di Jakarta beberapa waktu lalu.
Nantinya para pelaku di industri komponen bakal membidik lebih banyak negara tujuan ekspor untuk menjajakan produk mereka.
Dengan begitu para anggota GIAMM tidak hanya bergantung dengan pasar domestik saja. Jadi mereka bisa terus bertahan saat kondisi sedang tak menentu.
“Sehingga itu bisa menjadi mitigasi terhadap fluktuasi yang terjadi pada pasar domestik. Kalau kami bisa menjadi pemain global tentu akan sangat baik saat menghadapi fluktuasi permintaan dalam negeri,” Hamdhani menjelaskan.
Lebih jauh Hamdhani menjelaskan, menurut data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sepanjang 2024 industri komponen otomotif telah melakukan pengiriman produk sebanyak 153 juta produk.
Berangkat dari data di atas, Ketua Umum GIAMM menilai masih ada celah kosong yang dapat dimanfaatkan oleh mereka.
Di sisi lain, tidak hanya berusaha menggenjot pasar ekspor saja agar mereka bisa terus bertahan ketika kondisi sedang sulit.
Namun pelaku industri komponen turut meminta dukungan dari Presiden Prabowo Subianto bersama para menterinya.
“Tentu banyak sebenarnya ide atau upaya yang sedang atau akan kami sampaikan ke pihak pemerintah,” kata dia.
Adapun untuk skema insentif yang diharapkan berupa subsidi atau keringan pajak bagi para pelaku usaha di industri komponen.
Meski begitu Hamdhani belum mau memberikan secara detail terkait bentuk stimulus yang ingin mereka ajukan ke Presiden Prabowo Subianto.
“Terlalu detail untuk saya sampaikan di sini, tetapi semua tujuannya untuk memberikan stimulus kepada industri supaya bergerak lebih positif,” Hamdhani menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 08:00 WIB
04 Februari 2026, 14:00 WIB
26 Januari 2026, 15:00 WIB
24 Januari 2026, 13:00 WIB
23 Januari 2026, 12:00 WIB
Terkini
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales menggelar seremoni pengukuhan ketua umum baru Karimun Club Indonesia di IIMS 2026
14 Februari 2026, 16:00 WIB
Jetour Dashing Inspira hadir di IIMS 2026 untuk menggoda para keluarga muda di daerah urban atau perkotaan
14 Februari 2026, 15:00 WIB
Tiga pemenang kompetisi desain VW ID Buzz yang digelar bersama Kementerian Ekraf telah resmi diumumkan
14 Februari 2026, 13:03 WIB
Peserta test drive unit andalan Suzuki di IIMS 2026 bisa mendapatkan beragam hadiah-hadiah yang menarik
14 Februari 2026, 13:00 WIB
DFSK Super Cab digunakan oleh BNPB sebagai unit water treatment yang ditempatkan di lokasi-lokasi bencana
14 Februari 2026, 12:00 WIB
Kehadiran Denza B5 langsung mencuri perhatian banyak pihak, pencinta otomotif penasaran dengan produk tersebut