Proses Ekspor Toyota Terhambat Imbas Perang Iran dan Amerika
09 Maret 2026, 07:14 WIB
GIAMM mendorong industri komponen lokal untuk menargetkan lebih banyak negara tujuan agar bisa terus bertahan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Industri komponen lokal sedang menemui rintangan cukup berat. Lesunya penjualan mobil baru di dalam negeri membuat mereka menjerit.
Selain itu serbuan mobil listrik impor membuat mereka semakin tidak berdaya. Sehingga ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sudah di depan mata.
Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) pun terus mencari celah agar para anggota bisa terus bertahan. Salah satunya dengan mendorong pasar ekspor.
Apalagi aktivitas ekspor komponen buatan dalam negeri sejatinya mampu mencatatkan kinerja cukup positif.
“Tadi sudah disampaikan juga bahwa progresnya berjalan cukup baik. Tetapi kami tentunya berharap bisa meningkatkan ekspor Indonesia sehingga anggota kami dapat menjadi pemain global,” ungkap Hamdhani Dzulkarnaen Salim, Ketua Umum GIAMM di Jakarta beberapa waktu lalu.
Nantinya para pelaku di industri komponen bakal membidik lebih banyak negara tujuan ekspor untuk menjajakan produk mereka.
Dengan begitu para anggota GIAMM tidak hanya bergantung dengan pasar domestik saja. Jadi mereka bisa terus bertahan saat kondisi sedang tak menentu.
“Sehingga itu bisa menjadi mitigasi terhadap fluktuasi yang terjadi pada pasar domestik. Kalau kami bisa menjadi pemain global tentu akan sangat baik saat menghadapi fluktuasi permintaan dalam negeri,” Hamdhani menjelaskan.
Lebih jauh Hamdhani menjelaskan, menurut data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sepanjang 2024 industri komponen otomotif telah melakukan pengiriman produk sebanyak 153 juta produk.
Berangkat dari data di atas, Ketua Umum GIAMM menilai masih ada celah kosong yang dapat dimanfaatkan oleh mereka.
Di sisi lain, tidak hanya berusaha menggenjot pasar ekspor saja agar mereka bisa terus bertahan ketika kondisi sedang sulit.
Namun pelaku industri komponen turut meminta dukungan dari Presiden Prabowo Subianto bersama para menterinya.
“Tentu banyak sebenarnya ide atau upaya yang sedang atau akan kami sampaikan ke pihak pemerintah,” kata dia.
Adapun untuk skema insentif yang diharapkan berupa subsidi atau keringan pajak bagi para pelaku usaha di industri komponen.
Meski begitu Hamdhani belum mau memberikan secara detail terkait bentuk stimulus yang ingin mereka ajukan ke Presiden Prabowo Subianto.
“Terlalu detail untuk saya sampaikan di sini, tetapi semua tujuannya untuk memberikan stimulus kepada industri supaya bergerak lebih positif,” Hamdhani menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Maret 2026, 07:14 WIB
08 Maret 2026, 13:00 WIB
27 Februari 2026, 07:00 WIB
26 Februari 2026, 12:59 WIB
24 Februari 2026, 11:01 WIB
Terkini
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
31 Maret 2026, 09:47 WIB
HPM memantau bagaimana antusias masyarakat terhadap mobil listrik Honda 0 Alpha yang akan diluncurkan
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Suzuki Burgman 125 EX direcall karena adanya potensi kerusakan pada kabel rem belakang yang bisa mengurangi performa
31 Maret 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Jakarta menawarkan kemudahan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak lokasinya
31 Maret 2026, 06:03 WIB
MCD Pasir Koja menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini melayani pengendara
31 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 31 Maret menjadi yang terakhir di bulan ini dengan pengawasan ketat dari kepolisian
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Masanao Kataoka ditunjuk untuk menjabat sebagai President Director Honda Prospect Motor yang baru saat ini