GIICOMVEC Resmi Dibuka, Gairahkan Pasar Kendaraan Niaga
08 April 2026, 15:23 WIB
Gaikindo menanggapi keputusan Agrinas yang lebih pilih impor pikap karena alasan spesifikasi dan harga
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) buka suara terkait keputusan impor 105.000 unit truk dan pikap dari India.
Industri dalam negeri dinilai mampu untuk menyuplai pikap tersebut, meskipun memang butuh waktu relatif lebih lama ketimbang impor utuh alias Completely Built Up (CBU).
Mengingat mayoritas kendaraan pikap buat kebutuhan komersial di Indonesia, saat ini diproduksi di dalam negeri.
Bahkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) masing-masing unit bisa tembus 40 persen. Sehingga penjualannya berdampak sangat positif terhadap industri komponen lokal.
PT Agrinas Pangan Nusantara yang melakukan impor untuk kebutuhan operasional Koperasi Merah Putih mengatakan hal itu dilakukan karena mempertimbangkan harga.
Pasalnya harga pikap impor dari Mahindra & Mahindra serta Tata Motors dinilai lebih murah. Perwakilan Gaikindo pun menanggapi hal tersebut.
“Saya yakin kalau diberikan same level playing field (aturan main setara) di mana impor maupun produsen lokal bermain dengan aturan sama, saya yakin yang ada di dalam negeri itu akan sangat kompetitif,” kata Anton Kumonty, Ketua Harian dan Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo di Jakarta, Senin (23/02).
Aturan dimaksud misalnya kewajiban uji tipe, wajib mengantongi Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) maupun Surat Keputusan Rancang Bangun (SKRB) dan standar lain.
Namun Anton tidak menampik harga juga bergantung pada aturan ataupun kebijakan masing-masing perusahaan.
“Sebenarnya harga itu tergantung spesifikasi teknis yang diperlukan. Satu lagi mungkin ada masalah costing dan pricing,” kata Anton.
Di sisi lain, pilihan kendaraan komersial di segmen 4x4 saat ini terbatas sebab peminatnya jauh lebih sedikit jika dibandingkan konsumen 4x2.
Kondisi jalan di Indonesia juga disebut masih bisa diakomodir oleh kendaraan berpenggerak 4x2.
Sebagai informasi, saat ini PT Agrinas Pangan Nusantara yang mengimpor ribuan kendaraan komersial dari India berpeluang menunda pembelian karena imbauan dari anggota DPR.
Dari total kesepakatan impor 105.000 unit, sebanyak 1.000 unit di antaranya diyakini sudah sampai di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 April 2026, 15:23 WIB
01 April 2026, 13:00 WIB
25 Maret 2026, 07:32 WIB
19 Maret 2026, 09:00 WIB
09 Maret 2026, 11:26 WIB
Terkini
10 April 2026, 06:00 WIB
Manfaatkan layanan SIM keliling Jakarta sebelum akhir pekan, masih tersebar di lima lokasi berbeda hari ini
10 April 2026, 06:00 WIB
Pembatasan lalu lintas berupa ganjil genap Jakarta tetap di jam sibuk ketat meski sudah memasuki akhir pekan
10 April 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung demi memfasilitasi para pengendara
09 April 2026, 21:00 WIB
Mazda membuka diler baru serta training center sebagai fasilitas bagi para karyawan mendapat pelatihan
09 April 2026, 19:00 WIB
Farizon meramaikan pilihan kendaraan niaga bertenaga listrik, ikut serta di ajang otomotif GIICOMVEC 2026
09 April 2026, 18:06 WIB
Suzuki Indonesia hadirkan enam kendaraan niaga andalan untuk para pebisnis Tanah Air di ajang GIICOMVEC 2026
09 April 2026, 18:00 WIB
Prabowo optimis bahwa Indonesia bisa memproduksi sedan listrik di 2028 untuk menarik lebih banyak pelanggan
09 April 2026, 17:00 WIB
Foton eTunland menjadi salah satu mobil listrik yang dipasarkan dalam ajang GIICOMVEC 2026 di JIExpo Kemayoran