Accelera Omikron RT Melantai di GIIAS 2026 Sasar OffRoader Urban
03 Agustus 2026, 18:00 WIB
Kemenperin meminta klarifikasi kepada Michelin setelah ada kabar PHK massal kepada karyawan mereka di Cikarang
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Baru-baru ini tersiar kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang dilakukan oleh Michelin. Produsen ban itu dikatakan melakukan pengurangan karyawan di pabrik berlokasi di Kawasan Cikarang.
Isu tersebut lantas menjadi buah bibir masyarakat. Bahkan sampai terdengar ke Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Kemenperin buka suara mengenai kabar PHK massal yang dilakukan oleh Michellin beberapa waktu lalu.
Mereka mengaku telah memanggil pabrikan ban tersebut buat memberikan penjelasan, mengenai situasi yang sedang terjadi.
"Kami telah meminta klarifikasi kepada perusahaan mengenai isu PHK ini," ungkap Febri Hendri Antonio Arief, Juru Bicara Kemenperin di laman resmi mereka, Senin (03/110).
Menurut Febri, Michelin menyampikan kondisi mereka yang sedang terjepit. Sebab mengalami penurunan permintaan.
Sehingga berdampak pada penurunan produksi. Situasi tersebut memaksa mereka melakukan efisiensi.
"Kami sampaikan bahwa setiap proses penyesuaian tenaga kerja harus mematuhi ketentuan hukum dan memastikan hak-hak pekerja terpenuhi," lanjut Febri.
Kemenperin pun mendorong Michelin buat melakukan konsultasi dengan serikat pekerja. Lalu menempuh penerapan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Di sisi lain Kemenperin menegaskan industri ban nasional memiliki peran penting di ekosistem otomotif, transportasi dan manufaktur dalam negeri.
Karena itu penguatan sektor tersebut menjadi bagian prioritas kebijakan industri nasional.
"Kami memahami adanya tekanan pasar global yang memengaruhi sejumlah segmen industri, termasuk industri ban," kata Febri.
Mereka pun bakal melakukan sejumlah upaya agar kondisi semakin kondusif. Seperti dengan pendampingan, penilaian situasi industri serta tenaga kerja.
Febri juga memastikan Kemenperin menyusun program reskilling maupun upskilling melalui Balai Diklat Industri (BDI) jika dibutuhkan.
"Pemerintah tetap berkomitmen menjaga iklim usaha yang sehat, mendorong efisiensi dan inovasi serta memastikan keberlanjutan investasi di Indonesia,” tegas Febri.
Kemenperin pun bakal terus mengawal perkembangan PHK massal karyawan Michelin. Penting dilakukan demi memastikan seluruh proses berjalan transparan.
Dengan begitu tidak ada hak-hak karyawan yang tak ditunaikan oleh Michelin dalam proses efisiensi ini.
"Kemenperin akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut apabila sudah memperoleh data resmi dan lengkap dari pihak terkait,” Febri menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Agustus 2026, 18:00 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
10 April 2026, 08:40 WIB
03 Maret 2026, 09:00 WIB
22 Februari 2026, 17:00 WIB
Terkini
03 Agustus 2026, 19:00 WIB
Tawarkan teknologi Intelligent Dual Mode, Jetour T2 Berikan Sensasi berkendara EV maupun mesin ICE bersamaan
03 Agustus 2026, 18:00 WIB
Inovasi yang ditawarkan oleh Accelera Omikron Rugged Tyre tidak hanya cocok untuk harian tetapi juga offrod
03 Agustus 2026, 17:35 WIB
Quad Lock Indonesia resmi meluncur diGIIAS dengan menghadirkan ragam produk phone holder untuk berbagai kendaraan
03 Agustus 2026, 16:00 WIB
Lepas akhirnya resmi menyerahkan unit L8 PHEV ke para konsumennya, manfaatkan perhelatan otomotif GIIAS 2026
03 Agustus 2026, 15:00 WIB
Perkuat kehadirannya di RI, Wincos hadirkan tiga produk baru dan lanjutkan kolaborasi dengan Garasi Drift dan HRI
03 Agustus 2026, 14:00 WIB
Ajang pameran otomotif GIIAS 2026 menjadi waktu yang tepat untuk para pemilik mobil-mobil bermerek Suzuki
03 Agustus 2026, 13:00 WIB
Tekiro memamerkan pencapaian terbarunya dengan berhasil memecahkan rekor dunia dalam hal kompetisi mekanik
03 Agustus 2026, 12:00 WIB
Aletra akhirnya membuka selubung produk terbarunya di pasar otomotif Indonesia dan dipasarkan Oktober 2026