TKDN Mobil Listrik Perlu Ditingkatkan, Komponen Lokal Jadi Kunci
29 September 2026, 14:39 WIB
Kemenperin meminta klarifikasi kepada Michelin setelah ada kabar PHK massal kepada karyawan mereka di Cikarang
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Baru-baru ini tersiar kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang dilakukan oleh Michelin. Produsen ban itu dikatakan melakukan pengurangan karyawan di pabrik berlokasi di Kawasan Cikarang.
Isu tersebut lantas menjadi buah bibir masyarakat. Bahkan sampai terdengar ke Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Kemenperin buka suara mengenai kabar PHK massal yang dilakukan oleh Michellin beberapa waktu lalu.
Mereka mengaku telah memanggil pabrikan ban tersebut buat memberikan penjelasan, mengenai situasi yang sedang terjadi.
"Kami telah meminta klarifikasi kepada perusahaan mengenai isu PHK ini," ungkap Febri Hendri Antonio Arief, Juru Bicara Kemenperin di laman resmi mereka, Senin (03/110).
Menurut Febri, Michelin menyampikan kondisi mereka yang sedang terjepit. Sebab mengalami penurunan permintaan.
Sehingga berdampak pada penurunan produksi. Situasi tersebut memaksa mereka melakukan efisiensi.
"Kami sampaikan bahwa setiap proses penyesuaian tenaga kerja harus mematuhi ketentuan hukum dan memastikan hak-hak pekerja terpenuhi," lanjut Febri.
Kemenperin pun mendorong Michelin buat melakukan konsultasi dengan serikat pekerja. Lalu menempuh penerapan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Di sisi lain Kemenperin menegaskan industri ban nasional memiliki peran penting di ekosistem otomotif, transportasi dan manufaktur dalam negeri.
Karena itu penguatan sektor tersebut menjadi bagian prioritas kebijakan industri nasional.
"Kami memahami adanya tekanan pasar global yang memengaruhi sejumlah segmen industri, termasuk industri ban," kata Febri.
Mereka pun bakal melakukan sejumlah upaya agar kondisi semakin kondusif. Seperti dengan pendampingan, penilaian situasi industri serta tenaga kerja.
Febri juga memastikan Kemenperin menyusun program reskilling maupun upskilling melalui Balai Diklat Industri (BDI) jika dibutuhkan.
"Pemerintah tetap berkomitmen menjaga iklim usaha yang sehat, mendorong efisiensi dan inovasi serta memastikan keberlanjutan investasi di Indonesia,” tegas Febri.
Kemenperin pun bakal terus mengawal perkembangan PHK massal karyawan Michelin. Penting dilakukan demi memastikan seluruh proses berjalan transparan.
Dengan begitu tidak ada hak-hak karyawan yang tak ditunaikan oleh Michelin dalam proses efisiensi ini.
"Kemenperin akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut apabila sudah memperoleh data resmi dan lengkap dari pihak terkait,” Febri menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 September 2026, 14:39 WIB
25 September 2026, 19:00 WIB
24 September 2026, 21:22 WIB
03 Agustus 2026, 18:00 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Terkini
22 Oktober 2026, 21:16 WIB
Track My Chery Q memberikan akses kepada konsumen untuk memantau perkembangan unit sejak tahap produksi
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
Debut di Chery Brand Night, Tiggo X7 dan all new Tiggo 7 jadi amunisi baru untuk penjualan di pasar global
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Toyota Innova Zenix Hybrid kini dilengkapi T Intouch terbaru, berbagai fungsi kendaraan dapat diakses dari HP
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027