Sudah Terdaftar, Suzuki Tanggapi Kehadiran e Sky di RI
25 September 2026, 17:23 WIB
Merek Linghui yang baru dihadirkan BYD yang dikembangkan untuk kebutuhan khusus komersial termasuk taksi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD resmi meluncurkan sub merek baru, Linghui yang merupakan model-model kendaraan ramah lingkungan untuk kebutuhan komersial yakni taksi.
Setelah mendaftarkan empat model baru beberapa waktu lalu, seluruhnya diungkap ke publik hari ini.
Berdasarkan keterangan media lokal, keputusan BYD menghadirkan sub merek khusus taksi adalah demi menjaga citra merek ini sebagai kendaraan penumpang.
Menariknya empat model di bawah Linghui pakai produk yang sudah dijual ke konsumen pakai nama BYD, baik di Tiongkok maupun pasar global.
“Mobil tak hanya sekadar membawa barang dan aspirasi, tetapi mendukung setiap individu untuk semakin bersinar,” tulis akun resmi Linghui di Weibo, dikutip CnEVPost, Senin (02/02).
Lebih lanjut, diketahui produk pertama dari sub merek ini adalah Linghui e5 yang berbasis Qin Plus EV.
Apabila dibandingkan secara eksterior, BYD Qin Plus EV tampil semakin elegan dan punya aksen silver pada area depan, sekilas terlihat seperti Atto 3.
Sementara pada Linghui e5, aksen silver itu berubah jadi kelir hitam bernuansa gelap. Desain peleknya juga dibuat lebih sederhana.
Kemudian ada Linghui e7 berbasis BYD Sealion 06 EV serta Linghui e9 diadopsi dari BYD Han sedan.
Terakhir yakni Linghui M9. Versi standarnya adalah Multi Purpose Vehicle (MPV) BYD Xia yang diyakini akan masuk pasar Indonesia.
Belum diketahui jelas di negara mana saja Linghui dipasarkan secara global. Tetapi bisa jadi opsi menarik di Indonesia apabila melihat kondisi terkini.
BYD sendiri sudah bekerja sama dengan konsumen fleet di dalam negeri. Mereka menyuplai ribuan unit MPV listrik harga terjangkau, BYD M6 buat Grab.
Jika dilihat wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) angkanya cukup memuaskan. Hanya saja pihak BYD belum membagikan komposisi penjualan M6 antara fleet dengan konsumen perorangan.
Mobil listrik lain seperti GAC Aion Y Plus digunakan oleh armada Grab Premium khusus di bandara.
Meskipun ada kekhawatiran terkait citra, pengamat otomotif menilai kondisi pasar telah berubah.
Pengamat menilai, keputusan pabrikan menyuplai lini produknya sebagai armada taksi adalah bukti reliabilitas dan ketangguhan kendaraan bagi konsumen.
“Sekarang konsumen sudah smart. Jika kendaraan tidak handal, tidak akan dijadikan taksi,” kata Bebin Djuana, pengamat otomotif kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
Terkini
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota