Dominasi Mobil Cina Bikin Merek Jepang Kewalahan
28 April 2026, 15:00 WIB
Merek Linghui yang baru dihadirkan BYD yang dikembangkan untuk kebutuhan khusus komersial termasuk taksi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD resmi meluncurkan sub merek baru, Linghui yang merupakan model-model kendaraan ramah lingkungan untuk kebutuhan komersial yakni taksi.
Setelah mendaftarkan empat model baru beberapa waktu lalu, seluruhnya diungkap ke publik hari ini.
Berdasarkan keterangan media lokal, keputusan BYD menghadirkan sub merek khusus taksi adalah demi menjaga citra merek ini sebagai kendaraan penumpang.
Menariknya empat model di bawah Linghui pakai produk yang sudah dijual ke konsumen pakai nama BYD, baik di Tiongkok maupun pasar global.
“Mobil tak hanya sekadar membawa barang dan aspirasi, tetapi mendukung setiap individu untuk semakin bersinar,” tulis akun resmi Linghui di Weibo, dikutip CnEVPost, Senin (02/02).
Lebih lanjut, diketahui produk pertama dari sub merek ini adalah Linghui e5 yang berbasis Qin Plus EV.
Apabila dibandingkan secara eksterior, BYD Qin Plus EV tampil semakin elegan dan punya aksen silver pada area depan, sekilas terlihat seperti Atto 3.
Sementara pada Linghui e5, aksen silver itu berubah jadi kelir hitam bernuansa gelap. Desain peleknya juga dibuat lebih sederhana.
Kemudian ada Linghui e7 berbasis BYD Sealion 06 EV serta Linghui e9 diadopsi dari BYD Han sedan.
Terakhir yakni Linghui M9. Versi standarnya adalah Multi Purpose Vehicle (MPV) BYD Xia yang diyakini akan masuk pasar Indonesia.
Belum diketahui jelas di negara mana saja Linghui dipasarkan secara global. Tetapi bisa jadi opsi menarik di Indonesia apabila melihat kondisi terkini.
BYD sendiri sudah bekerja sama dengan konsumen fleet di dalam negeri. Mereka menyuplai ribuan unit MPV listrik harga terjangkau, BYD M6 buat Grab.
Jika dilihat wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) angkanya cukup memuaskan. Hanya saja pihak BYD belum membagikan komposisi penjualan M6 antara fleet dengan konsumen perorangan.
Mobil listrik lain seperti GAC Aion Y Plus digunakan oleh armada Grab Premium khusus di bandara.
Meskipun ada kekhawatiran terkait citra, pengamat otomotif menilai kondisi pasar telah berubah.
Pengamat menilai, keputusan pabrikan menyuplai lini produknya sebagai armada taksi adalah bukti reliabilitas dan ketangguhan kendaraan bagi konsumen.
“Sekarang konsumen sudah smart. Jika kendaraan tidak handal, tidak akan dijadikan taksi,” kata Bebin Djuana, pengamat otomotif kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 April 2026, 15:00 WIB
28 April 2026, 11:00 WIB
28 April 2026, 09:00 WIB
27 April 2026, 19:00 WIB
26 April 2026, 13:00 WIB
Terkini
04 Mei 2026, 19:08 WIB
Pertamina berkomitmen untuk terus mendorong motorsport Tanah Air melalui gelaran GT World Challenge Asia 2026
04 Mei 2026, 13:00 WIB
Chery berusaha untuk menghadirkan berbagai produk unggulan agar sesuai dengan kebutuhan konsumen di Tanah Air
04 Mei 2026, 11:50 WIB
Pertamina menaikkan sejumlah harga BBM non-subsidi BBM hari ini, mulai dari Pertamax Turbo, Dexlite hingga Dex
04 Mei 2026, 06:56 WIB
ganjil genap Jakarta hari ini kembali berlaku untuk bisa mengurangi kemacetan di beberapa jalan protokol
03 Mei 2026, 17:00 WIB
Otospector meluncurkan layanan bursa mobil bekas untuk memperkuat ekosistem otomotif dan bisnis berbisnis daring
03 Mei 2026, 14:16 WIB
Lepas mengusung LEX Platform untuk seluruh produk mereka, seperti pada mobil listrik E4 yang akan dijual
02 Mei 2026, 17:04 WIB
KatadataOTO mendapatkan kesempatan untuk mencoba langsung SUV offroad premium Jetour G700 di trek terbatas
02 Mei 2026, 09:00 WIB
Dani Pedrosa memprediksi Marco Bezzecchi dan Marc Marquez, bakal bersaing ketat hingga akhir musim MotoGP 2026