BYD Linghui Resmi Debut, Ada Empat Model Baru Khusus Taksi

Merek Linghui yang baru dihadirkan BYD yang dikembangkan untuk kebutuhan khusus komersial termasuk taksi

BYD Linghui Resmi Debut, Ada Empat Model Baru Khusus Taksi

KatadataOTO – BYD resmi meluncurkan sub merek baru, Linghui yang merupakan model-model kendaraan ramah lingkungan untuk kebutuhan komersial yakni taksi.

Setelah mendaftarkan empat model baru beberapa waktu lalu, seluruhnya diungkap ke publik hari ini.

Berdasarkan keterangan media lokal, keputusan BYD menghadirkan sub merek khusus taksi adalah demi menjaga citra merek ini sebagai kendaraan penumpang.

Menariknya empat model di bawah Linghui pakai produk yang sudah dijual ke konsumen pakai nama BYD, baik di Tiongkok maupun pasar global.

BYD Linghui
Photo: Autohome

“Mobil tak hanya sekadar membawa barang dan aspirasi, tetapi mendukung setiap individu untuk semakin bersinar,” tulis akun resmi Linghui di Weibo, dikutip CnEVPost, Senin (02/02).

Lebih lanjut, diketahui produk pertama dari sub merek ini adalah Linghui e5 yang berbasis Qin Plus EV.

Apabila dibandingkan secara eksterior, BYD Qin Plus EV tampil semakin elegan dan punya aksen silver pada area depan, sekilas terlihat seperti Atto 3.

Sementara pada Linghui e5, aksen silver itu berubah jadi kelir hitam bernuansa gelap. Desain peleknya juga dibuat lebih sederhana.

Kemudian ada Linghui e7 berbasis BYD Sealion 06 EV serta Linghui e9 diadopsi dari BYD Han sedan.

Terakhir yakni Linghui M9. Versi standarnya adalah Multi Purpose Vehicle (MPV) BYD Xia yang diyakini akan masuk pasar Indonesia.

Belum diketahui jelas di negara mana saja Linghui dipasarkan secara global. Tetapi bisa jadi opsi menarik di Indonesia apabila melihat kondisi terkini.

BYD sendiri sudah bekerja sama dengan konsumen fleet di dalam negeri. Mereka menyuplai ribuan unit MPV listrik harga terjangkau, BYD M6 buat Grab.

Jika dilihat wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) angkanya cukup memuaskan. Hanya saja pihak BYD belum membagikan komposisi penjualan M6 antara fleet dengan konsumen perorangan.

Mobil listrik lain seperti GAC Aion Y Plus digunakan oleh armada Grab Premium khusus di bandara.

BYD Linghui
Photo: Autohome

Meskipun ada kekhawatiran terkait citra, pengamat otomotif menilai kondisi pasar telah berubah.

Pengamat menilai, keputusan pabrikan menyuplai lini produknya sebagai armada taksi adalah bukti reliabilitas dan ketangguhan kendaraan bagi konsumen.

“Sekarang konsumen sudah smart. Jika kendaraan tidak handal, tidak akan dijadikan taksi,” kata Bebin Djuana, pengamat otomotif kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.


Terkini

otosport
Marco Bezzecchi

Marco Bezzecchi Dapat Kontrak Baru, Amankan Tempat di MotoGP 2027

Aprilia Racing kembali memberikan kontrak baru kepada Marco Bezzecchi selama dua tahun atau sampai akhir 2028

news
Shell

Stok BBM Shell Lenyap di Jakarta, Super Kembali Langka Bulan Ini

Menurut informasi di laman resmi Shell, mereka masih berkoordinasi dengan pemerintah terkait kuota impor BBM

mobil
BYD

Pelemahan Pasar Mobil Cina Mulai Terasa, BYD Terdampak Duluan

BYD melaporkan mengalami penurunan penjualan sampai 30,1 persen atau hanya mencatatkan 210.051 di Januari 2026

mobil
Toyota-Subaru

Toyota-Subaru Daftarkan Paten Transmisi Manual Mobil Listrik

Toyota bersama Subaru berkolaborasi kembangkan rekayasa transmisi manual buat mobil listrik, ini detailnya

review
Chery C5 CSH

Test Drive Chery C5 CSH, Nyaman buat Pelesiran Keluar Kota

Segera meluncur di IIMS 2026, KatadataOTO mendapatkan kesempatan langsung mencoba mobil hybrid Chery C5 CSH

otosport
Cargloss Racing Team

Cargloss Racing Team Bersinar di Pertamina 6 Hours Endurance Mandalika

Cargloss Racing Team berhasil tampil impresif di balap ketahanan bertajuk Pertamina 6 Hours Endurance Mandalika

mobil
Suzuki

Tekuk Nissan, Suzuki Jadi Pabrikan Terbesar Ketiga di Jepang Pada 2025

Suzuki berhasil jadi pabrikan mobil terbesar ketiga di Jepang dengan penjualan mencapai 3,29 juta unit

mobil
Chery J6T

Chery Akui Penghapusan Insentif Bakal Tekan Penjualan EV

Chery mengungkap penghapusan insentif mobil listrik berpotensi membuat penjualan turun karena harga jadi tinggi