Rexco Tawarkan Pembersih Komponen Kendaraan Listrik di IIMS 2026
08 Februari 2026, 10:00 WIB
Menurut Aismoli ada beberapa faktor pendukung yang membuat pasar motor listrik bisa bergairah di tahun ini
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan motor listrik pada 2025 memang jauh dari kata maksimal. Mengalami penurunan cukup dalam karena beberapa faktor.
Akan tetapi, pasar kendaraan roda dua setrum diharapkan bisa segera pulih. Dapat kembali bergairah pada 2026.
Keinginan di atas, disampaikan langsung oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli).
“Aismoli memproyeksikan pertumbuhan penjualan yang lebih baik dibanding tahun berjalan (2025),” ungkap Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli saat dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Lebih jauh Budi menjelaskan, Aismoli berharap ada 100 ribuan motor listrik yang bisa terjual pada tahun ini.
Sebab ada beberapa faktor pendukung yang bisa mewujudkan target tersebut. Semisal kesiapan ekosistem electric vehicle (EV) di Tanah Air.
“Terutama pemerataan infrastruktur, keandalan produk serta layanan purna jual yang semakin matang,” lanjut Budi.
Berkat berbagai hal di atas, dipercaya dapat mendorong masyarakat buat beralih dari kendaraan roda dua konvensional.
Sehingga mereka tertarik untuk memakai motor listrik. Terutama guna memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari.
“Kepercayaan konsumen menjadi kunci utama pertumbuhan jangka menengah dan panjang,” tegas Budi.
Meski begitu, Aismoli wajib bekerja keras jika ingin merealisasikan target yang telah mereka canangkan.
Mengingat pada 2026 kondisi ekonomi di Tanah Air belum sepenuhnya pulih. Sehingga sebagian besar masyarakat memilih untuk tidak membelanjakan uang mereka.
Hal tersebut membuat situasi pasar motor listrik pada 2026 menjadi cukup menantang. Para anggota Aismoli harus menyiapkan berbagai strategi penjualan.
Di sisi lain Selis, Alva, Davigo, United hingga Rakata tidak bisa berharap banyak dari rencana pemberian insentif.
Pasalnya usulan pemberian insentif dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), masih abu-abu atau belum ada kejelasan.
Bahkan rencana tersebut ditolak oleh Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Ia memastikan pemerintah tidak ingin memberikan insentif di tahun depan.
Dia mengatakan ada beberapa alasan, mengapa mereka enggan mengucurkan bantuan kepada para pabrikan mobil maupun motor di Tanah Air.
“Insentif sudah diberikan sepanjang dua tahun untuk mendirikan pabrik dan hasilnya sudah nyata,” kata Airlangga dalam kesempatan berbeda.
Dengan begitu kecil kemungkinan, Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri mengucurkan insentif motor listrik di 2026.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Februari 2026, 10:00 WIB
08 Februari 2026, 07:00 WIB
06 Februari 2026, 16:00 WIB
06 Februari 2026, 14:00 WIB
05 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
08 Februari 2026, 22:00 WIB
Honda BR-V N7X Edition mendapat pengembangan di IIMS 2026 untuk menjaga kepercayaan pelanggan Tanah Air
08 Februari 2026, 21:00 WIB
Empat pemenang Suzuki Jimny Custom Contest ditampilkan di JIExpo Kemayoran, Jakarta sebagai inspirasi
08 Februari 2026, 20:00 WIB
Honda CR-V 7 Seater tidak lagi dijual karena sekarang pelanggan lebih mencari kenyamanan daripada kapasitas
08 Februari 2026, 19:14 WIB
Resmi dipasarkan pada ajang IIMS 2026, Chery C5 CSH hadir untuk menemani mobilitas harian yang dinamis
08 Februari 2026, 18:00 WIB
Dashcam punya sejumlah manfaat untuk pemilik kendaraan, bantu cegah potensi terjadinya tindak kejahatan
08 Februari 2026, 17:02 WIB
Pengunjung IIMS 2026 dan pemilik J5 EV telah memberikan saran modifikasi unit agar bisa terealisasikan
08 Februari 2026, 16:20 WIB
Changan Indonesia terus menunjukkan komitmen jangka panjang di Tanah Air dengan kualitas internasional
08 Februari 2026, 15:00 WIB
BMW Group Indonesia kembali meramaikan ajang IIMS 2026 dengan menggelar sejumlah program menarik pengunjung