Pengiriman Jaecoo J5 EV Tembus 20.000 Unit, Terlaris di Mei 2026
29 Juni 2026, 07:00 WIB
Menurut Aismoli ada beberapa faktor pendukung yang membuat pasar motor listrik bisa bergairah di tahun ini
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan motor listrik pada 2025 memang jauh dari kata maksimal. Mengalami penurunan cukup dalam karena beberapa faktor.
Akan tetapi, pasar kendaraan roda dua setrum diharapkan bisa segera pulih. Dapat kembali bergairah pada 2026.
Keinginan di atas, disampaikan langsung oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli).
“Aismoli memproyeksikan pertumbuhan penjualan yang lebih baik dibanding tahun berjalan (2025),” ungkap Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli saat dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Lebih jauh Budi menjelaskan, Aismoli berharap ada 100 ribuan motor listrik yang bisa terjual pada tahun ini.
Sebab ada beberapa faktor pendukung yang bisa mewujudkan target tersebut. Semisal kesiapan ekosistem electric vehicle (EV) di Tanah Air.
“Terutama pemerataan infrastruktur, keandalan produk serta layanan purna jual yang semakin matang,” lanjut Budi.
Berkat berbagai hal di atas, dipercaya dapat mendorong masyarakat buat beralih dari kendaraan roda dua konvensional.
Sehingga mereka tertarik untuk memakai motor listrik. Terutama guna memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari.
“Kepercayaan konsumen menjadi kunci utama pertumbuhan jangka menengah dan panjang,” tegas Budi.
Meski begitu, Aismoli wajib bekerja keras jika ingin merealisasikan target yang telah mereka canangkan.
Mengingat pada 2026 kondisi ekonomi di Tanah Air belum sepenuhnya pulih. Sehingga sebagian besar masyarakat memilih untuk tidak membelanjakan uang mereka.
Hal tersebut membuat situasi pasar motor listrik pada 2026 menjadi cukup menantang. Para anggota Aismoli harus menyiapkan berbagai strategi penjualan.
Di sisi lain Selis, Alva, Davigo, United hingga Rakata tidak bisa berharap banyak dari rencana pemberian insentif.
Pasalnya usulan pemberian insentif dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), masih abu-abu atau belum ada kejelasan.
Bahkan rencana tersebut ditolak oleh Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Ia memastikan pemerintah tidak ingin memberikan insentif di tahun depan.
Dia mengatakan ada beberapa alasan, mengapa mereka enggan mengucurkan bantuan kepada para pabrikan mobil maupun motor di Tanah Air.
“Insentif sudah diberikan sepanjang dua tahun untuk mendirikan pabrik dan hasilnya sudah nyata,” kata Airlangga dalam kesempatan berbeda.
Dengan begitu kecil kemungkinan, Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri mengucurkan insentif motor listrik di 2026.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
24 Juni 2026, 15:00 WIB
20 Juni 2026, 18:05 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 21:33 WIB
Rofbell Ardante Sahroni mendapat apresiasi dari IMI (Ikatan Motor Indonesia) atas prestasinya di ajang Drift
01 Juli 2026, 17:00 WIB
Harga Porsche Cayenne versi rakitan Malaysia semakin kompetitif di Rp 2,99 miliar, spesifikasi tidak berubah
01 Juli 2026, 16:32 WIB
Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku secara nasional pada hari ini
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Dijual Rp 1 miliar, Toyota Hilux BEV diimpor utuh dari Thailand dan menyasar konsumen yang lebih terbatas
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins resmi mengakhiri masa bakti mereka bersama tim pabrikan Yamaha musim ini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM