Gaikindo Masih Tunggu Kepastian Insentif Mobil Hybrid
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Menurut Aismoli ada beberapa faktor pendukung yang membuat pasar motor listrik bisa bergairah di tahun ini
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan motor listrik pada 2025 memang jauh dari kata maksimal. Mengalami penurunan cukup dalam karena beberapa faktor.
Akan tetapi, pasar kendaraan roda dua setrum diharapkan bisa segera pulih. Dapat kembali bergairah pada 2026.
Keinginan di atas, disampaikan langsung oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli).
“Aismoli memproyeksikan pertumbuhan penjualan yang lebih baik dibanding tahun berjalan (2025),” ungkap Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli saat dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Lebih jauh Budi menjelaskan, Aismoli berharap ada 100 ribuan motor listrik yang bisa terjual pada tahun ini.
Sebab ada beberapa faktor pendukung yang bisa mewujudkan target tersebut. Semisal kesiapan ekosistem electric vehicle (EV) di Tanah Air.
“Terutama pemerataan infrastruktur, keandalan produk serta layanan purna jual yang semakin matang,” lanjut Budi.
Berkat berbagai hal di atas, dipercaya dapat mendorong masyarakat buat beralih dari kendaraan roda dua konvensional.
Sehingga mereka tertarik untuk memakai motor listrik. Terutama guna memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari.
“Kepercayaan konsumen menjadi kunci utama pertumbuhan jangka menengah dan panjang,” tegas Budi.
Meski begitu, Aismoli wajib bekerja keras jika ingin merealisasikan target yang telah mereka canangkan.
Mengingat pada 2026 kondisi ekonomi di Tanah Air belum sepenuhnya pulih. Sehingga sebagian besar masyarakat memilih untuk tidak membelanjakan uang mereka.
Hal tersebut membuat situasi pasar motor listrik pada 2026 menjadi cukup menantang. Para anggota Aismoli harus menyiapkan berbagai strategi penjualan.
Di sisi lain Selis, Alva, Davigo, United hingga Rakata tidak bisa berharap banyak dari rencana pemberian insentif.
Pasalnya usulan pemberian insentif dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), masih abu-abu atau belum ada kejelasan.
Bahkan rencana tersebut ditolak oleh Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Ia memastikan pemerintah tidak ingin memberikan insentif di tahun depan.
Dia mengatakan ada beberapa alasan, mengapa mereka enggan mengucurkan bantuan kepada para pabrikan mobil maupun motor di Tanah Air.
“Insentif sudah diberikan sepanjang dua tahun untuk mendirikan pabrik dan hasilnya sudah nyata,” kata Airlangga dalam kesempatan berbeda.
Dengan begitu kecil kemungkinan, Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri mengucurkan insentif motor listrik di 2026.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
04 Agustus 2026, 09:00 WIB
01 Agustus 2026, 22:00 WIB
31 Juli 2026, 16:58 WIB
Terkini
10 Agustus 2026, 16:22 WIB
Kolaborasi Motul dan Von Dutch diramaikan komunitas sepeda motor bergaya otentik dan klasik yang berkelas
10 Agustus 2026, 12:01 WIB
UD Trucks kembali menggelar ajang kompetensi para pengemudi truck berskala nasional EMC 2026 beberapa waktu lalu
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Meskipun penjualannya sudah terbilang baik, Gaikindo menilai insentif mobil hybrid masih tetap diperlukan
10 Agustus 2026, 08:31 WIB
DFSK E5 Plus Punya Tawaran Fitur dan Teknologi Yang Lengkap dan Siap Tantang SUV PHEV Sekelasnya di Tanah Air
10 Agustus 2026, 06:37 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas dari kepolisian yang dapat dimanfaatkan masyarakat hari ini
10 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa memecah kebuntuan khususnya di jam-jam sibuk Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta bisa menjadi solusi
09 Agustus 2026, 20:36 WIB
Berlangsung sengit dan banyak pembalap gagal menaklukkan Sirkuit Silverstone, ini jalannya MotoGP Inggris 2026
09 Agustus 2026, 19:15 WIB
Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian mengunjungi booth Jetour di GIIAS 2026 untuk melihat berbagai inovasi