Tips Aman Meninggalkan Motor Listrik saat Mudik Lebaran 2026
16 Maret 2026, 13:34 WIB
Menurut Aismoli ada beberapa faktor pendukung yang membuat pasar motor listrik bisa bergairah di tahun ini
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan motor listrik pada 2025 memang jauh dari kata maksimal. Mengalami penurunan cukup dalam karena beberapa faktor.
Akan tetapi, pasar kendaraan roda dua setrum diharapkan bisa segera pulih. Dapat kembali bergairah pada 2026.
Keinginan di atas, disampaikan langsung oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli).
“Aismoli memproyeksikan pertumbuhan penjualan yang lebih baik dibanding tahun berjalan (2025),” ungkap Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli saat dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Lebih jauh Budi menjelaskan, Aismoli berharap ada 100 ribuan motor listrik yang bisa terjual pada tahun ini.
Sebab ada beberapa faktor pendukung yang bisa mewujudkan target tersebut. Semisal kesiapan ekosistem electric vehicle (EV) di Tanah Air.
“Terutama pemerataan infrastruktur, keandalan produk serta layanan purna jual yang semakin matang,” lanjut Budi.
Berkat berbagai hal di atas, dipercaya dapat mendorong masyarakat buat beralih dari kendaraan roda dua konvensional.
Sehingga mereka tertarik untuk memakai motor listrik. Terutama guna memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari.
“Kepercayaan konsumen menjadi kunci utama pertumbuhan jangka menengah dan panjang,” tegas Budi.
Meski begitu, Aismoli wajib bekerja keras jika ingin merealisasikan target yang telah mereka canangkan.
Mengingat pada 2026 kondisi ekonomi di Tanah Air belum sepenuhnya pulih. Sehingga sebagian besar masyarakat memilih untuk tidak membelanjakan uang mereka.
Hal tersebut membuat situasi pasar motor listrik pada 2026 menjadi cukup menantang. Para anggota Aismoli harus menyiapkan berbagai strategi penjualan.
Di sisi lain Selis, Alva, Davigo, United hingga Rakata tidak bisa berharap banyak dari rencana pemberian insentif.
Pasalnya usulan pemberian insentif dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), masih abu-abu atau belum ada kejelasan.
Bahkan rencana tersebut ditolak oleh Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Ia memastikan pemerintah tidak ingin memberikan insentif di tahun depan.
Dia mengatakan ada beberapa alasan, mengapa mereka enggan mengucurkan bantuan kepada para pabrikan mobil maupun motor di Tanah Air.
“Insentif sudah diberikan sepanjang dua tahun untuk mendirikan pabrik dan hasilnya sudah nyata,” kata Airlangga dalam kesempatan berbeda.
Dengan begitu kecil kemungkinan, Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri mengucurkan insentif motor listrik di 2026.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Maret 2026, 13:34 WIB
13 Maret 2026, 17:00 WIB
12 Maret 2026, 21:00 WIB
11 Maret 2026, 19:00 WIB
11 Maret 2026, 18:00 WIB
Terkini
29 Maret 2026, 11:44 WIB
Kecelakaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 diklaim mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya
29 Maret 2026, 04:07 WIB
Jorge Martin sukses menundukkan Francesco Bagnaia pada lap terakhir sprint race MotoGP Amerika 2026 di COTA
28 Maret 2026, 13:00 WIB
Geely berhasil mencatat angka penjualan yang tinggi di awal 2026 berkat kedua modelnya yaitu EX5 dan EX2
28 Maret 2026, 11:00 WIB
Penjualan mobil di RI menorehkan capaian positif, tetapi masih banyak tantangan perlu dihadapi tahun ini
28 Maret 2026, 07:33 WIB
Pada akhir Maret 2026 beberapa harga motor bebek cukup stabil, hanya TVS yang melakukan penyesuaian banderol
27 Maret 2026, 20:00 WIB
Nio Firefly akan mengisi kelas yang sama dengan salah satu calon mobil listrik baru di RI, Honda Super One
27 Maret 2026, 17:53 WIB
Marc Marquez memiliki peluang besar dan modal penting dalam menjalani MotoGP Amerika 2026 di akhir pekan
27 Maret 2026, 15:00 WIB
2,3 juta kendaraan diklaim sudah kembali ke Ibu Kota dan jumlahnya akan terus meningkat jelang akhir pekan