GIIAS Bandung 2026 Digelar Pekan Ini, Siap Beri Banyak Kejutan
08 September 2026, 07:00 WIB
Gaikindo memberikan banyak masukan kepada pemerintah agar penjualan mobil baru pada 2026 bisa kembali pulih
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Memang tidak dipungkiri pasar mobil baru pada 2025 cukup lesu. Bahkan diklaim mengalami penurunan hingga akhir tahun.
Meski begitu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) masih berharap besar kondisi dapat membaik di 2026.
“Kalau ekonomi membaik, semuanya ya. Kemarin pak Purbaya bilang harapannya (pertumbuhan ekonomi nasional) enam persen, tentu naik dong,” ungkap Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo di Jakarta Utara, Rabu (17/12).
Ia optimistis pemulihan pasar tetap terbuka. Terutama jika kondisi ekonomi nasional menunjukkan perbaikan.
Jongkie pun berharap penjualan mobil baru di 2026 bertumbuh. Mampu menembus 800 ribu unit.
“Atau bisa 900 ribu unit, bahkan kalau bisa 1 juta unit alhamdulillah, itu harapan kami,” lanjut Jongkie.
Meski begitu, Gaikindo belum bisa menentukan target penjualan mobil baru pada 2026. Sebab masih harus berunding dengan para anggota.
Seluruh pandangan maupun masukan anggota akan menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan asosiasi.
Adapun Gaikindo menyerahkan sepenuhnya mengenai insentif otomotif di tahun depan. Mereka hanya memberikan masukan kepada pemerintah.
“Kami memberikan masukan-masukan supaya nanti dalam menentukan kebijakan otomotif itu sejalan dengan masukan yang kami berikan,” tegas Jongkie.
Menurut dia, Gaikindo berkepentingan menyampaikan pandangan yang objektif dan tidak berpihak pada kelompok tertentu.
Ia menegaskan sejak awal Gaikindo memposisikan diri sebagai asosiasi yang netral demi kepentingan industri otomotif nasional secara keseluruhan.
Dengan begitu, diharapkan penjualan mobil baru Indonesia pada 2026 bisa kembali pulih serta bangkit.
Mengingat industri otomotif mempunyai peran besar, dalam pertumbuhan ekonomi dan memberikan dampak nyata bagi negara.
Seperti diberitakan KatadataOTO sebelumnya, Gaikindo bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan pertemuan kemarin.
“Jadi kalau masalah policy otomotif, sedang digodok bersama-sama dengan pemerintah. Kita tunggu saja apa yang akan dibuat. Mestinya saya sekarang ada rapat dengan Pak Agus Gumiwang (Menperin),” kata Jongkie.
Terdapat beberapa hal yang menjadi fokus Gaikindo serta Kemenperin saat ini. Terkhusus kondisi pasar kendaraan roda empat.
Seperti contoh usulan insentif otomotif pada 2026. Apakah bakal berfokus di segmen Battery Electric Vehicle (BEV) atau kendaraan lain.
Memang Jongkie tidak memungkiri, Gaikindo membutuhkan arahan dari Kemenperin. Sehingga dapat menentukan arah masa depan industri otomotif Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 September 2026, 07:00 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
Terkini
08 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi menyuguhkan banyak kegiatan menarik yang mencuri perhatian masyarakat
08 September 2026, 07:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS Bandung 2026 akan menampilkan sekitar 42 kendaraan yang bisa dicoba langsung pengunjung
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima tempat berbeda hari ini, simak lokasi dan biayanya
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pengendara motor dan mobil
07 September 2026, 21:43 WIB
Chery Q menjadi mobil listrik pendatang baru yang menawarkan berbagai fitur kekinian kepada para konsumen
07 September 2026, 12:34 WIB
Gelaran Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi wadah untuk anak bersama keluarga menikmati akhir pekan
07 September 2026, 10:16 WIB
Robot AiMOGA Mornine kembali mendapatkan sertifikasi dari benua Uni Eropa di aspek hardware dan software
07 September 2026, 06:00 WIB
Hari ini kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk membantu masyarakat di wilayah Kota Kembang