20 Mobil Terlaris Februari 2026, BYD Atto 1 Unggul
16 Maret 2026, 17:08 WIB
Gaikindo memberikan banyak masukan kepada pemerintah agar penjualan mobil baru pada 2026 bisa kembali pulih
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Memang tidak dipungkiri pasar mobil baru pada 2025 cukup lesu. Bahkan diklaim mengalami penurunan hingga akhir tahun.
Meski begitu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) masih berharap besar kondisi dapat membaik di 2026.
“Kalau ekonomi membaik, semuanya ya. Kemarin pak Purbaya bilang harapannya (pertumbuhan ekonomi nasional) enam persen, tentu naik dong,” ungkap Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo di Jakarta Utara, Rabu (17/12).
Ia optimistis pemulihan pasar tetap terbuka. Terutama jika kondisi ekonomi nasional menunjukkan perbaikan.
Jongkie pun berharap penjualan mobil baru di 2026 bertumbuh. Mampu menembus 800 ribu unit.
“Atau bisa 900 ribu unit, bahkan kalau bisa 1 juta unit alhamdulillah, itu harapan kami,” lanjut Jongkie.
Meski begitu, Gaikindo belum bisa menentukan target penjualan mobil baru pada 2026. Sebab masih harus berunding dengan para anggota.
Seluruh pandangan maupun masukan anggota akan menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan asosiasi.
Adapun Gaikindo menyerahkan sepenuhnya mengenai insentif otomotif di tahun depan. Mereka hanya memberikan masukan kepada pemerintah.
“Kami memberikan masukan-masukan supaya nanti dalam menentukan kebijakan otomotif itu sejalan dengan masukan yang kami berikan,” tegas Jongkie.
Menurut dia, Gaikindo berkepentingan menyampaikan pandangan yang objektif dan tidak berpihak pada kelompok tertentu.
Ia menegaskan sejak awal Gaikindo memposisikan diri sebagai asosiasi yang netral demi kepentingan industri otomotif nasional secara keseluruhan.
Dengan begitu, diharapkan penjualan mobil baru Indonesia pada 2026 bisa kembali pulih serta bangkit.
Mengingat industri otomotif mempunyai peran besar, dalam pertumbuhan ekonomi dan memberikan dampak nyata bagi negara.
Seperti diberitakan KatadataOTO sebelumnya, Gaikindo bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan pertemuan kemarin.
“Jadi kalau masalah policy otomotif, sedang digodok bersama-sama dengan pemerintah. Kita tunggu saja apa yang akan dibuat. Mestinya saya sekarang ada rapat dengan Pak Agus Gumiwang (Menperin),” kata Jongkie.
Terdapat beberapa hal yang menjadi fokus Gaikindo serta Kemenperin saat ini. Terkhusus kondisi pasar kendaraan roda empat.
Seperti contoh usulan insentif otomotif pada 2026. Apakah bakal berfokus di segmen Battery Electric Vehicle (BEV) atau kendaraan lain.
Memang Jongkie tidak memungkiri, Gaikindo membutuhkan arahan dari Kemenperin. Sehingga dapat menentukan arah masa depan industri otomotif Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Maret 2026, 17:08 WIB
15 Maret 2026, 18:00 WIB
10 Maret 2026, 15:00 WIB
09 Maret 2026, 11:26 WIB
08 Maret 2026, 13:00 WIB
Terkini
18 Maret 2026, 21:45 WIB
Mobil Lubricants berupaya mendekatkan diri dengan para mekanik dan bengkel rekanan melalui program mudik
18 Maret 2026, 19:07 WIB
Para rider seperti Marc Marquez dan Acosta memiliki peluang yang sama jadi pemenang di MotoGP Brasil 2026
18 Maret 2026, 11:00 WIB
Setelah merakit LX 125 i-Get yang kini digantikan LX 150, Piaggio berencana rakit model lain Vespa di RI
18 Maret 2026, 09:01 WIB
1,1 juta kendaraan telah meninggalkan Jakarta pada musim mudik Lebaran 2026 dan jumlah itu akan terus bertambah
18 Maret 2026, 06:00 WIB
Hari terakhir SIM keliling Jakarta beroperasi sebelum libur Lebaran, simak informasi lengkapnya berikut ini
17 Maret 2026, 19:00 WIB
Pasar mobil LCGC alami peningkatan sampai 6,7 persen pada Februari 2026 jika dibandingkan dengan awal tahun
17 Maret 2026, 17:00 WIB
Masyarakat diimbau untuk mengatur waktu keberangkatan mudik Lebaran 2026 agar tidak terjebak macet panjang
17 Maret 2026, 15:50 WIB
Piaggio berikan penyegaran pada lima model Vespa andalan, mesin jadi 180 cc ditambah ubahan desain dan warna