Mendagri Instruksikan Insentif EV Dilanjut di Semua Provinsi
24 April 2026, 15:00 WIB
Gaikindo memberikan banyak masukan kepada pemerintah agar penjualan mobil baru pada 2026 bisa kembali pulih
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Memang tidak dipungkiri pasar mobil baru pada 2025 cukup lesu. Bahkan diklaim mengalami penurunan hingga akhir tahun.
Meski begitu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) masih berharap besar kondisi dapat membaik di 2026.
“Kalau ekonomi membaik, semuanya ya. Kemarin pak Purbaya bilang harapannya (pertumbuhan ekonomi nasional) enam persen, tentu naik dong,” ungkap Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo di Jakarta Utara, Rabu (17/12).
Ia optimistis pemulihan pasar tetap terbuka. Terutama jika kondisi ekonomi nasional menunjukkan perbaikan.
Jongkie pun berharap penjualan mobil baru di 2026 bertumbuh. Mampu menembus 800 ribu unit.
“Atau bisa 900 ribu unit, bahkan kalau bisa 1 juta unit alhamdulillah, itu harapan kami,” lanjut Jongkie.
Meski begitu, Gaikindo belum bisa menentukan target penjualan mobil baru pada 2026. Sebab masih harus berunding dengan para anggota.
Seluruh pandangan maupun masukan anggota akan menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan asosiasi.
Adapun Gaikindo menyerahkan sepenuhnya mengenai insentif otomotif di tahun depan. Mereka hanya memberikan masukan kepada pemerintah.
“Kami memberikan masukan-masukan supaya nanti dalam menentukan kebijakan otomotif itu sejalan dengan masukan yang kami berikan,” tegas Jongkie.
Menurut dia, Gaikindo berkepentingan menyampaikan pandangan yang objektif dan tidak berpihak pada kelompok tertentu.
Ia menegaskan sejak awal Gaikindo memposisikan diri sebagai asosiasi yang netral demi kepentingan industri otomotif nasional secara keseluruhan.
Dengan begitu, diharapkan penjualan mobil baru Indonesia pada 2026 bisa kembali pulih serta bangkit.
Mengingat industri otomotif mempunyai peran besar, dalam pertumbuhan ekonomi dan memberikan dampak nyata bagi negara.
Seperti diberitakan KatadataOTO sebelumnya, Gaikindo bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan pertemuan kemarin.
“Jadi kalau masalah policy otomotif, sedang digodok bersama-sama dengan pemerintah. Kita tunggu saja apa yang akan dibuat. Mestinya saya sekarang ada rapat dengan Pak Agus Gumiwang (Menperin),” kata Jongkie.
Terdapat beberapa hal yang menjadi fokus Gaikindo serta Kemenperin saat ini. Terkhusus kondisi pasar kendaraan roda empat.
Seperti contoh usulan insentif otomotif pada 2026. Apakah bakal berfokus di segmen Battery Electric Vehicle (BEV) atau kendaraan lain.
Memang Jongkie tidak memungkiri, Gaikindo membutuhkan arahan dari Kemenperin. Sehingga dapat menentukan arah masa depan industri otomotif Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 April 2026, 15:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
20 April 2026, 21:20 WIB
18 April 2026, 10:07 WIB
16 April 2026, 16:15 WIB
Terkini
03 Mei 2026, 14:16 WIB
Lepas mengusung LEX Platform untuk seluruh produk mereka, seperti pada mobil listrik E4 yang akan dijual
02 Mei 2026, 17:04 WIB
KatadataOTO mendapatkan kesempatan untuk mencoba langsung SUV offroad premium Jetour G700 di trek terbatas
02 Mei 2026, 09:00 WIB
Dani Pedrosa memprediksi Marco Bezzecchi dan Marc Marquez, bakal bersaing ketat hingga akhir musim MotoGP 2026
02 Mei 2026, 07:00 WIB
Perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran memberikan pengaruh besar bagi para Motul salah satunya
01 Mei 2026, 16:20 WIB
Para buruh di Indonesia mendapatkan kado pada Mayday 2026, sebab harga BBM di seluruh SPBU tidak naik
01 Mei 2026, 16:17 WIB
Concept97 bakal diluncurkan sebagai Freelander 8, bakal tersedia dalam opsi EV maupun hybrid model PHEV
01 Mei 2026, 06:00 WIB
Kepolisian di Kota Kembang tetap menghadirkan SIM keliling Bandung di dua tempat berbeda pada Jumat (01/05)
30 April 2026, 19:00 WIB
Pameran modifikasi The Elite Showcase 2026 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang pada 9-10 Mei mendatang