10 Merek Mobil Cina Terlaris Mei 2026, Jaecoo Memimpin
17 Juni 2026, 11:00 WIB
Gaikindo memberikan banyak masukan kepada pemerintah agar penjualan mobil baru pada 2026 bisa kembali pulih
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Memang tidak dipungkiri pasar mobil baru pada 2025 cukup lesu. Bahkan diklaim mengalami penurunan hingga akhir tahun.
Meski begitu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) masih berharap besar kondisi dapat membaik di 2026.
“Kalau ekonomi membaik, semuanya ya. Kemarin pak Purbaya bilang harapannya (pertumbuhan ekonomi nasional) enam persen, tentu naik dong,” ungkap Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo di Jakarta Utara, Rabu (17/12).
Ia optimistis pemulihan pasar tetap terbuka. Terutama jika kondisi ekonomi nasional menunjukkan perbaikan.
Jongkie pun berharap penjualan mobil baru di 2026 bertumbuh. Mampu menembus 800 ribu unit.
“Atau bisa 900 ribu unit, bahkan kalau bisa 1 juta unit alhamdulillah, itu harapan kami,” lanjut Jongkie.
Meski begitu, Gaikindo belum bisa menentukan target penjualan mobil baru pada 2026. Sebab masih harus berunding dengan para anggota.
Seluruh pandangan maupun masukan anggota akan menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan asosiasi.
Adapun Gaikindo menyerahkan sepenuhnya mengenai insentif otomotif di tahun depan. Mereka hanya memberikan masukan kepada pemerintah.
“Kami memberikan masukan-masukan supaya nanti dalam menentukan kebijakan otomotif itu sejalan dengan masukan yang kami berikan,” tegas Jongkie.
Menurut dia, Gaikindo berkepentingan menyampaikan pandangan yang objektif dan tidak berpihak pada kelompok tertentu.
Ia menegaskan sejak awal Gaikindo memposisikan diri sebagai asosiasi yang netral demi kepentingan industri otomotif nasional secara keseluruhan.
Dengan begitu, diharapkan penjualan mobil baru Indonesia pada 2026 bisa kembali pulih serta bangkit.
Mengingat industri otomotif mempunyai peran besar, dalam pertumbuhan ekonomi dan memberikan dampak nyata bagi negara.
Seperti diberitakan KatadataOTO sebelumnya, Gaikindo bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan pertemuan kemarin.
“Jadi kalau masalah policy otomotif, sedang digodok bersama-sama dengan pemerintah. Kita tunggu saja apa yang akan dibuat. Mestinya saya sekarang ada rapat dengan Pak Agus Gumiwang (Menperin),” kata Jongkie.
Terdapat beberapa hal yang menjadi fokus Gaikindo serta Kemenperin saat ini. Terkhusus kondisi pasar kendaraan roda empat.
Seperti contoh usulan insentif otomotif pada 2026. Apakah bakal berfokus di segmen Battery Electric Vehicle (BEV) atau kendaraan lain.
Memang Jongkie tidak memungkiri, Gaikindo membutuhkan arahan dari Kemenperin. Sehingga dapat menentukan arah masa depan industri otomotif Tanah Air.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
17 Juni 2026, 11:00 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
09 Juni 2026, 21:30 WIB
Terkini
18 Juni 2026, 11:00 WIB
Ducati Corse mendelegasikan Marc Marquez untuk menjalankan pengujian di Sirkuit Brno sebelum seri Ceko
18 Juni 2026, 09:00 WIB
Geely EX2 hadir menawarkan fitur yang komplit sebagai mobil listrik kompak, sehingga relevan bagi aktivitas
18 Juni 2026, 07:00 WIB
Implementasi Biodiesel B50 dinilai bisa menghemat devisa negara sampai Rp 157 triliun sepanjang tahun ini
18 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersedia di lima tempat berbeda sekitar Ibukota, simak informasi lengkapnya di sini
18 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta tetap menjadi andalan dalam memecah kebuntuan lalu lintas terutama di jam sibuk
18 Juni 2026, 06:00 WIB
Buat Anda yang ingin mendatangi SIM keliling Bandung hari ini, wajib memperhatikan jadwal maupun lokasinya
17 Juni 2026, 18:37 WIB
Pada Juni 2026 beberapa pabrikan melakukan penyesuaian harga motor matic murah, seperti dialami oleh Yamaha
17 Juni 2026, 11:00 WIB
Jaecoo menjadi merek mobil Cina dengan penjualan retail terlaris sepanjang Mei 2026, berada di atas BYD