Galian Mulai Rampung, Kemacetan di TB Simatupang Mulai Berkurang
09 Oktober 2025, 07:00 WIB
Kapolda Metro Jaya akui belum ada cara atasi macet Jakarta secara optimal sehingga kepadatan terus terjadi
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Walau beragam cara sudah dilakukan kemacetan lalu lintas di Jakarta seakan tidak ada habis. Kepadatan yang terjadi khususnya pagi dan sore hari membuat perjalanan menjadi lebih lama dari seharusnya
Irjen Pol Karyoto, Kapolda Metro Jaya mengaku belum ada cara yang tepat untuk mengatasi macet Jakarta. Pasalnya semua skenario saat ini hanya bisa mengurangi namun tak bisa mengatasi secara optimal.
“Memang kami belum bisa menekan angka kepadatan lalu lintas. Berbagai diskusi sudah dilakukan tapi belum menemukan formula yang tepat bagaimana mengatasi kemacetan," ucapnya saat acara Rilis Akhir Tahun Polda Metro Jaya 2023 (28/12).
Ia mengatakan bahwa aturan ganjil genap Jakarta memang berhasil mengurangi kemacetan. Tetapi skenario tersebut tidak bisa diterapkan pada semua jenis kendaraan dan diterapkan setiap waktu.
"Kalau genap dan ganjil diberlakukan pada semua jenis kendaraan masyarakat tidak akan setuju apalagi bila di seluruh jam waktu nanti masyarakat meminta pajak separuh. Karena kalau saya punya mobil genap, pasti hanya keluar hanya di genap saja jadi bayar pajak hanya genap atau ganjil," ungkapnya.
Pengawasan ganjil genap Jakarta pun dilakukan dengan beragam cara. Salah satu yang paling optimal adalah kehadiran tilang ETLE karena bisa merekam beragam pelanggaran lalu lintas pada pukul berapapun.
Tak hanya itu, kepolisian bersama sejumlah pemangku kebijakan masih mencari formula terbaik untuk mengurangi kepadatan. Termasuk dengan menurunkan petugas di jam-jam rawan macet guna mengatur lalu lintas.
Dilansir Antara, selain kemacetan kasus yang mendapat perhatian adalah kecelakaan lalu lintas. Sepanjang 2023 jumlah kecelakaan di wilayah hukum Polda Metro Jaya mencapai 11.629 kasus atau naik dibanding tahun lalu sebesar 10.494 kejadian.
"Untuk korban meninggal dunia tahun 2023 menurun 11 persen menjadi 79 orang dibanding tahun 2022. Tetapi korban luka berat meningkat 36 persen yaitu 608 orang. Korban luka ringan juga meningkat 11 persen yaitu 1.149 orang,” pungkas Irjen Pol Karyoto.
Namun perlu diketahui bahwa angka tersebut belum termasuk dengan angka di Desember 2023. Sehingga bukan tidak mungkin jumlahnya akan bertambah setelah pergantian tahun.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Oktober 2025, 07:00 WIB
25 September 2025, 07:57 WIB
18 September 2025, 08:00 WIB
16 September 2025, 07:00 WIB
25 Agustus 2025, 07:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV