Geely Bikin Tiruan Xiaomi SU7, Versi Ekonomis Incar Generasi Muda
09 Juli 2026, 07:00 WIB
Mobil hybrid terbilang lebih populer di kalangan masyakarat karena beberapa alasan, ini tanggapan Periklindo
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kiprah BEV (Battery Electric Vehicle) di Indonesia belum sesukses mobil hybrid. Padahal sudah diberikan insentif atau relaksasi pajak dari pemerintah guna mempercepat adopsi kendaraan listrik.
Dari segi penjualan juga mobil hybrid terpaut jauh di atas mobil listrik murni. Ini dikarenakan pilihan HEV (Hybrid Electric Vehicle) bervariasi dan kebanyakan mengambil basis model versi mesin bensin, jadi konsumen sudah familiar.
Ditambah lagi HEV masih identik sama mobil bermesin bensin. Karena tidak perlu di-charge melainkan diisi bensin di SPBU layaknya mobil konvensional.
Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia) sebagai salah satu asosiasi di Tanah Air menilai populernya HEV maupun PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) terjadi karena umur BEV di RI belum lama.
Tetapi pihak mereka percaya diri mobil listrik masih akan diminati oleh masyarakat seiring berjalannya waktu.
“Kalau diperhatikan laju penjualan EV yoy (year on year) ratusan persen naik, cukup tinggi,” ucap Tenggono Chuandra Phoa, Sekretaris Jenderal Periklindo di Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Ia menilai saat ini antusiasime masyarakat terhadap kendaraan listrik sangat besar. Dalam waktu dua tahun ada banyak manufaktur baru hadir tawarkan pilihan ke konsumen sesuai kebutuhan.
Bicara harga, mobil listrik dilego mulai Rp 190 jutaan sampai Rp 800 jutaan ke atas. Beberapa model dirakit lokal atau berstatus CKD (Completely Knocked Down) jadi banderol bisa turun.
“Baru masuk dua tahun (penjualan) EV dan penjualan cukup bagus. Saya yakin akan semakin baik,” tegas Tenggono.
Meski populer dan beberapa pabrikan berharap ada insentif dari pemerintah, Periklindo tidak setuju apabila mobil hybrid mendapatkan subsidi. Karena justru dapat menghambat penjualan mobil listrik murni.
“Kami tidak mendukung hybrid mendapatkan subsidi ya, diperjelas,” kata Moeldoko, Ketua Umum Periklindo sekaligus Kepala Staf Kepresidenan di Jakarta Pusat belum lama ini.
Periklindo juga menegaskan mobil hybrid sejatinya masih menggunakan bahan bakar fosil, meskipun diklaim ramah lingkungan dan efisien bahan bakar apabil dibandingkan mobil konvensional tanpa bantuan motor elektrik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Juli 2026, 07:00 WIB
08 Juli 2026, 17:07 WIB
05 Juli 2026, 19:42 WIB
05 Juli 2026, 13:33 WIB
03 Juli 2026, 21:55 WIB
Terkini
10 Juli 2026, 11:00 WIB
Menurut data dari laman resmi AISI, wholesales motor baru di Juni 2026 menyentuh angka 515 ribuan unit
10 Juli 2026, 09:23 WIB
Marc Marquez menjadi salah satu rider yang diunggulkan untuk menjadi pemenang pada MotoGP Jerman 2026
10 Juli 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai salah mendatangi lokasi SIM keliling Bandung, karena setiap hari tempatnya berbeda-beda
10 Juli 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai terlambat, SIM keliling Jakarta dibuka di lokasi yang lebih terbatas setiap akhir pekan
09 Juli 2026, 22:00 WIB
SUV praktis, efisien dan memiliki teknologi tinggi seperti Deepal S07 banyak dicari keluarga modern di RI
09 Juli 2026, 21:00 WIB
PT AHM baru-baru ini menghadirkan pilihan warna baru untuk Honda Rebel 1100, harga mulai Rp 400 jutaan
09 Juli 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik VinFast VF 2 hadir meramaikan persaingan pasar EV mungil, harga mulai dari Rp 120 jutaan
09 Juli 2026, 19:20 WIB
Honda melengkapi lini elektrifikasinya dengan kehadiran WN7, motor listrik versi produksi dari EV Fun Concept