Toyota Waspadai Dampak Krisis Geopolitik pada Industri Otomotif
10 Januari 2026, 09:30 WIB
Pemerintah mengarahkan agar industri lokal yang menyediakan komponen mobil bisa membuat part untuk sektor lain
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Mobil listrik yang diimpor langsung oleh sejumlah pabrikan kendaraan rupanya berdampak besar pada industri lokal di sektor komponen. Pasalnya unit datang dalam bentuk utuh sehingga tidak perlu menggunakan part dari Tanah Air.
Situasi tersebut disadari oleh pemerintah selaku pembuat kebijakan. Beberapa upaya sudah disiapkan untuk menghindari terjadinya tekanan lebih besar dan industri komponen tetap bisa bertahan.
“Pasti ada (protes dari industri komponen) tapi kalau dilihat produksi antara kendaraan konvensional dan listrik sudah berbeda. Kehadiran investasi baru pada EV kita akan menghadapi tantangan perubahan jadi perlu transisi,” ungkap Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian RI
Meski demikian, ia menyebut bahwa produksi kendaraan konvensional masih sangat besar. Sehingga diharapkan para produsen komponen masih bisa menyesuaikan diri.
“Tetapi untuk mobil konvensional sejauh ini masih banyak memakai komponen dalam negeri,” tambahnya kemudian.
Tak hanya itu, ia juga mengungkap agar industri komponen tidak hanya bergantung pada pasar mobil. Pemerintah bahkan berupaya memberi solusi agar hasil produksi pabrikan Indonesia bisa digunakan oleh sektor lain.
"Kami juga berusaha mendorong agar produksi komponen mulai bergabung ke ekosistem industri dirgantara seperti pesawat hingga kapal-kapal. Secara teknologi hampir sama karena membutuhkan presisi tingkat tinggi,” tegasnya.
Sebelumnya beritakan bahwa insentif mobil listrik CBU yang diberikan pemerintah telah membuat produksi kendaraan dalam negeri melambat. Pasalnya banyak perusahaan lebih memilih membawa unit secara utuh ketimbang membuatnya di Tanah Air.
“Sekarang impor mobil listrik 63 persen, sementara di 2024 itu (hanya) 40 persen,” ungkap Riyanto, pengamat otomotif dan peneliti LPEM FEB UI di Jakarta belum lama ini.
Lonjakan populasi mobil listrik impor membuktikan Indonesia semakin bergantung pada produk-produk dari luar negeri.
Sedangkan industri otomotif di dalam negeri masih jauh dari kata optimal. Sehingga situasi tersebut berpeluang menghadirkan ketidakseimbangan pasar.
“Ke depan kalau terus begini akhirnya ya BEV impor akan dominan. Berarti yang produksi dalam negeri kapasitas terpasangnya tidak terpakai,” tegasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Januari 2026, 09:30 WIB
05 Januari 2026, 09:00 WIB
01 Desember 2025, 12:00 WIB
06 November 2025, 20:00 WIB
12 Agustus 2025, 14:00 WIB
Terkini
03 Maret 2026, 09:24 WIB
Denza D9 jadi pertimbangan sejumlah konsumen di segmen premium, tawarkan berbagai fitur dan keunggulan
03 Maret 2026, 09:00 WIB
Tingginya suhu di Sirkuit Buriram menjadi salah satu penyebab pelek motor balap milik Marc Marquez pecah
03 Maret 2026, 07:24 WIB
Yamaha Tmax baru yang diluncurkan pada awal 2026 di Indonesia, diklaim sudah terjual lebih dari 50 unit
03 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk mengatasi kemacetan lalu lintas
03 Maret 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu opsi terbaik bagi masyarakat untuk mengurus dokumen berkendara
03 Maret 2026, 06:00 WIB
Fasilitas SIM keliling Jakarta bisa jadi alternatif bagi warga Ibu Kota yang ingin memperpanjang masa berlaku
02 Maret 2026, 16:06 WIB
Lamborghini memutuskan untuk hadirkan Lanzador sebagai PHEV, EV murni masih belum berhasil menjaring peminat
02 Maret 2026, 14:00 WIB
Usaha rental mobil ikut terdampak di tengah lesunya ekonomi dan adanya efisiensi atau pemotongan anggaran