BYD Resmi Buka Pabrik di Subang, Mampu Produksi 150 Ribu Mobil
03 September 2026, 16:02 WIB
Pemerintah mengarahkan agar industri lokal yang menyediakan komponen mobil bisa membuat part untuk sektor lain
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Mobil listrik yang diimpor langsung oleh sejumlah pabrikan kendaraan rupanya berdampak besar pada industri lokal di sektor komponen. Pasalnya unit datang dalam bentuk utuh sehingga tidak perlu menggunakan part dari Tanah Air.
Situasi tersebut disadari oleh pemerintah selaku pembuat kebijakan. Beberapa upaya sudah disiapkan untuk menghindari terjadinya tekanan lebih besar dan industri komponen tetap bisa bertahan.
“Pasti ada (protes dari industri komponen) tapi kalau dilihat produksi antara kendaraan konvensional dan listrik sudah berbeda. Kehadiran investasi baru pada EV kita akan menghadapi tantangan perubahan jadi perlu transisi,” ungkap Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian RI
Meski demikian, ia menyebut bahwa produksi kendaraan konvensional masih sangat besar. Sehingga diharapkan para produsen komponen masih bisa menyesuaikan diri.
“Tetapi untuk mobil konvensional sejauh ini masih banyak memakai komponen dalam negeri,” tambahnya kemudian.
Tak hanya itu, ia juga mengungkap agar industri komponen tidak hanya bergantung pada pasar mobil. Pemerintah bahkan berupaya memberi solusi agar hasil produksi pabrikan Indonesia bisa digunakan oleh sektor lain.
"Kami juga berusaha mendorong agar produksi komponen mulai bergabung ke ekosistem industri dirgantara seperti pesawat hingga kapal-kapal. Secara teknologi hampir sama karena membutuhkan presisi tingkat tinggi,” tegasnya.
Sebelumnya beritakan bahwa insentif mobil listrik CBU yang diberikan pemerintah telah membuat produksi kendaraan dalam negeri melambat. Pasalnya banyak perusahaan lebih memilih membawa unit secara utuh ketimbang membuatnya di Tanah Air.
“Sekarang impor mobil listrik 63 persen, sementara di 2024 itu (hanya) 40 persen,” ungkap Riyanto, pengamat otomotif dan peneliti LPEM FEB UI di Jakarta belum lama ini.
Lonjakan populasi mobil listrik impor membuktikan Indonesia semakin bergantung pada produk-produk dari luar negeri.
Sedangkan industri otomotif di dalam negeri masih jauh dari kata optimal. Sehingga situasi tersebut berpeluang menghadirkan ketidakseimbangan pasar.
“Ke depan kalau terus begini akhirnya ya BEV impor akan dominan. Berarti yang produksi dalam negeri kapasitas terpasangnya tidak terpakai,” tegasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 September 2026, 16:02 WIB
10 Januari 2026, 09:30 WIB
05 Januari 2026, 09:00 WIB
01 Desember 2025, 12:00 WIB
06 November 2025, 20:00 WIB
Terkini
22 Oktober 2026, 21:16 WIB
Track My Chery Q memberikan akses kepada konsumen untuk memantau perkembangan unit sejak tahap produksi
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
Debut di Chery Brand Night, Tiggo X7 dan all new Tiggo 7 jadi amunisi baru untuk penjualan di pasar global
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Toyota Innova Zenix Hybrid kini dilengkapi T Intouch terbaru, berbagai fungsi kendaraan dapat diakses dari HP
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027