3 Merek Mobil Cina Ini Mulai Geser Popularitas Jepang di Inggris
02 Januari 2026, 14:16 WIB
Pabrikan Jepang mulai mengalihkan investasi mereka di Cina ke negara lain, sayang pilihannya bukan Indonesia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski pasar otomotif Tiongkok masih menjadi yang terbesar di dunia, pabrikan Jepang mulai mengalihkan pandangannya dari negara tersebut. Ketatnya persaingan dan banyaknya kendaraan listrik digadang-gadang menjadi alasan mengapa mereka mulai mengalihkan investasi ke pasar lain.
Sayangnya, pilihan mereka bukan ke Indonesia, melainkan ke India. Pasar tersebut dinilai memiliki potensi besar bagi mobil-mobil pabrikan Jepang untuk berkembang di masa depan.
Dilansir Reuters, Toyota, Honda, dan Suzuki telah menghabiskan miliaran dolar untuk membangun beragam fasilitas di negara tersebut. Langkah ini menunjukkan pentingnya pasar India bagi mereka di masa depan.
Bila dilihat ke belakang, jumlah investasi tahunan Jepang di sektor transportasi India, termasuk produsen mobil, sudah naik tujuh kali lipat antara 2021 dan 2024. Tahun lalu saja nilainya mencapai 294 miliar yen atau setara Rp 31,9 triliun.
Sementara itu, pada periode yang sama, investasi perusahaan Jepang ke Tiongkok di sektor transportasi mengalami penurunan sebesar 83 persen. Tercatat, perusahaan Jepang hanya berinvestasi sebesar 46 miliar yen tahun lalu.
Keputusan ini tidak lepas dari banyaknya keuntungan yang ditawarkan India, khususnya dari segi bisnis. Di negara tersebut, biaya tenaga kerja terbilang rendah, dan pabrikan mobil listrik asal Negeri Tirai Bambu belum masuk, sehingga memudahkan mereka untuk berkembang.
Selain itu, India juga memberikan beragam insentif serta meningkatkan kualitas barang manufaktur. Hal ini membuat daya tarik industrinya semakin meningkat.
Sedangkan di Tiongkok, saat ini masih marak perang harga di antara produsen mobil listrik, sehingga membuat mereka sulit memperoleh keuntungan. Situasinya bahkan diperparah dengan banyaknya pabrikan yang berekspansi ke kawasan lain seperti Asia Tenggara.
“India adalah pilihan yang baik sebagai pengganti pasar Tiongkok. Bagi pabrikan Jepang, kondisinya menguntungkan karena tidak perlu bersaing terlalu keras,” ungkap Julie Boote dari Pelham Smithers Associates London, dilansir Reuters.
Meski demikian, langkah ini tidaklah mudah. Toyota bahkan harus memulainya dengan beragam strategi agar bisa optimal di pasar India.
Salah satunya ialah menjalin kerja sama dengan vendor Jepang dan India agar dapat menurunkan biaya, namun tetap memperluas produksi komponen hybrid. Padahal, pasokan suku cadang untuk teknologi tersebut terbilang terbatas.
“Pasar India sangat penting dan akan terus tumbuh di masa depan,” ujar Koji Sato, Presiden Toyota, beberapa waktu lalu.
Toyota pun berencana meluncurkan 15 model baru di India hingga akhir dekade ini. Mereka juga menargetkan dapat meraih pangsa pasar sebesar 10 persen sebelum akhir dekade, naik dari 8 persen saat ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Januari 2026, 14:16 WIB
01 Januari 2026, 09:00 WIB
30 Desember 2025, 12:00 WIB
30 Desember 2025, 08:00 WIB
29 Desember 2025, 12:14 WIB
Terkini
03 Januari 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Pajero generasi terbaru diyakini jadi bagian dari line up produk anyar pabrikan Jepang itu di 2026
02 Januari 2026, 20:22 WIB
Persaingan baru, rookie Diogo Moreira dan Toprak Razgatlioglu siap meramaikan ajang balap MotoGP 2026
02 Januari 2026, 19:00 WIB
Julian Johan sudah melakukan berbagai persiapan guna berlaga di Rally Dakar 2026, seperti latihan di Maroko
02 Januari 2026, 18:46 WIB
Taksi listrik Green SM kembali alami kecelakaan, pengamat sorot pentingnya pelatihan softskill pengemudi
02 Januari 2026, 17:00 WIB
Penjualan BYD di Indonesia selama periode 2024-2025 tembus 50 ribu unit dan wajib dirakit lokal tahun ini
02 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD menilai terobosan serta inovasi pada mobil listrik sebagai kontribusi dalam pengembangan industri
02 Januari 2026, 15:00 WIB
Leapmotor merupakan salah satu merek asal Tiongkok yang bakal masuk Indonesia melalui Indomobil Group
02 Januari 2026, 14:16 WIB
Tiga merek mobil Cina catat penjualan positif di Inggris, angka penjualannya diproyeksikan 200 ribu di 2025