Merek Mobil Terlaris Juli 2026: Mitsubishi Kembali ke Tiga Besar
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Pabrikan Jepang mulai mengalihkan investasi mereka di Cina ke negara lain, sayang pilihannya bukan Indonesia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski pasar otomotif Tiongkok masih menjadi yang terbesar di dunia, pabrikan Jepang mulai mengalihkan pandangannya dari negara tersebut. Ketatnya persaingan dan banyaknya kendaraan listrik digadang-gadang menjadi alasan mengapa mereka mulai mengalihkan investasi ke pasar lain.
Sayangnya, pilihan mereka bukan ke Indonesia, melainkan ke India. Pasar tersebut dinilai memiliki potensi besar bagi mobil-mobil pabrikan Jepang untuk berkembang di masa depan.
Dilansir Reuters, Toyota, Honda, dan Suzuki telah menghabiskan miliaran dolar untuk membangun beragam fasilitas di negara tersebut. Langkah ini menunjukkan pentingnya pasar India bagi mereka di masa depan.
Bila dilihat ke belakang, jumlah investasi tahunan Jepang di sektor transportasi India, termasuk produsen mobil, sudah naik tujuh kali lipat antara 2021 dan 2024. Tahun lalu saja nilainya mencapai 294 miliar yen atau setara Rp 31,9 triliun.
Sementara itu, pada periode yang sama, investasi perusahaan Jepang ke Tiongkok di sektor transportasi mengalami penurunan sebesar 83 persen. Tercatat, perusahaan Jepang hanya berinvestasi sebesar 46 miliar yen tahun lalu.
Keputusan ini tidak lepas dari banyaknya keuntungan yang ditawarkan India, khususnya dari segi bisnis. Di negara tersebut, biaya tenaga kerja terbilang rendah, dan pabrikan mobil listrik asal Negeri Tirai Bambu belum masuk, sehingga memudahkan mereka untuk berkembang.
Selain itu, India juga memberikan beragam insentif serta meningkatkan kualitas barang manufaktur. Hal ini membuat daya tarik industrinya semakin meningkat.
Sedangkan di Tiongkok, saat ini masih marak perang harga di antara produsen mobil listrik, sehingga membuat mereka sulit memperoleh keuntungan. Situasinya bahkan diperparah dengan banyaknya pabrikan yang berekspansi ke kawasan lain seperti Asia Tenggara.
“India adalah pilihan yang baik sebagai pengganti pasar Tiongkok. Bagi pabrikan Jepang, kondisinya menguntungkan karena tidak perlu bersaing terlalu keras,” ungkap Julie Boote dari Pelham Smithers Associates London, dilansir Reuters.
Meski demikian, langkah ini tidaklah mudah. Toyota bahkan harus memulainya dengan beragam strategi agar bisa optimal di pasar India.
Salah satunya ialah menjalin kerja sama dengan vendor Jepang dan India agar dapat menurunkan biaya, namun tetap memperluas produksi komponen hybrid. Padahal, pasokan suku cadang untuk teknologi tersebut terbilang terbatas.
“Pasar India sangat penting dan akan terus tumbuh di masa depan,” ujar Koji Sato, Presiden Toyota, beberapa waktu lalu.
Toyota pun berencana meluncurkan 15 model baru di India hingga akhir dekade ini. Mereka juga menargetkan dapat meraih pangsa pasar sebesar 10 persen sebelum akhir dekade, naik dari 8 persen saat ini.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
28 Juli 2026, 22:44 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Terkini
03 September 2026, 16:46 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas
03 September 2026, 16:02 WIB
Pabrik BYD di Subang resmi beroperasi dengan investasi Rp11,7 triliun dengan kapasitas maksimal 150 ribu per tahun.
03 September 2026, 09:00 WIB
Jika dilihat Marc Marquez memang belum pernah menyelesaikan satu pun balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok
03 September 2026, 07:00 WIB
Pemberian insentif motor listrik masih belum menemui kepastian di September 2026, Kementerian ESDM buka suara
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa dimanfaatkan jika Anda ingin memperpanjang masa berlaku dokumen berkendara hari ini
03 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan sistem hadir kembali sore 16.00 WIB
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta dapat melayani perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, berikut lokasinya
02 September 2026, 19:52 WIB
Pertamina menaikan harga BBM jenis Pertamax Green menjadi Rp 19.150 per liter yang berlaku mulai hari ini