Susunan Sementara Pembalap MotoGP 2027, Quartararo ke Honda
22 Juli 2026, 07:00 WIB
Meski akan ada banyak rintangan, AISI menargetkan 6,7 juta unit motor baru bisa terjual sepanjang 2026
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pada 2025 kinerja pasar motor baru di Indonesia cukup positif. Mampu memberikan hasil terbaik meski di tengah kondisi yang sulit.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) pun, telah menetapkan target penjualan kendaraan roda dua anyar untuk periode 2026.
Akan tetapi angkanya naik tidak terlalu banyak. Tahun ini mereka ingin ada 6,7 juta unit motor baru terniagakan.
Berbagai pihak pun buka suara terkait dengan keputusan tersebut. Seperti datang dari Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).
“Yamaha melihatnya positif ya, maksudnya dengan adanya proyeksi naik berarti AISI cukup melihat banyak faktor,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relations, Community & YRA YIMM beberapa waktu lalu.
Menurut Rifki ada beberapa hal mendasari AISI membuat keputusan tersebut. Semisal faktor ekonomi di Indonesia yang belum stabil.
Mengingat pada tahun lalu, kondisi ekonomi menjadi hal utama yang mengganggu kinerja industri otomotif di Tanah Air.
“Berarti kan ada angin segar, bahwa mungkin arahnya positif untuk industri otomotif, terutama kendaraan roda dua,” Rifki melanjutkan.
Selain itu masih ada sejumlah rintangan siap menghadang kinerja pasar motor baru. Seperti kebijakan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Pada tahun ini penerapan opsen PKB maupun BBNKB bisa saja diubah. Mengingat di 2025, relaksasi diberikan di sejumlah daerah hanya bersifat sementara.
Jika opsen BBNKB dan PKB diberlakukan secara penuh, maka dampaknya bakal meningkatkan harga motor baru di 2026.
Tentu ini akan memengaruhi daya beli masyarakat. Mereka bisa saja lebih memilih untuk memboyong kendaraan roda dua seken.
Meski begitu Yamaha berusaha membantu AISI, dalam mencapai target yang sudah ditentukan untuk tahun ini.
“Kalau dari kami sendiri, kami siap untuk menyukseskan target tersebut,” tegas Rifki.
Sebagai informasi, sepanjang 2025 ada 6,4 jutaan motor baru berhasil tersalurkan dari pabrik ke diler (wholesales). Oleh sebab itu AISI hanya menargetkan 6,7 juta unit di tahun ini.
AISI mengaku mempertimbangkan banyak hal. Termasuk dalam mengantisipasi sejumlah rintangan yang sudah dijelaskan sebelumnya.
“Kami memahami kebutuhan kenaikan pendapatan setiap pemerintah daerah. Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan,” ucap Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI dalam kesempatan berbeda.
Sigit menilai dukungan lembaga pembiayaan yang kuat dinilai mampu mendorong terjadinya realisasi penjualan di pasar sepeda motor domestik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 Juli 2026, 07:00 WIB
10 Juli 2026, 11:00 WIB
01 Juli 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 11:00 WIB
26 Juni 2026, 09:00 WIB
Terkini
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Mobil listrik MG S5 EV memiliki potensi overheating, ada ribuan unit yang mulai ditarik dari pasaran
24 Juli 2026, 09:00 WIB
Menutup pekan terakhir di Juli 2026, Sistem lalu lintas Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap diberlakukan
24 Juli 2026, 09:00 WIB
DFSK E5 Plus segera debut di GIIAS 2026, punya klaim daya jelajah komprehensif sampai 1.400 kilometer
24 Juli 2026, 07:00 WIB
Menurut Marc Marquez kuda besi skuad Ducati Corse untuk MotoGP 2027 masih harus dilakukan beberapa penyesuaian