Adira Finance Raup Laba Bersih Rp 1,5 Triliun pada 2025
05 Maret 2026, 12:00 WIB
Meski akan ada banyak rintangan, AISI menargetkan 6,7 juta unit motor baru bisa terjual sepanjang 2026
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pada 2025 kinerja pasar motor baru di Indonesia cukup positif. Mampu memberikan hasil terbaik meski di tengah kondisi yang sulit.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) pun, telah menetapkan target penjualan kendaraan roda dua anyar untuk periode 2026.
Akan tetapi angkanya naik tidak terlalu banyak. Tahun ini mereka ingin ada 6,7 juta unit motor baru terniagakan.
Berbagai pihak pun buka suara terkait dengan keputusan tersebut. Seperti datang dari Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).
“Yamaha melihatnya positif ya, maksudnya dengan adanya proyeksi naik berarti AISI cukup melihat banyak faktor,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relations, Community & YRA YIMM beberapa waktu lalu.
Menurut Rifki ada beberapa hal mendasari AISI membuat keputusan tersebut. Semisal faktor ekonomi di Indonesia yang belum stabil.
Mengingat pada tahun lalu, kondisi ekonomi menjadi hal utama yang mengganggu kinerja industri otomotif di Tanah Air.
“Berarti kan ada angin segar, bahwa mungkin arahnya positif untuk industri otomotif, terutama kendaraan roda dua,” Rifki melanjutkan.
Selain itu masih ada sejumlah rintangan siap menghadang kinerja pasar motor baru. Seperti kebijakan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Pada tahun ini penerapan opsen PKB maupun BBNKB bisa saja diubah. Mengingat di 2025, relaksasi diberikan di sejumlah daerah hanya bersifat sementara.
Jika opsen BBNKB dan PKB diberlakukan secara penuh, maka dampaknya bakal meningkatkan harga motor baru di 2026.
Tentu ini akan memengaruhi daya beli masyarakat. Mereka bisa saja lebih memilih untuk memboyong kendaraan roda dua seken.
Meski begitu Yamaha berusaha membantu AISI, dalam mencapai target yang sudah ditentukan untuk tahun ini.
“Kalau dari kami sendiri, kami siap untuk menyukseskan target tersebut,” tegas Rifki.
Sebagai informasi, sepanjang 2025 ada 6,4 jutaan motor baru berhasil tersalurkan dari pabrik ke diler (wholesales). Oleh sebab itu AISI hanya menargetkan 6,7 juta unit di tahun ini.
AISI mengaku mempertimbangkan banyak hal. Termasuk dalam mengantisipasi sejumlah rintangan yang sudah dijelaskan sebelumnya.
“Kami memahami kebutuhan kenaikan pendapatan setiap pemerintah daerah. Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan,” ucap Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI dalam kesempatan berbeda.
Sigit menilai dukungan lembaga pembiayaan yang kuat dinilai mampu mendorong terjadinya realisasi penjualan di pasar sepeda motor domestik.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
05 Maret 2026, 12:00 WIB
03 Maret 2026, 07:24 WIB
02 Maret 2026, 10:00 WIB
01 Maret 2026, 10:00 WIB
28 Februari 2026, 09:28 WIB
Terkini
07 Maret 2026, 15:00 WIB
Kehadiran Volvo ES90 dipercaya dapat menambah opsi mobil listrik di segmen premium bagi konsumen di Indonesia
07 Maret 2026, 11:00 WIB
Berkaca pada tren pada tahun-tahun sebelumnya, minat masyarakat terhadap mobil bekas meningkat jelang Lebaran
07 Maret 2026, 09:06 WIB
JAC di bawah naungan Indomobil membuka diler 3S pertama di kawasan Pantai Indah Kapuk guna permudah konsumen
06 Maret 2026, 22:30 WIB
Jaecoo Indonesia terus menambah jumlah diler untuk bisa lebih maksimal dalam menghadirkan layanan terbaik
06 Maret 2026, 22:00 WIB
Inovasi terbaru dari Otospector untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat membeli mobil bekas berkualitas
06 Maret 2026, 20:00 WIB
Guna menjangkau lebih banyak konsumen, Ford memperluas jaringan diler dan membuka perdana outlet FEC
06 Maret 2026, 16:00 WIB
BAIC Indonesia berencana untuk meningkatkan penjualan dengan menambah lini produk ramah lingkungan mereka
06 Maret 2026, 14:00 WIB
Xpeng menyambut musim mudik Lebaran 2026 dengan memberikan beragam kemudahan purna jual untuk pelanggan