Gaikindo Godok Aturan Baru untuk Tertibkan Peredaran Truk Cina
27 Desember 2025, 11:00 WIB
Forwot menggelar acara Diskotik 2024 untuk membahas bagaimana masa depan industri otomotif di Tanah Air
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar otomotif di Indonesia memang sedang kurang bergairah di 2024. Ambil contoh untuk penjualan mobil baru di tahun ini.
Sepanjang Januari sampai November, baru ada 784.788 unit kendaraan roda empat yang tersalurkan dari pabrik ke diler alias Wholesales.
Angka di atas terkoreksi sebesar 14,7 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu. Sebab di 2023 mampu mencatatkan 920.518 unit mobil.
Penurunan tersebut digadang-gadang karena sejumlah faktor. Seperti pengetatan kredit di awal tahun dan adanya Pilpres (Pemilihan presiden) 2024.
Kemudian libur panjang serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar turut membuat daya beli masyarakat merosot.
Hal ini membuat Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) melakukan revisi target penjualan. Dari semula 1,1 juta unit, kini hanya berada di 850 ribu kendaraan saja.
Berangkat dari fakta di atas, Forwot (Forum Wartawan Otomotif) menggelar Diskotik atau Diskusi Otomotif Kekinian 2024.
Acara tersebut diselenggarakan di Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 14-15 Desember 2024. Lalu mengangkat tema Automotive Outlook 2025.
Pada ajang kali ini, terdapat sejumlah materi-materi menarik seputar perkembangan industri otomotif nasional dari sejumlah narasumber.
Dengan begitu bisa menambah wawasan serta insight baru dari sektor kendaraan roda empat maupun dua untuk tahun depan.
“Diskotik 2024 menjadi wadah bagi para rekan-rekan media bersama pelaku industri otomotif guna saling bertukar informasi sekaligus mempererat tali silaturahmi,” ujar Afrizal Abdul Rahman, ketua penyelenggara Diskotik 2024.
Dia pun berharap dengan digelarnya acara tersebut bisa memberikan dampak bagi penjualan mobil maupun motor di tahun depan.
Apalagi terdapat berbagai tantangan yang menunggu di 2025. Seperti peningkatan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) menjadi 12 persen.
Lalu masih ada opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) serta BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) yang mulai berjalan pada 5 Januari 2025.
“Sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pasar otomotif nasional di masa mendatang,” tegas dia.
Sekadar informasi, Diskotik 2024 mendapatkan berbagai dukungan dari berbagai pihak. Seperti Chery Sales Indonesia, Honda Prospect Motor, Suzuki Indomobil Sales, Dyandra Promosindo, Seven Event, BYD Motor Indonesia, Wuling Motors, Maka Motors, Isuzu Astra Motor Indonesia dan Gajah Tunggal.
Selanjutnya masih ada Neta Auto Indonesia, Goodyear Indonesia, YHI Indonesia, Garda Oto, Wahana Makmur Sejati, Toyota Gazoo Racing Indonesia, JPX Helmet, Rabbit and Wheels, Bridgestone Tire Indonesia, Liqui Moly serta Lupromax Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Desember 2025, 11:00 WIB
26 Desember 2025, 11:00 WIB
24 Desember 2025, 11:00 WIB
23 Desember 2025, 09:00 WIB
22 Desember 2025, 15:00 WIB
Terkini
31 Desember 2025, 11:00 WIB
Kinerja pasar motor baru di Indonesia pada 2025 terbilang cukup stabil meski banyak rintangan menghadang
31 Desember 2025, 10:00 WIB
Pemerintah dinilai perlu lebih mempertegas aturan soal TKDN EV penerima insentif mobil listrik impor
31 Desember 2025, 09:00 WIB
Dinas Perhubungan telah menyiapkan kantong parkir Car Free Night untuk memudahkan masyarakat yang bawa kendaraan
31 Desember 2025, 08:00 WIB
Dinas Perhubungan bakal rekayasa lalu lintas di TMII dan Ragunan untuk hindari kepadatan di malam tahun baru
31 Desember 2025, 07:00 WIB
Koleksi motor mantan atlet dan buron FBI jadi perhatian, banyak unit bersejarah dari Moto2 sampai MotoGP
31 Desember 2025, 06:00 WIB
Di penghujung tahun perpanjangan masa berlaku kartu bisa dimanfaatkan di SIM keliling Jakarta hari ini
31 Desember 2025, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta terakhir di tahun ini tetap dilangsungkan dengan ketat untuk atasi kemacetan lalu lintas
31 Desember 2025, 06:00 WIB
Memasuki libur tahun baru 2026, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan demi memfasilitasi kebutuhan pengendara